9 Amalan Menjelang Ramadhan

Ramadhan tinggal menghitung jari. Bulan penuh berkah dan kebaikan yang dirindukan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia segera tiba di depan mata. Bulan suci yang penuh ampunan di mana pahala yang ditawarkan beratus-ratus kali lipat dari bulan yang lain. Di sinilah saatnya mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya dan meraih ampunan-Nya.

Amalan sebelum ramadhan
Sumber: towardsenlightment.wordpress.com

Agar tujuan-tujuan tersebut tercapai, tentunya segala jenis persiapan dan strategi ibadah perlu disusun agar ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Lalu bagaimanakah setiap muslim mempersiapkan diri menyambut bulan mulia ini?

Agar Ramadhan kita benar-benar lebih berarti, sedikitnya ada sembilan amalan yang dapat dilaksanakan dalam menyambut bulan penuh rahmat ini.


Pertama, berdoa agar Allah memberikan kita umur panjang, sehingga kita bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Tidak ada yang tahu kapan jatah hidup di dunia ini berakhir. Tak ada yang dapat menjamin esok pagi jantung kita masih berdetak. Bagaimana jika ajal datang menjemput sebelum Ramadhan tiba? Maka dari itu baiknya kita beribadah dan bertaubat seolah kita akan mati besok. Sambutlah ramadhan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” ( An-Nur, 24: 31)

Kedua, bermuhasabah diri. Mari berkilas balik. Menghitung dosa-dosa yang kita lakukan selama setahun belakangan. Apakah Ramdahan tahun lalu telah cukup membekali kita menjalani sebelas bulan berikutnya? Kegiatan hitung-menghitung diri menjelang ramadhan menjadi sangat penting, sehingga kita mempunyai azam yang semakin kuat untuk mengisi Ramadan dengan sebanyak-banyaknya amal kebaikan dan meraih ampunan-Nya. Seperti dalam firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat kepada dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya, dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr, 59: 18-19).

Ketiga, melatih diri dan keluarga dengan ibadah Ramadhan di bulan Sya’ban, seperti melatih berpuasa, shalat tepat waktu, memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Quran, bersedekah, bersilaturahim, dan amalan lainnya. Sehingga kita akan telah terbiasa melakukan hal serupa di bulan Ramadhan. Dari Aisyah ra, ia berkata:

"Tidaklah saya melihat Rasulullah menyempurnakan satu bulan puasa kecuali ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rasulullah yang paling banyak puasanya kecuali di bulan sya'ban. (HR. Bukhori)

Keempat, menambah ilmu dan pengetahuan tentang ramadhan sebanyak-banyaknya, baik dengan membaca buku-buku mengenai ramadhan, mencari informasi dari internet, maupun dengan menghadiri majelis ilmu. Dengan demikian nantinya kita akan dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar, terhindar dari dari keragu-raguan dan amalan-amalan yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah, dan juga terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan ibadah puasa atau mengurangi nilainya. Sebagaimana firman Allah:

“Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. ( Al-Anbiyaa’ 21 : 7)

Kelima, menjalin silaturahim dengan keluarga, sanak saudara, teman dan tetangga. Memperbaiki hubungan dengan keluarga, terutama dengan ibu dan ayah. Buatlah hati mereka senang dan jangan sampai keberadaaan kita di rumah malah membebankan mereka. Bagi kita yang tinggal jauh dengan keluarga, usahakan sesering mungkin, paling tidak setiap hari menelpon mereka. Meminta maaf untuk dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Begitu pula dengan saudara kandung, sanak saudara, teman dan tetangga. Dengan saling meminta maaf dan memaafkan, pun jiwa jadi tenteram karenanya.  Alangkah indahnya menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kesucian diri, lahir dan batin. Sehingga ketika ramadhan tiba, jiwa kita pun membuka lembar baru yang bersih.

Keenam, menyusun agenda ibadah di bulan ramadhan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin. Karena bulan mulia ini sangat singkat, alangkah baiknya jika setiap detiknya diisi dengan hanya amalan yang berharga.

Ketujuh, membersihkan dan merapikan rumah tinggal. Sangatlah wajar jika kita menyambut tamu yang datangnya setahun sekali ini dengan membenahi rumah tinggal kita. Membersihkannya dan menatanya rapi. Rumah yang bersih, rapi dan wangi pasti sedikit banyak berpengaruh pada penghuninya. Apalagi saat beribadah. Rumah yang nyaman Insyaallah membawa penghuninya beribadah dengan nyaman pula.

Kedelapan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Mengamalkan pola hidup sehat selain baik baik kesehatan tubuh juga baik untuk kesehatan jiwa. Karena tak jarang kita menzhalimi tubuh sendiri. Mengambil waktu istirahatnya, melambatkan waktu makannya, mengotak-atik jam kerjanya dan sebagainya. Mari kita berikan tubuh kita haknya dengan bijaksana. Makan tepat waktu, pola makan seimbang, konsumsi air putih yang cukup, cukup tidur dan olahraga teratur. Tubuh yang bugar tentunya menambah semangat dalam beribadah.

Terakhir, bersyukur dan bergembiralah atas kedatangan bulan Ramadhan. Bersyukur karena kita masih dapat bertemu dengan bulan penuh kemuliaan ini dalam keadaan sehat wal ’afiat. Dan bergembiralah sebagaimana Rasulullah SAW selalu memberikan kabar gembira pada sahabat-sahabatnya manakala bulan ini tiba.

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Semoga kita dipertemukan dengan ramadhan tahun ini dalam keadan sehat wal’afiat, sehingga kita dapat merasakan nikmatnya beribadah di bulan penuh berkah ini. Mari bersuka cita menyambut bulan penuh ampunan yang hampir tiba di pintu gerbang. Dengan membersihkan diri, hati dan pikiran Menyiapkan jiwa dan raga untuk meneguk sebanyak-banyak pahala. Marhaban Ya Ramadhan. Wallahu’a’lam bi shawab.

Grand Opening Sophie Medan

Sophie Paris dan Sophie Martin itu beda ya?” itu adalah pertanyaan yang langsung melintas di pikiran saya ketika melihat undangannya beberapa waktu lalu. Kala itu saya tak langsung googling ke google, melainkan ke  rekan sebelah yang tak lain adalah Diah. “Kayaknya iya” katanya. Jawaban  yang mengusung tema “kayaknya” ini akhirnya membuat saya googling betulan.

Nah, ternyata Sophie Martin dan Sophie Paris itu sama. Dulu kita mengenalnya sebagai Sophie Martin (zaman saya tepatnya^_^), lalu berganti nama menjadi Sophie Paris.

Dulu saya tahunya kalau Sophie itu menjual produk-produk kosmetik dan sandang seperti pakaian, jam, dan tas. Soalnya waktu SMP, kawan sebangku saya pernah bawa katalognya. Ketika itu saya ingat ia pamer tas barunya yang berwana pink. Nah, saat itulah pertama kali saya berkenalan dengan kata Sophie Martin.

Nah, Undangan yang saya sebutkan di atas tadi merupakan undangan Grand Opening Sophie Branch Medan. Para blogger diminta hadir pada pukul 11.30 siang dengan dress code pink. Ketika berangkat, saya tak kepikiran buat makan siang lebih dulu karena memang belum jamnya.

Saya berangkat dengan Diah ke lokasi di Jl. Iskandar Muda No 79 B, di samping Ramayana Pringgan.  Setibanya di sana tampak stand yang dipenuhi dengan anak-anak yang ikut lomba mewarnai. Di dalam gedung ternyata telah hadir para blogger Medan lainnya yaitu Kak Molly,dan Fitri. Segera  setelah itu para blogger lain juga tiba dan bergabung.


Sembari menanti acara resminya yang baru akan dimulai pada pukul 13.00 WIB, kami berbincang-bincang dan sesekali hunting foto di sekitaran ruangan. Sambil saya sesekali hunting kursi kosong ^_^.


Sekitar pukul 13.00, press conference pun dibuka. Hadir pula Mr. Bruno Hasson yang merupakan CEO dan Founder Sophie Paris sebagai bintang tamu.  Beliau turut menjelaskan beberapa produk baru unggulan Sophie, diantaranya Magic Pink yang bisa memberikan efek warna pink yang dapat diaplikasikan pada bagian tubuh yang diinginkan , Magic White yang memberikan efek kulit terlihat putih secara langsung, dan Peeling Ultra Smooth yang mampu mengangkat sel-sel kulit mati.

Before and after applying Magic White

Tak hanya menjelaskan, Mr. Bruno juga iuga turut mendemonstrasikan ketiga produk tersebut.

Selesai press conference, barulah acara resmi dari Grand Opening cabang Medan ini dimulai. Rangkaian acara di lakukan di luar gedung yang dimulai dengan tari persembahan, penyematan bunga melati pada Mr. Bruno, yang dilanjutkan dengan potong tumpeng dan pelepasan balon ke udara. Setelah itu diakhiri dengan memotong pita untuk masuk ke gedung.


Di dalam gedung ada banyak stand produk yang dipajang. Ada tas, sepatu, produk kosmetik dan kecantikan, jam, kaca mata, aneka aksesoris, hingga peralatan dapur. Hari itu ada banyak promo yang bisa di dapat pelanggan. Seperti diskon 50% ditambah 20% untuk pembelian tas tertentu dan banyak promo lainnya lagi.



Dengan adanya cabang Sophie Paris di Medan, saya pikir pelanggan sepertinya akan lebih mudah untuk berbelanja langsung ke tempatnya.

Selesai mengabadikan momen dan mengumpulkan dokumentasi, lambung pun memberontak. Sepertinya tiga potong kue dalam kotak snack tadi tak cukup untuk dijadikan makan siang. Saya dan para blogger Medan lainnya yang telah kelaparan sepakat untuk melepas haus dan lapar di Mie Ayam Jamur Mahmud. Dan segera kami berduabelas pun akhirnya konvoi menyerbu lokasi. 

Rasa Baru Medan Napoleon Tiramisu

Sudah berapa banyak rasa Medan Napoleon yang pernah kamu cobain? 3, 5, 7 atau 10 rasa? Eh rasa Medan Napoleon ada berapa sih?

Sejak awal dibuka Medan Napoleon yang mengusung tagline oleh – oleh kekinian kota Medan, hadir denan lima rasa yaitu Durian Green Tea, Cheese, Caramel, dan Banana Crezy . Lalu tiga bulan kemudian hadir rasa baru lainnya yaitu Extra Cheese Great Chocolate dan Red Velvet. Ketujuh varian ini dibandrol mulai Rp. 55.000,- hingga Rp.75.000,-.

Rasa baru medan napoleon

Nah di bulan April ini Mean Napoleon kembali meluncurkan rasa baru yaitu rasa yang belum pernah ada pastinya. Karena kalau rasa yang sudah pernah ada takkan di sebut rasa baru yak an? :D Rasa yang belum pernah ada tersebut adalah  rasa yang merindukanmu a.k.a. TIRA MISS YOU alias Tiramisu.
rasa baru medan napoleon

Pada Jumat sore, 14 April 2017, kami kebagian buat meramaikan rangkaian acara peluncuran Medan Napoleon Tiramisu yang bareng Irwansyah lagi yaitu Ngopi Sore Bareng Irwansyah di Arya Duta Hotel. 
harga medan napoleon tiramisu

Medan Napoleon Tiramisu ini dikatakan unik dan exclusive. Disebut unik karena memiliki rasa yang lebih kaya dari ketujuh rasa varian sebelumnya. Napoleon Tiramisu terdiri dari lapisan puff pastry dengan dream tiramisu yang creamy dan manis yang berbalut coffee cake yang lembut. Lalu disempurnakan dengan taburan bubuk kokoa. Paduan rasa manis, pahit dan aroma kopi berpadu dalam sebuah cake membuatnya unik di lidah dan ingatan.

Dikatakan exclusive karena kotaknya berbeda dengan ketujuh varian rasa lainnya. Tampilan kotaknya tampak mewah dengan beragam landmark kota medan yang tertera di sana.
harga medan napoleon tiramisu
Medan Napoleon Tiramisu Rp. 75.000,-

Pada kotak Medan Napoleon Limited Edition ini terlihat patung Guru Patimpus Kantor Pos Lapangan Merdeka dan Tugu Air Tirtanadi beserta penjelasan singkat masing-masing Landmark. Hal ini sebagai salah satu bentuk apresiasi dan kecintaan Medan Napoleon kepada Sumut.

Untuk saat ini Medan Napoleon Tiramisu masih diproduksi terbatas, namun akan sgera diperbanyak agar dapat dinikmati pelanggan tanpa batas minimum pembelian.

Para pecinta kopi sepertinya bakal menyukai bahkan merindukan rasa Tiramisu ini sesuai dengan pelesetannya Tira Miss You yang ngangenin, kalau kata mereka yang sudah coba. Apakah kamu salah satunya?

Azalea Solusi Masalah pada Rambut Berhijab

Apa sih masalah pada rambut berhijabmu? Apakah rambut rontok, berketombe dan lepek ada dalam daftar masalahmu? Wah kurang lebih sama deh kalau gitu.

Pergi pagi pulang petang, bahkan malam, seharian beraktifitas di luar dengan hijab, sering kali mengakibatkan rambut kurang bernafas bebas. Apalagi kalau lagi traveling dengan teman-teman, ke luar kota kota pula, biasanya saat untuk kepala benar-benar lepas dari hijab adalah saat tidur malam hari.
Model By Kyo
Belum lagi kebiasaan-kebiasaan yang mendukung masalah pada rambut berhijab yang kerap kita lakukan, misalnya karena harus segera berangkat melaksanakan aktifitas, kita langsung pakai hijab padahal rambut masih belum benar-benar kering setelah dicuci. Akhirnya rambut jadi lembab, ditambah panasnya cuaca hingga memicu rasa gatal karena keringat, dan tadaaa…muncullah ketombe.
Mbak Dita (Paling Kanan)
Kata Mbak Dita, Brand Eksekutif Azalea, pada acara #AzaleaHijabDating Sabtu lalu di Whitehaus Café, masalah utama rambut bagi hijaber adalah karena kurangnya sirkulasi udara untuk rambut. Karena sirkulasinya kurang rambut jadi lepek, lembab lalu gatal dan berketombe hingga efeknya jadi rontok.

Ada beberapa tips untuk hijaber agar rambut tetap sehat dan jauh dari masalah rambut yang disebutkan di atas:

Pertama. Gunakan hijab yang bahannya mudah menyerap keingat, sehingga rambut tidak gampang lembab dan rambut tetap mnendapatkan sirkulasi udara.

Kedua, Gunakan ciput atau dalaman hijab yang berbahan kaos atau katun, agar mudah menyerap keringat.

Ketiga. Gunakan ciput atau dalaman hijab yang tidak menutupi seluruh bagian kepala belakang. Misalnya ciput yang berbentuk bando sehingga bagian kepala tidak tertutupi seluruhnya sehingga memungkinkan udara tetap bisa tersirkulasi.

Keempat, Pastikan ikatan rambut agak longgar sehingga udara masih bisa masuk. 

Kelima, Jangan malas untuk menyisir rambut. Selain agar rambut rapi dan melancarkan sirkulasi udara pada rambut, menyisir rambut terbukti baik untuk melancarkan peredaran darah di kepala lho.

Keenam, Cuci rambut secara teratur. Nah, tiap orang biasanya punya intensitas kebutuhan yang berbeda, tergantung jenis rambut dan aktifitas si pemilik rambut. Ada yang butuh cuci rambut tiap hari ada pula yang tiap dua hari. 

Ketujuh, Gunakan shampoo yang perawatannya sesuai untuk rambut berhijab. Kalau saya, butuhnya shampoo yang efeknya ketika berhijab kepala akan merasa tetap adem dan tidak mudah gerah. 

Pas pula diberi kesempatan untuk mencoba produk Azalea #therealhijabhaircare yang diinspirasi oleh Natur. Nah, selama kurang lebih semingu saya mencoba produk Azalea, yaitu Shampo dan Hairmist nya.

Jadi, Azalea Shampoo mengandung Zaitun Oil dan Ginseng ekstrak yang dapat menutrisi rambut sehingga rambut segar dan bebas lepek. Selain tidak menggunakan bahan kimia, bahan-bahannya diekstraki sendiri oleh PT. Gondowangi sehingga kualitasnya terjamin. Ketika dipakai dan setelah dipakai, kepala terasa dingin karena mengandung menthol.

Sedangkan Azalea Hairmist mengandung Zaitun Oil, Aloe Vera, dan menthol yang prosesnya juga diekstraksi sendiri seperti shampoonya. Azalea Hairmist ini menurut saya keren. Kalau biasanya produk kecantikan yang yang berbentuk spray adalah untuk wajah, kali ini untuk rambut dan hijab. Cara pakainya tinggal disemprotkan saja ke rambut atau langsung ke hijab kapan pun kita merasa gerah. Tidak akan meninggalkan noda di hijab kok. Efeknya kepala dan rambut berkurang gerahnya dan terasa segar kembali. Udah gitu harum pula.

Oiya, Mbak Dita juga sempat mengatakan bahwa pada pemakaian pertama rambut akan terasa kasar dikarenakan shampoo sedang bereaksi mengangkat zat-zat kimia pada rambut. Namun pada pemakaian selanjutnya rambut akan terasa lebih lembut. Nah, kalau pengalaman saya pada pemakaian pertama, efek rambut jadi lebih kasar itu tak berlaku sepertinya. Hehe.

Azalea shampoo dan Azalea Hairmist bisa diperoleh di Brastagi Supermarket, Smarco, Suzuya dan di toko kosmetik di Medan.
By the way, kalau saya adakan Give Away di Instagram yang hadiahnya sepaket Azalea #HijabHairCare Shampo dan Azalea Hairmist, kamu berminat ikutankah?

Menikmati Sensasi Musim Semi Jepang di Dokioo Dessert

Kalau kamu diberi pilihan antara menikmati dessert dan menikmati sensasi musim semi, kamu bakal pilih yang mana?

Nah, bagaimana jika kita diberi kesempatan untuk menikmati keduanya sekaligus? Saya sih pasti tak akan menolak.

Jadi beberapa pekan lalu, Ayu, seorang murid privat saya, waktu itu lagi les, menunjukkan postingan Instagram tentang dessert yang begitu cantik. Semangkuk Es serut sepertinya, dengan siraman mangga di atasnya, dilengkapi dengan topping potongan mangga yang begitu segar. Pas cuaca lagi panas-panasnya di luar. Ah cobaan puasa.

Kalau sesama pecinta dessert dipancing sekali saja dengan postingan yang seperti itu, bisa ditebak kelanjutannya, pasti gak bisa move on. Jadilah kami ngubek-ubek akun Instagram tadi. Dokioo Dessert. Alhasil belajarnya ditunda dulu demi menntaskan keterpesonaan dengan menu-menu di sana.
“Kapan-kapan ke sini yok, Kak” Ajaknya. 

Nah, kemarin sore, akhirnya kesampaian juga mengunjungi Dokioo Dessert ini. Meskipun minus Ayu, berhubung dia sedang mengunjungi rumah Neneknya. 

Awalnya sempat googling di google map tentang lokasi tepatnya di mana, tapi tak muncul. Yang muncul Dokioo Dessert yang ada di Jl. Sumatera. Sebenarnya ada dua lokasi Dokioo Dessert di Medan, di  Jl. Sumatera dan di Cemara Asri. Nah, yang di Cemara Asri ini yang tak muncul lokasinya. Padahal maksud hati memilih yang di sana karena lebih dekat dari lokasi saya. Namun karena memang sudah bertekad ke sana, akhirnya pergi juga dengan Bismillah.

Sesampainya di gerbang Cemara Asri, saya tanya satpamnya. Dan pak satpamnya tahu. Ternyata lokasinya tak jauh dari gerbang, dan tak masuk ke dalam komplek Cemara Asrinya. Tempatnya tepat di depan jalan, sejajaran dengan Masjid Al-Musannif, di sebelah Mak Yung Cafe.
Dokioo Dessert Cemara Asri
Pertama masuk terasa adem AC nya. Waktu itu di luar memang lagi panas. Saya pilih duduk yang di sofa. 

Pramusajinya datang membawakan menu. Mbaknya ramah banget. Ketika saya tanya menu favorit di Cafe ini, Mbaknya bilang “Volcano”. Pas saya lihat gambarnya, saya pikir itu juga sejenis es serut, dan saya kurang suka dengan yang banyak es nya. Akhirnya saya pilih Hanagataa, karena tertarik dengan isinya yang beraneka ragam, minim es serut dan ada eskrimnya. Perfect. Juga saya memesan menu yang namanya Cheese.
Hanagataa
Tak sampai 5 menit, pesanan saya hadir di meja. Hanagataa disajikan dalam mangkuk. Isinya terdiri dari Ice cream vanila, Purin (kalau saya bilangnya pudding agar-agar), Dango (kue beras Jepang), Taro Ball, Pearl, dan Star (rasanya seperti sereal emping jagung).

Sebelum makan Haganataa disiram dengan segelas kecil krim dengan rasa sesuai pilihan kita, ada Matcha, Oreo, Taro, Red Velvet, dan Milk. Saya pilih yang Matcha. 

Purin Pink
Purin Mangga
 Dalam Haganataa ada dua rasa Purin, yang pink rasa strawberry, dan yang g rasa mangga. 
Lalu Ada 3 buah Dango atau kue beras Jepang yang berwarna putih, hijau, dan merah muda. Ini pertama kaliya saya mencicipi Dango. Rasanya sedikit kenyal dan lembut,  dengan rasa manis-manis Jambu. Nagih. 3 kurang. Hehe. 
Begitu pula dengan Taro Ball. Entah kenapa namaya Taro Ball, padahal bentuknya tak bulat :D. Sensasi rasanya mirip-mirip dengan Dango. Kalau saya rasa, Taro Ball sedikit lebih lembut daripada Dango.

Sedangkan yang disebut Cheese isinya berupa sosis, irisan paprika hijau dan keju leleh, yang dibalut dengan kulit lumpia dan digoreng. Sausnya menurut saya seperti saus pada pasta spagethi, tapi yang ini lebih enak.
Perpaduan rasa manis dan asama di sausnya pas, yang dipadukan dengan bumbu yang saya pikir rasanya mirip seperti jintan hitam. Biasanya saya lebih sering tidak ccocok dengan rasa pasta pada spagethi, tapi yang ini saya suka, cocok di lidah.
Sensasi Chesee ketika dimakan terasa kriuk, rasa paprika dan sosisnya masih terasa segar, ditambah gurihnya keju yang meleleh. Saya membandingkan rasanya ketika dimakan tanpa saus dan dengan saus. Dan saya lebih suka ketika dimakan dengan saus, lebih terasa nikmatnya.

Setelah menikmati 2 menu ini separuh jalan, saya baru merasa kalau saya agaknya telah salah pesan menu. Sebab saya mulai merasa kenyang. Inilah efek kalau pergi sendirian, tak bisa berbagi, jadi mau tak mau kekenyangan :D 
Tapi rasanya kok malah ingin berlama-lama di cafe ini ya. Bukan Karena kekenyangannya juga sih, tapi karena musiknya yang buat betah dan gak mau pulang. “Pilihan lagu dan aliran musik Jepangnya itu lho... kok bisa pas kali sama selera musik awak” . Kan jadi ingin minta soft copy nya sama operatornya :D.
Dari segi desain interior, cafe ini cukup instagramable. Ada banyak nuansa yang membuat terasa banget musimnya. Jadi makin mendukung untuk berlama-lama menikmati nuansa musim semi ala Jepang di sini.
Makin nyaman lagi buat berlama-lama nongkrong karena banyak colokannya. Eh?! Fasilitas Wifi-nya juga bukan Wifi-id kok, dan koneksinya lancar. Hehe. Terus, passwordnya saya masih ingat sampai sekarang lho. Saya yakin kalau kamu ke sana, kamu pasti paham apa yang saya maksud. :D. 

Mengenai harga, menu-menu di Dokioo Dessert dibandrol dengan harga standart kafe kalau menurut saya. Bisa dipesan via go food juga. Ini dia daftar menunya. Hati-hati baper ya liat tampilannya :D
 
 
 
 

Nah kalau yang ini tagihan saya. Sampai di rumah saya baru sadar kalau ada potongan 30 %. Dan saya tak tahu kok saya bisa dapat diskon. :D.
Anyway, lain kali saya mau coba menu cantik lainnya juga, dan rencananya tak sendiri, tobat kekenyangan :D. Yok la, kapan kita ke Dokioo Dessert? 



Lokasi Dokio Dessert Medan:

Center: Jl. Sumatera No. 125
Spring: Cemara Asri, Ruko Golden Gate No 8B.
IG: @dokioo.dessert 

Metamorfosis Menabung

Namaku Alliya Okahara. Dan aku sangat suka travelling. Padahal sejak kecil aku paling tak suka bepergian dengan kendaraan. Tak sampai 5 menit dalam bus ataupun mobil, aku pasti mulai terkena sindrom mabuk darat; perut mulai mual, kepala dan pandangan terasa berputar, perasaan dingin kemudian datang menyergap seluruh tubuh, lalu di menit kelima belas, aku memindahkan seluruh isi lambung ke dalam kantong plastik yang sudah disediakan ibuku.

Makanya, aku selalu benci jika lebaran tiba. Karena kami sekeluarga biasanya mudik ke kampung halaman orang tuaku di Batubara. Artinya, kami pasti naik kendaraan.

Tapi sejak SMA, sindrom-sindrom itu tak lagi menghampiri, mungkin karena tubuhku telah terbiasa, berhubung tiap hari aku naik angkutan umum untuk mencapai sekolahku.

Nah, hobi jalan-jalan ini mulai muncul ketika kuliah. Mungkin karena pengaruh teman-teman dekatku, Heni dan Bitha, yang suka jalan-jalan. Lama-lama aku juga jadi menyukainya. Beberapa kali kami kerap berakhir dengan jalan-jalan dadakan alias tidak direncanakan sebelumnya, biasanya pada akhir pekan dan ketika stok tabungan mendukung. Namun, kami tak segila mereka yang karena suka jalan-jalan lantas tak sadar jika stok tabungan telah habis di pertengahan bulan. Mau makan apa nanti?

Sejak saat itu, kami, aku khususnya, sengaja menyisihkan sebagian kiriman bulanan untuk ditabung buat modal jalan-jalan.
 
Sumber: azntourtravel.wordpress.com
Awalnya kami mengunjungi tempat-tempat wisata yang dekat dan terjangkau kantong, seperti Parapat, Danau Toba, Samosir, Brastagi, Tebing Tinggi dan Inalum. Namun kemudian di libur semester 6, kami memutuskan untuk mengeksplorasi Sabang, destinasi terjauh pertamaku. Aku ingat saat itu tabunganku cukup lumayan karena ditambah beasiswa yang baru cair.

Mulai saat itu target tujuan destinasi kami perluas. Tujuan liburan akhir tahun depan adalah menjelajah luar negri. Jepang, negeri impianku saat itu. Negara yang mengingat namanya saja sudah menimbulkan efek bahagia. Pasti ini efek anime yang kutonton dengan begitu gila dan manga yang kubaca dengan begitu rakus. 

Kami pun mulai giat menabung untuk mewujudkan impian kami. Mengencangkan ikat pinggang demi menyisihkan lebih banyak dari uang bulanan, menghemat pengeluaran, juga mencari tambahan pemasukan dengan mengajar privat dan mengajar di kursus bimbingan belajar.

Setelah lulus kuliah, aku bekerja di sebuah NGO. Gajinya cukup lumayan untuk melanjutkan hidup dan juga masih bisa ditabung. Meskipun subsidi dari orang tua telah berhenti, namun mimpi menjelajah Jepang tetap hidup. Hingga di akhir tahun itu, mimpi itu harus ditunda, karena ternyata tabungan kami belum cukup. Kami memutskan untuk menjelajahi 3 negara tetangga dengan budget yang ada. Menjelajahi Thailand, Malaysia, dan Singapura dalam dua pekan.
 
Pengalaman keluar dari negeri sendiri ternyata mengajarkan banyak hal. Aku merasakan langsung makna dari pepatah ”Hujan batu di negeri sendiri lebih baik dari pada hujan emas di negeri orang”. Seenak-enaknya di negeri orang, masih tetap lebih enak di negeri sendiri.

Perjalanan itu pulalah yang memunculkan rasa cinta tanah air dari dalam diriku. Menyadarkanku bahwa Indonesia itu tak kalah keren, bahkan jauh lebih keren. Lalu saat itu aku memutuskan untuk mengganti target jalan-jalanku. Keliling Indonesia dulu, baru keliling dunia. Artinya aku harus lebih giat menabung lagi dan lagi untuk mewujudkannya. Namun Jepang tetap menjadi negara tujuan pertama jika ke luar negeri nanti. Hehe.

Suatu hari, saat usiaku 22 tahun, aku mengisi kelas percakapan bahasa Inggris seperti biasa. Topik diskusi kali itu adalah travelling.

“What country do you wish to visit the most?”  Tanyaku pada mereka.

“France”

“Dubai”

“Japan”

“Canada”

Jawaban mereka beragam. Hingga jawaban seorang murid membuatku tertegun.

“Mecca, Miss” katanya. “I’d like to visit it with my family for hajji and umroh”.

Wah. Hal yang tak pernah terlintas di benakku. Ada rasa malu saat otakku mengulang kembali kata-katanya. Mengingatkanku bahwa tujuan jalan-jalanku dan tujuan jalan-jalannya benar-benar berbeda. Tujuanku Jepang, Tujuannya Mekah. Tujanku bersenang-senang, tujuannya beribadah.

Setelah kupikr-pikir, diusiaku yang 23 tahun ini, tujuan jalan-jalanku adalah untuk bersenang-senang, dan menaklukkan destinasi. That’s all. Hampa. Sedangkan ia, diusianya yang 19 tahun, tujuan jalan-jalannya sangat mulia.

Ah, aku harus memperbaiki niatku. Bukankah Mekah adalah tempat yang malah disarankan untuk dikunjungi? Ralat, Bukankah Mekah adalah tempat yang wajib hukumnya dikunjungi bagi yang mampu? Lalu kenapa malah memampukan diri  untuk keliling dunia, sementara satu tempat yang suci ini kuabaikan nanti-nanti?

Baiklah, aku memantapkan hati untuk memperbaiki kembali niatku, Negara tujuan pertama yang akan kukunjungi adalah Mekah. Jepang baru boleh dikunjungi setelahnya, dengan catatan jika dengan biaya sendiri. Kalau ada yang mau memberi subsidi tentu takakan ditolak. Hehe.

Selanjutnya ketika lebaran tahun itu, aku kembali berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman ayah dan ibuku di Batubara. Siang itu, kami tujuh bersepupu duduk-duduk di samping rumah Uwakku. Bertukar cerita tentang kisah-kisah kuliah, pengalaman kerja, hingga bahasan soal nikah. Tiba giliran Hendra, adik sepupuku , bicara.

“Kakak, Kapan, Kak?”

 Ah pertanyaan ini.

“Maunya sih sekarang, Tapi KUA belum buka”. Kataku tersenyum getir. “Dirimu, rencana mau nyambung ke mana?” Tanyaku mengalihkan topik.

“Rencana mau ambil Akuntansi USU, Kak. Nanti mau sambil kerja. Biar bisa bantu-bantu Mamak juga. Jadi pas tamat kuliah nanti, udah ada kerjaan, jadi bisa sambil nabung buat naik-hajikan Mamak sama Papa.”

Kalimat terakhirnya ini entah kenapa tiba-tiba membuatku sulit bernafas. Aku merasa tertampar. Dadaku sesak. Ingin menangis rasanya.

Di 23 tahun usiaku, otakku dipenuhi dengan kerja dan menabung untuk jalan-jalan, walau baru-baru ini tujuannya jadi Umroh. Sementara dia, di 18 tahun usianya, otaknya dipenuhi dengan kerja dan menabung supaya bisa menaik-hajikan orang tuanya. Aku? Ah, begitu banyak hal-hal yang kulupakan dan kuabaikan. Apakah selama ini aku hidup terlalu egois? Apa sebenarnya tujuan hidupku?

Beberapa hari setelah itu, aku menyusun ulang dan memantapkan niatku. Aku sadar bahwa hidupku tak hanya milikku saja. Orang tuaku, mereka juga berhak atasku.

Maka, mulai sekarang tujuanku adalah mengusahakan dengan semaksimal mungkin  dan menabung untuk menyampaikan orang tuaku mengunjungi tanah suci.

Aku menyadari cita-cita dan niat-niatku terus berubah hingga saat ini. Apakah berarti aku adalah orang yang plin-plan, yang kerap goyah ketika berbentur dengan cita-cita orang lain, yang tak bisa menjadi diri sendiri? Namun, aku tak merasa menyesal karena telah berulang kali merevisi formula tujuan hidupku. Mungkin memang beginilah cara Sang Khalik menunjukkan jalan untuk membuka mata hatiku. Semoga aku bisa terus istiqomah. Aamiin.

Menabung tak lantas mengubah masa depanku menjadi lebih baik, namun menabung memang benar membuka cara pandangku  untuk menjadikan masa depan menjadi lebih baik. Seperti aku dalam pencarian tujan hidupku. Bisa kukatakan bahwa menabung telah mengantarkanku lebih dekat dengan pada tujan hidupku yang sebenarnya. Meski siapa sangka kalau ternyata dalam beberapa bulan ke depan, cita-cita yang sudah ku azzamkan ternyata terpaksa harus di revisi lagi. Man proposes, God disposes. Manusia berencana, namun Tuhan yang menentukan.

Bersambung.

Cerita ini didukung oleh Bank Sumut
#ayokebanksumut
#banknyaorangsumut

MemesonaItu Adalah Mereka yang Tulus Peduli

Siapa yang hadir di benakmu jika diminta untuk menyebutkan sosok–sosok wanita yang memesona? Raline Shah, Putri Indonesia, Miss Universe, Oprah Winfrey, Siti Khadijah, atau bahkan ibunda kita tercinta? Saya yakin kita punya beberapa bahkan banyak nama yang hadir di kepala.

Begitupun saya. Alhamdulillah ada banyak sosok wanita memesona yang hadir dalam hidup saya. Sebut saja beberapa di antaranya ada Ibu, Sari, Lia, Fitri, Paku, Kak Rizky, Ririn, Salwa, Ucha, Dewi, Nurul, Putri dan Bu Uning, (Tuh, banyak bukan? Ini baru beberapa) yang saya yakin banyak dari pembaca yang tak tak kenal siapa mereka. Hehe.

Sosok mereka kerap membuat saya terkagum-kagum sekaligus iri. Iri? Ya, karena saya juga ingin seperti mereka dalam arti memiliki pemikiran-pemikiran dan perilakunya.

Lalu apa sebenarnya yang membuat saya begitu terpesona dengan mereka?

Jika dilihat dari paras dan penampilan, mereka adalah sosok yang beragam, tentu tak bisa disamakan. Jika orang yang pertama kali melihat mereka diberikan kertas yang berisi pilihan: sangat cantik, cantik, biasa, hingga jauh dari cantik, saya yakin kesemua opsi tersebut akan dicontreng. Kesimpulannya, bukan wajah dan penampilan yang membuat saya terpesona.

Karena memutuskan untuk menuliskan artikel ini, saya jadi berfikir, apa sebenarnya kesamaan yang ada pada mereka hingga membuat mereka memesona?

Saya ingat-ingat kembali hal-hal apa saja dari mereka yang membuat saya kagum, terinspirasi, tertegun, tertonjok, dan tergerak untuk menjadi seperti mereka, berfikir seperti mereka, dan berlaku seperti mereka. Hal-hal apa saja yang membuat saya berubah karena hadirnya sosok mereka.

Dalam rekaman ingatan saya, mereka adalah sosok-sosok seperti di bawah ini.

Mereka adalah sosok-sosok yang yang dengan senang hati membatu orang lain, baik itu hal-hal kecil maupun hal-hal besar yang bisa mereka lakukan.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang sigap turun dari mobil dan berlari membantu seorang bapak yang terjatuh karena motornya terserempet truk di jalan raya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang rela menangguhkan melahap rotinya, demi menghampiri sekelompok mahasiswa yang sedang duduk-duduk di taman kota, lalu memungut bungkus makanan yang mereka buang begitu saja, kemudian ia serahkan pada mereka sembari tersenyum menunjuk ke arah tong sampah. Ia mengatakan sesuatu yang tak saya dengar namun saya paham maksudnya. Intinya mengingatkan untuk tidak menyampah.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang lemah lembut pada anak-anak, juga yang rela memungut kucing-kucing terlantar dan merawat mereka bak anak-anak kandungnya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang kerap memasukkan namaku dalam doa-doanya tanpa saya tahu, padahal ia bukanlah ibu atau bagian keluarga saya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang ketagihan untuk berbagi apa saja kecuali kesedihannya, di mana saja dan pada siapa saja, dengan harapan bahwa apa yang ia bagikan dapat bermanfaat dan ia mengharapkan balasan hanya dari Sang Pencipta.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang tak mau diketahui jika ia sedang sedih, sakit ataupun marah padahal saya tinggal di bawah atap yang sama. Jika pun berhasil diketahui, saya pasti mengetahuinya setelah ia sembuh, dan setelah masalahnya selesai. Sedangkan marah, saya tak pernah tahu ataupun melihatnya pernah menunjukkan gejala-gejalanya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang kerap memutar balik motornya untuk membeli dagangan kerupuk, atau balon, atau koran, atau mainan parasut terjun milik bapak-bapak tua,   yang ia temui di jalanan.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang selalu bisa ngobrol asik dengan tiap tukang parkir yang ditemuinya sembari memarkirkan motornya, penjual gorengan di pinggir jalan, penjual es dawet, penjual pepaya dan ikan di pasar, sampai tukang sapu yang sedang duduk-duduk melepas penat, seolah mereka telah kenal lama.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang selalu berusaha agar boncengan motornya tak pernah kosong baik ketika pergi maupun pulang dari suatu acara. “Ada yang mau bareng saya?” Begitu selalu katanya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang selalu berusaha agar tiap perbuatan yang dilakukan untuk dirinya juga bisa bermanfaat untuk orang sekitarnya.

Salah satu dari mereka adalah sosok yang melaluinya saya melihat penerapan langsung dari filosopi “belum beriman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.

Dan setelah saya ingat-ingat lagi, tiga poin terakhir bukanlah dilakukan oleh salah satu dari mereka, namun oleh mereka semua.

Nah, tiap kali saya memgingat masa-masa ini, saya merasa seperti yang saya sebutkan sebelumnya; kagum, terinspirasi, tertegun, tertonjok, dan tergerak untuk menjadi seperti mereka, berfikir seperti mereka, dan berlaku seperti mereka.

Apakah hal yang sama dari sosok pribadi mereka yang membuat saya terpesona? Saya simpulkan bahwa mereka adalah sosok-sosok yang tulus atas segala bentuk kepedulian mereka. Mengharapkan balasan hanya pada Tuhan. Mereka tulus peduli. Tak hanya pada teman, saudara dan orang-orang terdekatnya, tapi pada siapapun, manusia dan semua ciptaan sang Khalik. Oleh karena itu, di mata saya mereka jadi amat memesona.

Hadirnya mereka dalam kehidupan saya adalah satu anugrah yang sangat saya sukuri. Melalui mereka saya banyak belajar. Saya yang awalnya adalah pribadi yang hampir bisa dikatakan anti sosial dan masa bodoh dengan sekitar, merasa tertampar. Melalui mereka saya belajar bersilaturahim, berbagi, berempati, peduli dan perlahan-lahan saya belajar untuk menikmati manisnya rasa ketulusan. Saya ingat semuanya dimulai dengan mulai peduli pada hal-hal kecil di sekitar dan melakukannya dengan tulus.

Terima kasih telah hadir dalam hidup saya dan mengajarkan begitu banyak makna kehidupan. Semoga ketulusan kalian kian berkah dan kian banyak sosok-sosok lain yang tumbuh memesona berkat pesona yang ada pada kalian.

Seseorang mengatakan, “Be somebody you would like to meet”. Jadilah seseorang yang ingin kamu temui. Saya pribadi tak kan menolak bertemu dengan sosok-sosok memesona itu. That’s why I am being somebody I’d like to meet. Oleh karena itu saya sedang berusaha menjadi seseorang yang ingin saya temui. Dimulai dengan mulai peduli pada hal-hal kecil di sekitar dan melakukannya dengan tulus. Karena Memesonaitu adalah mereka yang tulus peduli.

Begitu versi saya tentang #MemesonaItu. Bagaimana MemesonaItu versi kamu? :D