Cafe Nyaman dan Instagramable Ala Kito Floral Medan

1:04 am Pertiwi Soraya 4 Comments

Terinspirasi dari tulisan teman-teman seputar review produk-produk yang nyaman dipakai, seperti review nya Mbak Sifora, Saya pilih untuk me-review sesuatu yang nyaman juga, tepatnya sebuah tempat yang nyaman baik untuk bersantai ria maupun untuk diskusi. Sebuah Cafe di Medan yang bernama Kito Floral Cafe & Resto.

Berwal dari sebuah permintaan untuk memberikan rekomendasi kafe atau pun tempat makan yang nyaman di Medan untuk tempat pelatihan menulis, saya dan Ririn akhirnya mengubek-ubek instagram melalui berbagai hastag yang berkaitan. Salah satunya ketemulah dengan akun Kito Floral Cafe & Resto.

Kok namanya seperti tidak asing ya? Sebelumnya kami pernah mengunjugi Kito Art Cafe yang beralamat di Jl. Wahid Hasyim pada satu acara komunitas. Desain interior dan dekorasinya cukup unik dengan aura klasiknya. Lalu, apakah Kito Floral Cafe and Resto ini sama dengan Kito Art yang di Jl. Wahid Hasyim? Sama-sama "Kito" soalnya.

Penasaran, saya pun menelisik postingan instagramnya. Wah, ternyata Cafe ini baru buka sekitar 6 bulan lalu. Beberapa foto tentang suasana dan desain interior Cafe cukup membuat saya tertarik. Ditambah lokasi tempat yang cukup ramah akses, membuat kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi tempat ini.

Berlokasi di Jl. Gatot subroto No. 64, Medan, tepat di seberang Brastagi Supermarket, Kito Floral Cafe and Resto yang lahan parkirnya ckup luas ini, insya Allah tidak akan membuat nyasar orang yang pertama kali ke sana.

Siang itu cukup terik, dan saya tiba lebih dulu dari pada Ririn. Begitu melangkahkan kaki setelah membuka pintu, nyeess, ademnya AC langsung memelukku. Makin adem karena begitu masuk, saya langsung disambut oleh senyum pramusaji yang telah menanti di balik pintu.
Langkah pertama

Saya langsung jatuh hati dengan dekorasi interiornya yang mengusung tema " In the Wood" (di hutan dengan pohon-pohon besar) kalau saya pikir. Bawaan perasaannya seperti bisa bernafas dengan bebas dan lega. Mungkin efek perpaduan dari AC dan nuansa langit-langit yang dihiasi tanaman hijau merambat dan lampu-lampu yang auranya lebih mirip kunang-kunang. Rasanya bisa tahan duduk berjam-jam di sini.

Ditambah lagi interior kursi dan meja terkesan dibuat dari potongan batang pohon-pohon hutan. Saya yang mengambil lokasi duduk di pojok ruangan, sesaat berasa ada di hutannya para kurcaci negeri dongeng. :D  
Wups, I am somewhere in a fairy tale woods

Sembari menunggu Ririn tiba, saya memutuskan berkeliling-keliling Cafe. Ternyata Kito Floral ini luas banget. Terdiri dari beberapa tempat dengan tema yang berbeda-beda pula. Saya membaginya menjadi 3 bagian besar, bagian depan tengah dan belakang.
It's wooden everywhere

Jadi pertama kali masuk, kita akan disuguhi pemandangan seperti yang saya jelaskan tadi, hijau dan adem. Di sisi kiri ada space yang lebih dominan dengan dekorasi kayu, sedangkan sisi kanan dominan dengan dekorasi daun dan tanaman hijau menjalar. Dua space ini adalah bagian depan yang merupakan non smoking area.

Nah, selanjtnya bagian tengah, yang saya sebut juga sebagai bagian transisi. Iya, karena untuk ke lokasi ini kita harus melewati pintu. Selain itu fungsi dan statusnya yang saya pikir setengah-setengah. Maksudnya?
The Transition :D

Begini, di bagian tengah ini, terdiri dari sisi kanan dan kiri. Sisi sebelah kiri jika dikatakan smoking area, sepertinya bukan, dikatakan non smoking area, tidak ber-AC, tapi tetap adem. Sedangkan di sebelah kanannya adalah ruang kaca yang sepertinya untuk meeting room santai dan dilengkapi AC. Tak hanya fungsinya yang bertransisi, temanya juga. Tema bagian ini adalah bunga, yang seolah-lah transisi dari hutan pohon besar yang hijau menuju bagian hutan lainnya. Sensasi ini memang saya dapatkan sesaat ketika melewati pintu tadi. Wuihh...asik ya. That's why I called this space as a trasition space :D
Berapa banyak kira-kira yang pas lewat sini tapi gak niat foto? :D

Selanjutnya, coba bayangkan, saat kita berjalan-jalan di  hutan-hutan dalam kisah dongeng, kira-kira kejutan-kejutan apa yang bakal kita dapatkan? Bertemu hewan-hewan menakjubkan ala negeri dongeng ? atau tersesat ke tempat-tempat yang menyenangkan mata?

Kira-kira, mungkin konsep ini juga yang ingin disajikan Kito Floral. Jika kita lanjutkan perjalanan dari bagian tengah tadi yang dipenuhi nuansa bunga, kita akan disambut dengan nuansa semi out door di bagian belakang.

Di sebelah kiri ada bagian yang mengusung tema taman, dengan dilengkapi rumput hijau sintetik. Jadi seolah pengunjung akan merasa sedang duduk-duduk di taman belakang rumah yang asri, di bawah pepohonan rindang dengan bunga-bunga gantung dan lampu-lampu gantung yang cantik.
Di seberang sana ada jendela di bawah rindang pohon lho.

Ditambah lagi dengan suara gemericik air pancuran kolam yang berasal dari sisi sebelah kanan. Di atas kolam tersebut juga terdapat lokasi dengan dekorasi yang tak kalah menarik untuk bersantai. Menikmati aliran air sambil ditemani kicauan burung-burung dalam sangkar warna-warni yang tergantung di dinding bebatuan yang ditumbuhi lumut dan angrek liar. Berasa dimanaa gitu sensasinya.
Berapa banyak yang tahan gak ngambil foto di lokasi yang ini?

Lepas kolam, kita akan menemui sebuah space terakhir yang bertemakan "Autumn" alias musim gugur. Dengan dekorasi daun-daun maple yang berwarna oranye.
Yang rindu warna daun maple sesngguhnya bisa melepas rindu di sini atau malah makin baper?

Itulah akhir petulangan saya di hutan negeri dongeng.:D

Oiya, jadi dibelakang space autumn ini ada tempat untuk sholatnya juga. Untuk berwudhu-nya bisa di toilet. Ada masing-masing dua toilet untuk wanita dan pria di sisi sebelah dapurnya. Toiletnya didipisahkan oleh wastafel dengan kaca yang besar.

Nah, kembali ke dunia nyata, dan ternyata Ririn sudah tiba.
Setelah berpetualang di hutan negeri dongengnya Kito Floral, selanjutnya berpetualang di dunia rasa yang disajikan pada menu-menunya.
Pojok ini lokasi favorit siapa?

Kami kembali ke pojokan hutan hijau di bagian depan Cafe. Memanjakan mata dengan hijaunya pemandangan, dan memanjakan permukaan kulit dengan sejuknya AC.

Saya memesan Green Tea Parafait dan Nasi goreng Kebuli dengan tingkat pedas standar, sedang Ririn memesan 2 Scoup Ice Cream rasa vanila dan strawberry dan Nasi Goreng Tom Yam dengan tingkat pedas sedikit lebih dari standar.
Nasi Goreng Kebuli

Ternyata, untuk ukuran standar, nasi goreng Kebuli ini termasuk cukup pedas. Biasanya kalau pesan nasi goreng pasti minta agar dibuat pedas atau ekstra pedas. Namun di nasi goreng Kebuli, rasanya memang sudah cukup pedas buat saya. Ada irisan cabai rawitnya yang dicampur dengan nasi goreng. Jadi kalau untuk saya pedasnya sudahah pas. Bagi yang tidak suka pedas mungkin bisa memesan nasi goreng Kebuli dengan mengurangi tingkat kepedasannya.
Nasi Goreng Tom Yam

Nasi goreng Tom Yam juga tak kalah enak. Perpaduan rasa asam bumbu dan gurihnya seafood yang terdapat pada tom yam ini, buat nagih jika mencicipi hanya 1 sendok :D

Nah, kalau mau dibandingkan tingkat rasa pedasnya, antara nasi goreng kebuli yang pedasnya standar dan nasi goreng tom yam dengan pedasnya sedikit di atas standar, ternyata masih jauh lebih pedas nasi goreng kebuli lho. :D
Green Tea Parafait

Green Tea Parafait terdiri atas milk green tea, whiped cream, dan jelly rasa coklat. Sebenarnya saya agak-agak anti dengan whiped cream, tapi berhubung ketika pesan enggak tanya-tanya dahlu isinya apa saja, jadi ya berdamailah dengan whiped cream kali itu, diadukkan saja biar tak kelihatan :D. Buktinya, si Green Tea Parfait ini dihabiskan dengan cepat, tiba-tiba sudah habis aja :D
Vanila and Strawberry Ice Cream

2 Scoup Ice Cream rasa vanila dan strawberry ini, scoup-nya besar-besar. Untuk sendiri, 2 scoup ini cukup buat kenyang. Es krimnya lembut dan manisnya pas. Lain kali kalau ke sini lagi, saya bakal pesan es krimnya. Ada banyak pilihan untuk menu  es krim soalnya. :D
Ini dia menu di Kito Floral
Gimana harganya menurut kamu?

Suasana yang nyaman lagi memanjakan pikiran, perasaan dan kamera (pasti pulang-pulang memori smartphone-nya menipis), ditambah dengan sajian rasa yang memanjakan lidah, akan jadi lebih lengkap dengan adanya koneksi wifi yang lancar dan betaburnya keberadaan colokan. :D Kalau semuanya ini ada, udah la, maunya pindah kosan aja ke sebelah Kito Floral, biar tiap hari bisa "ngadem". Namun sayangnya, semuanya yang di atas tadi memang ada di Kito Floral, sedangkan di sebelahnya enggak ada kosan . Hehehe :D.    
Ia...Yang tiap sudutnya menarik kamera...

Jadi, kapan kita ke Kito Floral Cafe & Resto lagi?

Tulisan ini sebagai bentuk respon dari blogpost http://www.emak2blogger.com/2017/09/07/tips-review-produk-bayi/  #KEBloggingCollab untuk kelompok Liliana Natsir

You Might Also Like

4 comments:

  1. lihat lokasinya dekat ya, dan nuansa yang kental akan penghijauan bikin pasti nyaman untuk makan didalamnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah..mbak Sifora orang medan juga tho๐Ÿ˜„

      Delete
  2. Adem kayaknya ya mbak...cakep pula ada bunga2nya gitu....mupeng deh sama eskrimnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak Puji..kapan main ke Medan๐Ÿ˜Š

      Delete

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜„