Anak Alergi: Benarkah Dermatis Atopik Tak Bisa Disembuhkan?

Masih ingat sama Kim Min Kyu yang punya alergi dengan kontak fisik sama manusia?

Nah, sama kayak si Min Kyu, aku juga punya alergi kalau berinteraksi sama manusia yang punya potensi menghasilkan segala jenis PHP. Bawaannya mau nyakar-nyakar tembok😁

Dulu ketika anak-anak, aku berfikir bahwa alergi adalah sebuah jenis penyakit (kalau pun memang disebut penyakit) yang lebai. Pasalnya aneh aja ketika lihat di sinetron ada yang bersin-bersin karena dekat sama hewan, atau ketika dekat-dekat sama bunga.
Kesannya maksa gitu lah. Masa iya sih, hanya gara-gara termakan suatu makanan yang ada kandungan kacangnya sedikit saja bisa langsung timbul ruam-ruam lalu sesak nafas, bahkan sampai kejang-kejang lalu pingsan, dan bisa meninggal seketika?

Tapi setelah teredukasi di seperempat abad usia, Aku baru ngeh kalau ternyata alergi adalah fenomena yang sangat serius. Saking seriusnya sampai ada WAO alias World Allergy Organization.


dermatis atopik

Sekitar tahun lalu, aku pernah beberapa kali mengikuti seminar mengenai alergi. Dan sedikitnya ada 3 fakta yang cukup mencengangkan buatku.

  • Yang pertama adalah bahwa alergi ternyata diturunkan terutama dari DNA ibu pada anaknya.

  • Yang kedua bahwa alergi yang dialami bayi umumnya dipicu oleh asupan makanannya. Bahkan makanan yang dikonsumsi ibunya ketika si bayi sedang ASI eksklusif.

  • Yang ketiga yaitu jika alergi pada bayi tidak ditangani serius, nantinya setelah ia beranjak remaja bahkan dewasa akan berevolusi menjadi jenis-jenis alergi lain, umumnya berhubungan dengan pernapasan diantaranya seperti Asma, alergi serbuk bunga, alergi debu, alergi bulu hewan, dsb.

Di situ aku baru loading dengan banyaknya fenomena anak kecil yang punya asma.

Dan mungkin ada banyak yang tidak atau pun baru tahu kalau masalah alergi ini adalah hal yang krusial. Maka dari itu Morinaga ikut peduli untuk kembali turut serta dalam program tahunan yang diinisiasi WORLD Allergy Organization (WAO) yaitu kampanye sepekan memperingati bahayanya alergi sedunia atau World Allergy Week.

Tahun ini World Allergy Week diselenggarakan pada 22-28 April 2018 lalu dengan fokus  tema : Dermatitis Atopik atau Eksim.
Kala dengar Dermatis Atopik, aku jadi teringat sama Kirana. Yang follow aknnya ibuk @retnohening pasti kenal sama Kirana. Ia merupakan salah seorangan anak yang sejak bayi memiliki allergi Dermatis Atopik.

Apa itu Dermatis Atopik?

obat alergi

Dermatitis Atopik atau Eksim adalah penyakit radang kulit, tidak menular, namun bisa kambuh secara berkala, bahkan dapat berada dititik kronis.

Umumnya, kejadian dermatitis atopik dialami si kecil sebelum usia 1 tahun dan prevalensi bayi yang memiliki jenis kulit yang rentan ini diperkirakan mencapai 10-20 %, wow tinggi sekali ya, sedangkan hanya 1-3% terjadi pada orang dewasa. Alergi di kulit ini bisa hilang atau bahkan muncul lagi.

Apa sih penyebab Dermatis Atopik atau Eksim ini?


Nah, seperti yang kusebutkan di awal tadi,  alergi yang dialami anak, faktor pencetus utama adalah bawaan dari ibunya, dan sampai sekarang penyebab Dermatitis Atopik yang lainnya belum dapat dipastikan, namun 50% berasal dari faktor eksternal seperti lingkungan yang kering, debu, bulu binatang, tumbuhan, serbuk bunga, iritasi pada produk pembersih misalnya sabun, deterjen, dll.

Faktor 50 % lagi adalah dari makanan, diistilahkan Teh Big 8 yaitu terdiri dari susu, ikan, telur, jenis seafood kayak udang, cumi-cumi, gandum, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang pohon ( almond, cashew, hazelnut, walnut)

Apa yang terjadi jika Dermatitis Atopik ini diabaikan?


Biasanya kita kalau ada masalah dengan yang namanya gatal-gatal, anggapannya pasti sepele. Alah, Cuma gatal-gatal doang. Tinggal kasi salep aja kali. Gitu ya kan? Tak bisa dipungkiri sih memang.

Perihal dermatis atopik yang merupakan gejala awal alergi, jika diabaikan justru bisa membuatnya semakin reaktif dan berakibat tidak baik.

Jika tidak diatasi segera dan tidak tuntas dalam penanganannya, anak yang memiliki riwayat alergi ketika bayi, terutama dermatis atopik, akan sangat mungkin mengalami perkembangan jenis reaksi alergi lainnya seiring bertambah usianya, seperti asma, alergi debu, alergi bulu binatang, alergi polen atau serbuk bunga, dsb.

Nah, ada baiknya jika bayi kita menunjukkan tanda-tanda seperti ruam-ruam di kulit, dan gatal dan terjadi berulang-ulang, kita segera waspada pada gejala tersebut.

Itulah dia alergi, awalnya tampak sepele, namun efek jangka panjangnya... aiueoxyz.

Dari sisi ekonomi, sangat memakan alokasi pengeluaran rumah tangga, berhubung harus bolak-balik ke dokter dan penyediaan obat-obatan rutin.

Dari sisi tumbuh kembang anak, pasti sangat terganggu dalam bermain, belajar, dan stimulasi tumbuh kembangnya.

Ditambah lagi dari sisi psikologis, baik anak maupun orang tua. Anak cenderung untuk minder dan sadar diri dengan kondisinya terhadap teman-temannya. Sedangkan orang tua harus ekstra tenaga untuk kuat lahir batin dalam mengurusi keadaan anaknya yang spesial.

Lalu, Apa Solusi untuk Anak Alergi?

obat alergi


Hingga saat ini, Dermatitis Atopik kabarnya tidak dapat disembuhkan, namun dapat ditanggulangi dengan cara,

1.    Observasi dan catat apa saja faktor pemicu alergi anak
2.    Jika sudah mengetahui faktornya, maka hindari dan jauhkan anak dari faktor tersebut
3.    Konsultasi dengan dokter anak
4.    Memakai produk hipoalergenik yang tidak ada kandungan parfumnya

Nah, untuk makanan yang tidak bisa dikonsumsi anak, namun anak butuh nutrisinya, kita bisa mencari penggantinya sebagai solusi agar nutrisi untuk tumbuh kembangnya tetap terpenuhi. Misalnya protein susu sapi dan olahannya bisa diganti dengan protein susu kedelai beserta olahannya. 

Jadi di sini peran orang tua memang benar-benar dibutuhkan kreativitasnya.

Oh iya, protein kedelai yang bisa dikonsumsi untuk anak dengan alergi susu sapi juga tak sembarangan ya Bunda, harus protein soya yang sudah terhidrolisis , bisa yang parsial bisa yang  terhidrolisis sempurna, tergantung tingkat alergi yang dimiliki sang anak. Untuk lebih jelasnya bisa cek di www.cekalergi.com

Morinaga Allergy Solution

morinaga allergy week
alergi anak dermatis atopik

Kalau untuk bahan makanan ada buanyak penggantinya, namun kalau susu bagi bayi yang alergi protein susu sapi atau tidak mendapatkan ASI Ekskusif, Morinaga punya solusinya.

Dengan program Morinaga Allergy Solution, Morinaga hadir memberikan solusi alergi si Kecil, ada pun sinergi nutrisi yang dikemas adalah hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre yang berpusat di Jepang.

Keunggulan Morinaga Allergy Solution


Nah ada tiga keunggulan dari program Morinaga Allergy Solution:

1.    Solusi nutrisi untuk mencegah dan mengatasi alergi protein susu sapi
2.    Tersedianya produk nutrisi anak untuk usia 0-12 tahun
3.    Sinergi nutrisinya mencakup Brain care, Body Defense dan Body Growth

chilkid soya

Bahkan menurut hasil survey dari Home Tester, sebuah lembaga jasa penyedia tester produk, 9 dari 10 ibu puas dan merekomendasikan Chilkid Soya sebagai solusi terbaik alergi dengan nutrisi yang kaya dan setara kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang si Kecil. Jadi meskipun si Kecil memiliki alergi tetap berprestasi.

Untuk info lebih lanjut seputar Morinaga, Ayah Bunda dapat akses dan follow semua sosmednya,

Facebook : Morinaga Platinum
Instagram : @morinagaplatinum
Twitter : @MorinagaID
Youtube : MorinagaPlatinum

alergi anak dermatis atopik


Semoga bermanfaat dan tetap semangat mendampingi sang buah hati

Nah, selesai nulis ini aku kembali kepikiran sama si tokoh Kim Min Kyu. Terlepas dari trauma masa kanak-kanaknya yang menyebabkan dia jadi segitu alerginya kalau kontak fisik sama manusia, apa waktu bayinya dia juga punya riwayat alergi sejenis dermatis atopik gitu juga ya? :D




7 Tips Agar Punya Rumah Tahun Ini

"Kak, Kakak orang Medan kok ngekos?"
 
Spontan pesan WA si Indah sore kemarin membuatku terkekeh.
 
"Kakak mah di Medan ini merantau kali. Doain aja semoga segera punya rumah milik bersama suami sendiri di tahun ini". Balasku.
 
Malamnya, ketika kembali berselancar di sosial media setelah 5 hari puasa gawai, terbacalah sebuah artikel yang berjudul Cara Cepat Memiliki Rumah di Tahun 2018. Masya Allah. Tidak ada yang kebetulan bukan. Another semesta mendukung, pikirku :D
 
Penasaran, artikel tersebut pun ku klik. begini kira-kira rangkuman tips nya. oiya, 2 tips terakhir adalah buatanku sendiri :D
 

tipe rumah
Mayfair - Cattelya

Ini dia 7 tips agar bisa punya rumah di tahun ini.


1.Kendalikan segala bentuk cicilan utang


Ada yang pernah punya pengalaman ketika gajian, sebagian besarnya habis dipakai untuk bayar utang? Atau bahkan ketika waktunya gajian, kita yang malah harus menambahi lagi (kalau bahasa Medan nya "Nombo'in") ke bank karena total gaji masih kurang untuk membayar cicilan bulanan? Belum lagi uang arisan bulanan :D.

Jika ditanya perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, semua orang pasti tahu menjelaskannya. Namun ketika dipraktikkan, kebanyakan yang tahu pun sering gagal. Penyebabnya adalah karena kebanyakan orang memakai hampir 90% dari penghasilan per bulannya sebagai kebutuhan belanja rumah tangga. Tak ketinggalan cicilan mobil plus kartu kredit juga sudah melebihi 30% dari penghasilan per bulan.

Nah, sepertinya kita perlu mengubah kebiasaan nih. Usahakan agar tagihan cicilan per bulan tidak melewati garis 30%. Jangan lapar mata, misalnya membeli barang yang nilainya cenderung menurun seperti alat elektronik, tas, bahkan pakaian. Pastikan juga kita tidak punya tunggakan kartu kredit maupun cicilan kendaraan. Malah lebih baik lagi kalau gak pakai kartu kredit.

Selanjutnya kita bisa mulai membiasakan untuk membuat anggaran tabungan untuk DP rumah. Supaya makin semangat.

 

2. Tabungan bulanan minimal harus 40%


Setiap orang punya cara masing-masing untuk menabung. Ada yang caranya dengan mulai mengabaikan beberapa hal berikut seperti: ngopi cantik, promo diskon belanja online, gadget terbaru, diet mulai besok, promo diskon makan, bukber dengan modus reunian di restoran,  dll yang membuat list pengeluaran kita bertambah.

Sebaliknya, tidak ada salahnya untuk membawa bekal, bukber di masjid atau mengurangi hang-out. Seminimalnya tabungan kita harus 40% dari pemasukan bulanan agar saat BI-checking lebih memudahkan kita untuk proses KPR.

 

3. Lakukan survei ke lokasi rumah incaran


Jangan mau terjebak PHP, karena di PHP-in itu enggak enak pakai banget. Saat melakukan survei, jangan hanya percaya dengan melihat brosur. Lakukan peninjauan.

Satu hal yang membedakan Wiraland dengan developer lain adalah adanya Rumah Contoh. RUMAH CONTOH ini akan menjadi tolak ukur bagi masyarakat Medan untuk menilai langsung hunian yang hendak diambil (tidak hanya lihat di brosur saja).

Oiya, Wiraland juga menyediakan fasilitas teknolgi virtual. Jadi calon pembeli yang berada di luar Medan pun bisa merasakan sensasi melihat Rumah Contoh melalui Smartphone.

 
KPR rumah murah Medan
Vanda - Living Room

4. Pilih developer terpercaya


Lihat juga sepak terjang developer nya. Terpercaya atau tidak, bertanggung jawab atau tidak. Tanya teman dan kenalan.

Selain itu lihat juga kesesuaian penawaran harga dan kualitasnya dengan kemampuan kita.

5. Kalkulasikan budget dan pilih penawaran KPR terbaik


Kadang kita pikir yang ditawarkan suatu developer itu murah, namun ternyata masih banyak perintilan-perintilan yang kalau ditotal ternyata malah jadi mahal.

Misalnya suatu developer memberi penawaran bebas biaya KPR, tapi tidak pajak. Sebenarnya biaya yang besar adalah pajak, karena nilainya 5-10% dari harga rumah. Jadi jika harga rumahnya  600an Juta Rupiah, Ya...bisa dihitung-hitung lah ya berapa pajaknya.

Nah, yang menarik dari Wiraland, kita ditawarkan kemudahan cara bayar dengan cicil sesuai kemampuan, yaitu cicil 60x tanpa bunga. Dan juga penawaran Gratis Biaya KPR & Pajak yang diberlakukan bagi seluruh perumahannya yang diperpanjang sampai akhir Mei 2018 ini.

Wah, serius ni tanpa bunga? Bebas riba berarti ya.

oiya, Info lengkapnya ada di  www.wiraland.com atau  bisa juga via telepon di 061-800-258-88

 
Rumah Murah Medan
Cattelya - Living Room

6. Nikah tahun 2018 dengan calon suami sudah menyiapkan hunian lengkap dengan isinya.


Boleh ketawa dan jangan lupa doanya :D. Bukankah ini juga memang cara cepat punya rumah sendiri dengan realistis bagi yang singelillah? :D

 

7. Banyak-banyak bersedekah dan bersedekah banyak-banyak


Seperti kata Ustadz Yusuf Mansur, "Kalau pingin apa-apa, banyak-banyakin sedekah, Insya Allah yang dipinginin akan dateng sendiri dari jalan yang tak disangka-sangka."
Dan jika ingin mendapatkan yang terbaik, berikanlah juga yang terbaik. Setuju? ^_^

 
Nah, jadi cemana. Masih ingin punya rumah tahun ini?

Amankah Minum Air Danau Toba?

Kalau ketika berenang terminum air danau Toba, sepertinya sih gak masalah, karena aku juga pernah beberapa kali. Maksudnya jika dijadikan sumber air Minum, kira-kira aman gak ya?

Nah, jadi postingan kali ini masih membahas perihal air bersih. Jika pada postingan sebelumnya kita membahas tentang Ciri-ciri Air Bersih dan Sehat, kali ini kita akan menelaah sedikit mengenai sumber air.

Kalau di Medan, sumber air bersih kita dari mana ya kira-kira? :D.
Sumber: tribuntravel.com
Tentu masih ingat lah ya sama pelajaran SD yang satu ini, bahwa sumber air bersih di Bumi yaitu dari air hujan, mata air pegunungan, air tanah seperti sumur, sungai, danau, gletser, dan laut.

Laut? Bukannya air laut tak bisa diminum? Kan asin.

Tunggu dulu. Coba lihat di daerah Semenanjung Arab. Berhubung air adalah komoditi langka, mereka kini menggunakan teknologi canggih untuk menyuling air laut menjadi air bersih dan sehat untuk diminum. Air yang awalnya tidak bisa diminum, dengan teknologi, kini aman untuk dikonsumsi.

Teknologi penyulingan dan filtrasi air kini memang sedang digemari dan dikembangkan di negara-negara maju, tak ketinggalan pula di Indonesia. Kalau di Sumatera khususnya Sumatera Utara, kita bisa melihatnya di Danau Toba.

Dahulu air Danau Toba digunakan masyarakat sekitar sebagai sumber air minum. Namun kini warga mulai beralih mencari sumber mata air pegunungan sebagai sumber air minum. Hal ini dikarenakan kualitas air danau mulai menurun sebagai efek jangka panjang aktifitas manusia yang kian ramai di sana.

Kabar baiknya, teknologi filtrasi air untuk Danau Toba telah mulai dikembangkan dan diterapkan, sehingga air hasil filtrasi bisa digunakan sebagai sumber air minum, juga untuk MCK

Sistem filtrasi yang diinisiasi oleh PT Suri Tani Pemuka (STP), anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Indonesia adalah Ultra Filtration Water Treatment, dimana air Danau Toba melewati penyaringan berlapis, memastikan kualitas air yang dihasilkan stabil dan baik untuk masyarakat.

Sampel air hasil filtrasi juga telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk air minum. Jelas Rahmat Indrajaya, Direktur Coorporate Affairs JAPFA.


Kira-kira ini bisa dijadikan destinasi wisata juga gak ya? :D
Fasilitas filter air bersih ini selanjutya akan dikelola oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Nah, jadi sekarang masyarakat Danau Toba sudah bisa kembali menikmati air danau sebagai sumber baku air bersih dan juga air minum.

Hmm… Aku jadi ingin liburan ke Danau Toba, lalu merasakan sendiri bagaimana rasanya minum air Danau Toba yang sudah diberi sentuhan teknologi ini. (Yang sudah dimasak pastinya ya :D)

Penutup

Teruntuk rakyat Indonesia yang masih dikaruniai limpahan kemudahan menemukan sumber air bersih.

Jangan foya-foyakan air untuk hal-hal yang tak perlu. Jangan biarkan ia meluber-luber dari bak penampungan, terbuang sia-sia. Mentang-mentang bayar. Ingatlah bahwa di belahan Bumi lain, ada banyak mansia yang harus menempuh jarak berkilo-kilo meter untuk mendapatkan seember air bersih untuk minum, ada yang harus mendaki gunung dan melewati lembah lebih dahulu untuk menemukan sumber air bersih.

Nah, kita, air masih datang dengan sendirinya. Jangan sampai cucu dan cicit kita atau cucunya cicit kita yang mengalami nasib serupa mereka.

Hargailah yang (masih) kita miliki. Jaga baik-baik agar tak menyesal jika ia jadi tak baik karena tak dijaga baik-baik.

Manfaat Menggambar dan Mewarnai Bagi Anak dan Orang Dewasa

Kapan terakhir kali kamu menghitamkan bola mata model yang tercetak di koran? Atau menambahkan gigi-gigi pada pas foto yang kau dapatkan di meja temanmu? Atau sekedar membuat coretan-coretan abstrak pada kertas yang disediakan hotel saat mengikuti seminar?

Menggambar, baik berbentuk maupun abstrak, itulah yang ternyata kebanyakan dilakukan orang ketika merasa bosan. Saat suara dosen mulai tak bersahabat dengan telinga, saat ocehan MC mulai bercabang kemana-mana, atau saat sumber suara wajib didengar seksama namun kita tak bisa mentup telinga.
 
Asik kali kayaknya ya ^_^

Apakah aktifitas menggambar memang hanya berfungi sebagai penghilang kebosanan bagi orang dewasa?


Karena penasaran, aku mencoba berselancar di internet tentang manfaat menggambar dan mewarnai bagi orang dewasa. Ternyata hasilnya tak beda jauh dengan manfaat kegiatan menggambar dan mewarnai pada anak-anak.
 
Berikut hasil yang kusimpulkan. Sedikitnya ada 5 kesamaan manfaat menggambar dan mewarnai pada anak-anak dan orang dewasa:
 

1. Sebagai Media berekspresi.


Secara psikologi, melalui gambar dan warna, kita bisa mengetahui emosi yang sedang anak rasakan. 
Aku jadi teringat sebuah sesi diskusi dengan Kak Rizky Nasution. "Dari gambar yang dia buat, kita bisa tahu kepribadiannya seperti apa, kita juga bisa mendeteksi apakah anak ini "memiliki masalah" yang perlu diperhatikan secara serius". Begitu kira-kira yang di sampaikan oleh Kak Ky.
 
Tak jauh beda dengan orang dewasa, gambar yang dihasilkan merupakan bentuk penyaluran ekspresi dan emosi atau bahkan cerminan kepribadian. Nah, makanya ada banyak tes psikologi dimana salah satu instrksinya adalah menggambarkan sesuatu. Yang pernah ikut psikotest pasti paham :).
 
Marah, sedih, bahagia, takut, gelisah, galau, dan segala macam emosi lainnya bisa disalurkan dalam bentuk visual melalui aktifitas menggambar dan mewarnai ini. Tak heran setelah melakukan kegiatan ini, kita merasa jadi lebih lega dan lebih santai.
 
Bersyukurlah mereka yang mampu dan bebas mengekspresikan dirinya dalam bentuk gambar. Karena banyak mansia yang tak memiliki kemampuan untuk itu. Aku salah satunya. Kalau mau baca Curhat lengkapnya ada di sini, kalau gak mau juga gak perlu bayar kok :D
 

2. Melatih kemampuan motorik


Pada anak, kegiatan menggambar dan mewarnai tentunya meningkatkan kinerja otot tangan dan akan mengembangkan kemampuan moptoriknya. Hal ini nantinya akan sangat penting dalam tumbuh kembangnya, seperti kemampuan mengetik, mengangkat benda, dan kegiatan yang menggunakan tangan dan otot tangan nantinya.
 
Bagi orang dewasa, ternyata kegiatan menggambar dan mewarnai juga dapat mengasah kemampuan motorik. Untuk apa? Kan memang sudah bisa mengetik dan angkat-angkat barang?
 
Nah, ternyata mengasah motorik agar selalu aktif bermanfaat untuk memperlambat penurunan fungsi motorik akibat penuaan. Semacam olahraga otot tangan gitu deh ya. Olahraga kan memang terbukti memperlambat penuaan. Jadi mewarnai bisa dijadikan salah satu alternatif bagi yang ingin terlihat awet muda, selain pakai treatment skin care dari Korea sana :D
 

3. Meningkatkan Konsentrasi


Kegiatan mewarnai dapat membantu anak untuk menjadi lebih fokus pada aktivitasnya. Hal ini yang akan jadi cikal bakal kefokusannya ketika mengerjakan hal-hal yang membutuhkan konsentrasi dan fokus yang baik,misalnya ketika mengerjakan soal matematika atau hal lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi .
 
Bagi orang dewasa, kegiatan menggambar dan mewarnai akan melatih ketekunan dan ketelatenan. 
Misalnya ketika mewarnani pola-pola yang banyak berulang dan detail-detail yang tak ingin dilewatkan. Kita jadi merasa melakukan suatu yang ribet namun rasanya malah menyenangkan. Dan hal-hal yang menyenangkan cenderung membuat ketagihan. Cobalah kalau gak percaya. :D
 

4. Membangkitkan energi positif.


Tak dapat disangkal bahwa menggambar dan mewarnai adalah memang dunia yang disenangi dan tak dapat dipisahkan dari anak-anak. Melakukan aktifitasnya saja sudah membahagiakan untuk mereka.
 
Pada orang dewasa, aktifitas menggambar dan mewarnai sendiri mampu memberikan kebahagiaan karena mengingatkan pada masa-masa kecil yang bahagia. (Buan berarti masa dewasanya kurang bahagia, tapi ya, begitulah. Pemirsa pasti paham maksud saya :D). Sedangkan secara psikologis, beberapa warna mampu membangkitkan semangat dan energi positif tertentu. Misalnya warna merah, kuning dan jingga bisa membangkitkan rasa semangat, optimisme dan keceriaan, hijau dan biru mampu menenangkan dan menyejukkan.
 
Mari berhitung, benarkah jumlahnya ada 20?

Nah, orang dewasa di sekitarku, cenderung fokus pada beberapa warna saja biasanya, bagaimana dengan orang dewasa di sekitarmu? Atau kamu?
 

5. Meredakan kecemasan


Aku beberapa kali mempraktikkannya pada anak muridku ketika akan memberinya tes wawancara bahasa Inggris. Umumnya anak-anak ketika tahu bahwa ia akan mengikuti tes, ia akan menjadi sadar diri dan tegang. Beberapa anak akan tidak menjadi dirinya yang biasanya. Mereka cenderung demam panggung. Untuk anak-anak yang seperti ini biasanya aku akan memintanya mengeluarkana crayonnya dan akan memulai pendekatan dengan memberikan instruksi menggambar hewan atau makanan kesukaannya. Baru selanjutnya tanpa sadar ia kugiring pada daftar pertanyaan tes wawancara :D
 
Efek dari mewarnai pada orang dewasa disebut-sebut bisa meredakan stres dan kecemasan. Hal ini dibuktikan oleh para ahli psikologi dengan merekam dan mengukur gelombang otak dan ritme jantung pada beberapa orang saat sedang mewarnai. Dan hasilnya, para ahli mengungkapkan adanya perubahan detak jantung dan gelombang otak yang menunjukkan bahwa subjek menjadi lebih tenang.
 
Ternyata, ketika mewarnai gambar, bagian logika pada otak menjadi aktif sehingga menciptakan pola pikir yang lebih kreatif. Bagian otak yang merespon rasa takut bisa beristirahat sedikit demi sedikit hingga akhirnya tenang. Saat mewarnai, orang dewasa akan merasa seperti kembali menjadi anak-anak lagi, sehingga mereka bisa merasakan sensasi kehidupan yang bebas dan tekanan selama beberapa waktu. Begitu penjelasan Dr. Ben Michaelis, seorang ahli di bidang psikologi.
 
Nah, terus aku jadi penasaran dan ingin coba, (belum pernah dicoba sih) kira-kira apa yang akan terjadi padaku jika aku merasa gelisah karena berada pada situasi buntu ide nulis di saat dikejar-kejar deadline, lalu aku bukannya menyelesaikan tulisan, malah mewarnai? Kira-kira bakal seperti apa efeknya ya? :D

 
Nah, itu dia 5 poin kesaaman manfaat yang didapatkan anak-anak dan orang dewasa ketika melakukan aktifitas menggambar dan mewarnai.
 
Kesimpulannya, menggambar dan mewarnai bukan hanya untuk anak-anak saja, orang dewasa juga "butuh". Apalagi kalau aktifitasnya dilakukan bersama-sama, orangtua bersama anaknya misalnya, atau Om dan keponakan. Pasti seru. Selain mengasah kreatifitas juga bisa sekalian menguatkan ikatan antara orangtua dan anak, om dan (calon) keponakan. :D
 
Ini dia unit Colour to Life

Seperti halnya inovasi Colour to Life yang diinisisasi oleh Faber Castle. Selain mengasah kreatifitas anak, program dan teknologi yang ditawarkan Colour to Life juga memasilitasi orangtua dan anak untuk lebih dekat.
 
Hmm...maksudnya?
 
Jadi, Colour to Life merupakan merupakan produk terbaru dari Faber Fastle. Di dalamnya terdiri dari 15 lembar buku mewarnai dan 20 pensil warna. Nah, uniknya Colour to Life ini dilengkapi dengan teknologi AR alias Augmented Reality. Pernah dengar lah ya. Sejenis teknologi 3D tapi lebih nyata.  

Nah, Jadi gini. Setelah kita selesai mewarnai karakter atau gambar yang ada di buku mewarnai tadi, nantinya akan kelar dari buku gambar dan mncul dalam bentuk 3D. Hehe. Seperti sulap kan? :D Dan yang lebih seru lagi, karakter itu bisa bisa kita mainkan. Keren kan. oiya, kita juga bisa berswafoto sama karakternya. :D
 
Caranya, pertama kita harus unduh lebih dahulu aplikasi Colour to Life di Play Store. Lalu pindai gambar yang sudah diwarnai tadi.
 
3,2,1...Tadaa... Dan pesawatnya keluar dari buku ^_^

Dan tadaa...keluarlah karakter yang kita warnai tadi dalam bentuk 3D. Dan karakter siap untuk diajak swafoto dan siap dimainkan dalam pilihan games yang ada di aplikasi Colour to Life. Main games-nya tak memerlukan jaringan internet kok, alias bebas kuota. :D
 
Oiya, ada 5 jenis karakter dan games yang bisa dimainkan di Colour to Life. Kita tinggal pilih dan ikuti instruksinya.
 
Nah, yang terakhir, pasti sudah bisa mengerti lah ya kenapa Colour to Life ini mendekatkan orangtua dengan anak.
 
Yups, tepat sekali. Untuk bisa mengakses teknologi AR tadi, alias bisa merasakan pengalaman main games-nya, Si anak kan butuh gawai. Nah, di sini terutama peran orangtua mendampingi anak dalam menggunakan gawai.
 

Kalau dari sudut  pandangku, ada 2 poin yang menjadikan produk Colour to Life seharga 119K ini layak dimiliki:


1. Faber Castle ingin menanamkan ke anak, bahwa mereka tak hanya bisa bisa memainkan games saja lho, tapi mereka juga bisa ikut serta dalam membuat games-nya. Semoga kelak kian banyak generasi Indonesia yang berkontribusi di dunia digital kreatif.
 
2. Faber castle melalui Colour to Life ini secara tak langsung juga turut mengedukasi kesadaran orang tua agar tetap mengawasi anak dalam penggunaan gawai. Semoga kian banyak orang tua dan calon orang tua yang berliterasi gawai dan menerapkannya.
 
 Emak Blogger Medan ternyata ada 10 orang ya waktu itu ^_^

Akhir cerita, aku bahagia bisa berkesempatan berkenalan dan memiliki Colour to Life ini. Thank You for the invitation Faber Castle. I really appreciated it. Karena bagiku, selain bisa merasakan manfaat aktifitas mewarnai, secara personal, fasilitas mewarnai merupakan terapi suatu fase masa kecil yang harus kutuntaskan. Curhat lebih lengkapnya ada di sini :D

Ciri-ciri Air Bersih dan Sehat

Ingat gak, ketika SD di pelajaran IPA pernah ada bahasan tentang ciri-ciri air bersih? Kalau gak ingat juga gak apa-apa sih, tinggal tanya Google aja ya kan.


Aku sendiri ingatnya (cuma) ada 3 ciri air bersih, yaitu tak berwarna, tak berasa, dan tak berbau. Tapi ketika kupastikan lewat Google, ternyata ada banyak.

Pasalnya kini tengah gencar iklan layanan masyarakat yang mengampanyekan untuk menghemat dan bijak dalam penggunaan air bersih. Diprediksi pada tahun 2030 dunia akan mengalami krisis air bersih, sedangkan Indonesia akan mengalami krisis air bersih sebelum 2040. Padahal 2/3 dari wilayah bumi adalah air, dan Indonesia hampir 3/4 wilayahnya adalah perairan. Klise bukan?

Mau tak mau harus diakui bahwa perilaku penduduk Bumi sendirilah yang menyebabkan Bumi terancam krisis air bersih. Pencemaran lingkungan dan perambahan hutan salah dua penyebab utamanya.

Efeknya, kini rakyat Bumi wajib sadar untuk lebih memperhatikan sikap dan perilakunya dalam memperlakukan air bersih yang masih dimiliki (baca: tersisa).

Ciri-ciri air bersih dan sehat
Sumber: Google

Nah, seperti apakah ciri-ciri air bersih dan sehat?

 

 

Menurut Depertemen Kesehatan, ada 4 ciri air bersih dan sehat untuk minum, yaitu : tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau dan tidak mengandung logam berat.
Sedangkan informasi yang berhasil ku rangkum dari Google, ada sedikitnya 7 ciri air bersih dan sehat.

 

1. Tidak berwarna alias jernih

Bebas keruh dan tidak terkontaminasi zat warna apa pun. Kejernihan air juga merupakan indikasi bahwa air tersebut kaya akan zat oksigen yang terkandung di dalamnya.

2. Tidak berasa alias tawar

Jika air memiliki tambahan rasa lain, semisalnya getir, pahit, asam dan lainnya, bisa disimpulkan bahwa air tersebut telah tercampur zat-zat tertentu. Sebaiknya air tersebut tidak digunakan untuk MCK apalagi untuk air minum. Kecuali air yang berangktan memang sudah siap minum, seperti kopi atau jus jeruk ya kan :D 

 

3. Tidak berbau

Aroma yang terdapat pada air, selain mengindikasikan bahwa air tercampur zat lain, bisa jadi juga mengindikasikan ada bakteri di dalamnya.

 

4. Tidak mengandng logam berat

Nah, ada pula air yang tak berasa, tak berbau dan tak berwarna, namun ternyata mengandung logam berat. Jika dikonsmsi terus-menerus, efeknya tidak akan baik untuk kesehatan. Maka hati-hatilah.

 

5. Tidak mengandung bakteri patogen

Yang dimaksd dengan bakteri patogen adalah serangkaian jenis mikroba yang jika masuk ke dalam tubuh akan berpotensi menimbulkan penyakit yang merugikan kesehatan pengonsumsinya. Contoh mikroba yang sering kali dijumpai pada air tercemar adalah bakteri E. Coli.

 

6. Bebas zat kimiawi arsenik

Sifat kimia dari zat arsenik umumnya tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Jika tercampur dengan air, akan sulit mendeteksinya. Perlu dilakukan uji coba di laboratorium untuk mengetahuinya. Dalam dosis sangat rendah, kita tidak akan langsung merasakan efeknya, namun jika dikonsumsi secara kontinyu, efeknya mematikan.

 

7. Bebas endapan

Berbicara tentang kejernihan air, bukan tak mungkin air yang kita anggap sangat jernih, ternyata jika kita ambil dan kita diamkan semalaman akan tampak adanya endapan, entah di permukaannya atau di dasar airnya. Pastikan air tersebut memang benar- benar jernih agar aman untuk di minum.

 

6. Memiliki PH normal

Kadar keasaman (PH) air yang sehat adalah 7. angka 6 dan 8 beberapa kali masih bisa ditoleransi. Biasanya air yang kadar asamnya tinggi akan cenderung berasa asam, sedangkan yang kadar basanya tinggi akan cenderung berasa getir bahkan pahit.

 

7. Bersuhu normal

Kisaran suhu normal untuk air bersih dan sehat adalah 20-25oC. Suhu air juga dapat menunjkkan indikasi atas kadar oksigen yang terkandung dalam air tersebut, selain itu juga sebagai indikasi kelestarian lingkungan sekitar sumber air.  


Di Indonesia sendiri, saat ini sumber air bersih kita terbagi dua, yaitu sumber air dari langit alias hujan dan sumber air dari tanah.
Air hujan sebenarnya bisa dikonsumsi sebagai air minum, namun saat ini sepertinya kita harus cukup selektif dan bijak, dikarenakan polusi dan pencemaran lingkungan yang kian marak. Jangan sampai air hujan yang kita tampung ternyata terkontaminasi zat-zat kimia berbahaya, seperti air pada hujan asam.

Sedangkan sumber air dari tanah yaitu mata air pegunungan, air tanah seperti sumur, sungai, danau, gletser, dan laut. Pembahasan menegenai ini bisa dibaca dipostingan selanjutnya yaitu Amankah Minum Air Danau Toba? 

 

Penutup


Teruntuk rakyat Indonesia yang masih dikaruniai limpahan kemudahan menemukan sumber air bersih.

Jangan foya-foyakan air untuk hal-hal yang tak perlu. Jangan biarkan ia meluber-luber dari bak penampungan, terbuang sia-sia. Mentang-mentang bayar. Ingatlah bahwa di belahan Bumi lain, ada banyak mansia yang harus menempuh jarak berkilo-kilo meter untuk mendapatkan seember air bersih untuk minum, ada yang harus mendaki gunung dan melewati lembah lebih dahulu untuk menemukan sumber air bersih.

Nah, kita, air masih datang dengan sendirinya. Jangan sampai cucu dan cicit kita atau cucunya cicit kita yang mengalami nasib serupa mereka.

Hargailah yang (masih) kita miliki. Jaga baik-baik agar tak menyesal jika ia jadi tak baik karena tak dijaga baik-baik.

May Day, Mayday

Hari ini tepat dua tahun telah berlalu menurut kalender Masehi. Aku ingat ketika itu aku pikir angkot yang kunaiki akan terjebak dalam antrian panjang di jalanan kota. Mengingat hari itu adalah hari "besar" para pekerja yang sebagian besar merayakannya dengan turun ke jalan, untuk menyuarakan keadilan.
Anehnya, aku sadar kalau hari itu adalah hari libur nasional, namun aku baru sadar bahwa jalur angkot yang kunaiki akan melalui titik-titik "perayaan" beberapa saat setelah menjalani statusku sebagai penumpang. Ah, lagi-lagi pasokan oksigen ke otakku butuh dipacu dengan olahraga yang kian enggan kulakukan.
Ternyata perkiraanku meleset. Angkot yang kutumpangi mengalami rekayasa lalu lintas. Ia mengikuti perubahan jalur seperti instruksi pak polisi, hingga sama sekali tak terjebak euforia perayaan tersebut. 

Hanya kecepatannya yang melambat. Bahkan waktu  tempuh untuk melewati Jalan Adam Malik ke bundaran SIB hingga Plaza Medan Fair hari itu lebih cepat dari biasanya. Tanpa macet lampu merah yang berarti.
Sebuah awal hari yang mengesankan sebagai pemulai awal-mulamu.
Akhirnya tiba juga kami yang memiliki waktu luang dan yang meluangkan waktu. Lalu mengumpulkan diri di ruang tamu kediaman saudari kami di Jalan Sewindu.
Setelah menikmati empuknya sofa, akhirnya kami merasakan bahwa lantai lebih menggoda. Ditemani papan tulis kecil dan seperangkat alat coret-coretnya, es pentol warna warni dan bayi-bayi kucing manja yang hendak beranjak remaja. Kompilasi yang sempurna untuk merancang penampilan dan gaya berpakaianmu bukan?
Pertama-tama kami mendesain pakaianmu. Perpaduan klasik dan mode masa kini namun tetap sesuai tuntunan syariat. Begitulah kesepakatan kami. Kemudian kami memilih jenis kain yang enak untuk kau gunakan, warna yang akan kau sukai dan menunjukkan kepribadianmu, serta beberapa aksesori yang pantas untuk pakaianmu.
Selanjutnya kami menyeleksi penjahit-penjahit terbaik yang kami miliki. Mereka harus paham dengan selera yang kami inginkan dan yang paling penting bersedia dan berkomitmen untuk menyelesaikan pesanan. Menjahit pakaianmu sampai tuntas. Karena pakaian-pakaian itu yang akan kau gunakan selama 2 tahun.
Terakhir, kami memilihkan binatu terbaik untuk pakaian-pakaianmu nanti. Setelah semuanya setuju, kami menyerahkan bagian masing-masing kepada penjahit dan binatu.
Seiring berjalannya waktu, satu-persatu unit pakainmu selesai dijahit. Di bulan pertama, pesanan kami tiba tepat waktu. Lalu di bulan-bulan setelahnya ada beberapa pakaianmu yang di antar ke kediaman kami. Namun ternyata ada sebagian kancingnya yang belum terpasang. Mungkin penjahit kami melewatkannya.
Bulan selanjutnya, bagian lehernya tidak dijahit pinggir sehingga benangnya menjuntai keluar. 
Sepertinya beberapa penjahit kami sedang banyak pesanan hingga mereka cukup sibuk dan melupakan bagian tersebut.
Dan bulan-bulan selanjutnya kian banyak bagian yang tak selesai dijahit. Hingga akhirnya sebagian penjahit kami tak lagi datang mengantarkan pakaianmu. Sedangkan beberapa penjahit lain ada yang menyelesaikan beberapa pakaian yang tidak sesuai dengan gayamu, bahkan sangat jauh dari kepribadianmu, sehingga kau tak sanggup untuk memakai pakaian tersebut. Begitu pula halnya yang terjadi pada bagian binatu.
Beberapa penjahit dan binatu kami menyarankan solusi untuk mencari penjahit dan binatu yang lain. 
Kami pikir itu adalah sebuah jalan keluar yang masuk akal. namun, pencarian kami tak membuahkan hasil memuaskan, sampai akhirnya kami yang tersisa memutuskan untuk mengerjakannya sendiri. 

Beberapa dari kami memang pernah ikut kursus menjahit, sedangkan binatu, kami terbiasa mencuci sendiri. Ada yang menggunakan mesin ada juga yang manual. Menyetrika, Insya Allah kami cukup terlatih.
Dan akhirnya kami yang tersisa menangani penampilan dan gaya berpakaianmu, hingga kini. Sering ketika musim hujan tiba, kau harus bersabar menunggu sepatumu kering, atau ketika listrik sedang dipadamkan bergilir dan kami lupa menyetrika pakaianmu, kami akhirnya memilihkan pakaian yang tingkat kusutnya minimalis. Ya, beberapa bahan pakaianmu anti kusut. Hingga teman dan kenalanmu tak ada yang tahu kalau pakaianmu tidak disetrika.
Memang tak bisa dipngkiri bahwa banyak pihak yang juga ingin ambil alih melayanimu karena mereka juga adalah bagian dari keluargamu dan mereka juga memilikimu. Tak jarang yang berfikir kenapa mereka tidak dilibatkan dalam melayanimu atau mengapa mereka hanya diajak untuk sekedar menemanimu dan berbincang-bincang denganmu saja.
Yang sesungguhnya, dari lubuk hati yang paling dalam, kami selalu mengajak kalian untuk turut serta berbakti padanya. Namun sadarkah kalian kalau kalian sering mengabaikan undangan-undangan yang tak pernah alfa kami berikan sejak awal mula bahkan hingga kini? Mulai dari jenis pengabaian dengan tidak berkabar sama sekali, berkabar tiba-tiba tidak bisa membersamai, hingga yang kerap berjanji meluangkan waktu namun selalu mengingkari.
Kami, ah tidak, lebih tepatnya aku. Aku sadar dan paham bahwa tiap-tiap kita pasti memiliki prioritas dalam hidup. Mereka punya prioritas, begitu pula aku. Pun kami dan kamu.
Ketika kami memprioritaskan meraka namun ternyata kami bukanlah prioritas mereka, bukankah kami melakkan hal yang sia-sia? Sementara ada mereka-meraka lain yang ternyata memprioritaskan kami. Artinya kami telah melakukan hal yang sia-sia dengan menyia-nyiakan mereka-mereka yang lain ini. Bukankah menurtmu juga begitu?
Maka, ketika menemui masa senang, wajar jika yang kami ingat adalah mereka-meraka yang sama berjuang di masa sulit bukan?
Masa senangmu, mungkin begitu mereka menyebutnya.
Percayakah kamu, bahwa jika kita fokus mengabdikan diri pada sesuatu, baik itu hobi, kesenangan, pekerjaan, atau apapun bentuknya, akan ada saat-saat ketika kita mendapatkan sesuatu  yang bentuknya akan kita anggap sebagai bonus?
Orang lain akan melihatnya sebagai sesatu yang mewah atau luar biasa, sedangkan kita akan menganggapnya sebagai bonus. Dan ketika kita menggunakan bonus itu atas namamu, saat itulah mereka akan berkata bahwa mereka tidak diajak turut serta atau redaksi serupa hanya untuk kalangan tertentu saja atau yang itu-itu saja.
Coba pikir, apakah wajar ketika sebuah bonus ekslusif mewakili namamu diberikan kepada mereka yang memiliki catatan cacat pada penepatan janjinya? Atau pada mereka yang hanya terlihat di saat-saat kita bahagia?
Apakah kalimat-kalimatk cukup jahat sebagai manusia?
Aku hanya berusaha berpikir logis, realistis dan humanis di saat yang bersamaan. Aku yakin jika mereka berada di posisiku, sebagai manusia yang punya hati, mereka kurang lebih akan melakukan hal yang sama. Dan aku bisa mengerti cara pandang mereka karena aku juga pernah berada di posisi mereka. Maka, maukah kalian mengambil posisiku agar kalian tahu bagaimana rasanya?
Karena mau tidak mau, kami harus beregenerasi. Dengan begitu, barulah kau dikatakan hidup. Dan dua tahun adalah masa ideal untuk berganti penerus. Kami akan terus berada bersamamu, namun giliran anggota keluargamu yang lain yang akan mendesainkan gaya dan penampilanmu untuk 2 tahun kedepan.
Maka, kuralat kembali petanyaanku di atas. Maukah kalian mengambil posisi kami untuk meneruskan perjuangan dakwah Ia yang kita cinta?
May Day. Mayday.

1 Mei 2018. Dua tahun FLP Medan.


Aku dan FLP
2 Tahun FLP Medan:Apakah kepala dan kaki kita masih sehat(i)?

Blogger Medan, MPR-RI dan 4 Pilar: Bicara Baik-baik

"Kak, Tanggal 20 ada agenda?"


Berawal dari undangan via Line dari Bambang di sebuah sore di bulan April. Dan berakhir dengan kesediaanku menghadiri undangan tersebut setelah mengonfirmasi beberapa hal yang menurutku krusial. Seperti topik yang akan dibahas, karena yang mengundang adalah MPR-RI, agenda acara, dan yang juga tak kalah penting adalah lokasinya, berhubung acaranya berlangsng pada malam hari. Alhamdulillah, lokasinya di pusat kota. Artinya tak terlalu jauh dan mengkhawatirkanku yang pasti akan pulang larut.

Oh iya, Bambang, begitu aku dan beberapa teman menyapanya sejak hari pelantikan jabatannya, tak lain dan tak bukan adalah Arif, Ketua Blogger Medan periode 2018-2019.

Hari H pun tiba. Disebutkan bahwa registrasi acara dibuka sejak pukul 18.00 WIB. Aku berangkat sekitar pukul 16.40 dari rumah. Estimasi jarak dari rumah ke lokasi acara sekitar 15 menit dengan motor dan 40 menit dengan angkutan kota, sudah termasuk durasi kemacetannya jika tidak sedang hujan.

Sengaja ku berangkat lebih cepat karena memang bermaksud tiba lebih awal, berhubung seorang temanku bermaksud mengantarkan paket yang kupesan beberapa waktu lalu ke lokasi acara. Selain itu jalanan pasti akan tersendat di jam tersebut. Alasan lainnya adalah untuk mengantisipasi hujan yang  mungkin turun (tepat ketika aku akan berangkat) jika aku memilih untuk tiba tepat waktu. Yah, beberapa hari terakhir, hujan deras kerap turun setiap sore dan malam hari.

Dan apakah aku berhasil tiba seperti yang kuperkirakan? Ternyata tidak. Manusia berusaha sebaik-baiknya, Tuhan yang menentukan yang terbaik. Perjalananku cukup bergenre drama sore itu. Butuh beberapa lama bagiku untuk menanti angkutan kota yang menuju lokasi. Akhirnya yang ditunggu tiba. Begitu naik, aku disambut dengan asap rokok dari dua orang penumpang dan sang supir. Aku baru sadar kalau aku lupa membawa masker di jaketku, sedangkan masker cadangan berada di ransel yang satu lagi.

Drama berlanjut. Tiba di pertamina Yos Sudasro, Pak supir mengomandokan agar semua penumpangnya menyambung angkutan yang lain, karena ia akan berbalik arah. Padahal perjalanan belum sampai seperempatnya. Jadi aku menunggu selama itu hanya untuk diturunkan dan menunggu lagi?

Hujan mulai turun dan angkutan yang ditunggu tak kunjung tiba. Memesan Gojek pun tidak efektif karena derasnya hujan. Waktu terus berlalu. Hujan mulai reda namun masih belum kondusif untuk memesan gojek, hingga akhirnya angkutan yang langka itu muncul. Sebelumnya ku pastikan pada pak supirnya jika ia benar-benar akan menyelesaikan rutenya.

Baru tiga menit berada kembali di dalam angkutan umum, sang angkutan pun terjebak kemacetan sampai tingkat yang menjemukan. Jam menunjukkan pukul 18.00 WIB. Hujan telah reda, dan aku telah membuang banyak waktu dengan hasil terjebak di kemacetan. Oke, aku membuka Google map, mencari posisiku dan mengira-ngira titik pemberhentian terdekat ke lokasi. Dan aku memesan Gojek.

Aku turun dari angkutan, dan mendapati satu menit kemudian jalanan lancar, sangat lancar malah. Hingga ketika sang pengendara Gojek tiba dan sepanjang perjalanan ke Hotel Grand SwissBell, aku hanya tersenyum-senyum sendiri mengingat hal-hal yang telah kulalui. Kira-kira apakah hikmah dibalik semua drama sore ini?

Pintu lift lantai dua terbuka. Aku disambut  oleh beberapa teman Blogger Medan yang hendak turun ke lantai area parkir untuk sholat maghrib. Aku menuju meja registrasi. Sepertinya banyak yang terjebak hujan sore itu sehingga para peserta juga baru tiba. Apa mungkin cerita mereka sore itu juga bergenre drama?

Baiklah mari kita akhiri pembukaan panjang bergenre curhat ini.

Apa yang dibahas MPR RI dan Blogger Medan sebenarnya?

 

Blogger Medan Mpr-ri
Sang pewara (tebak namanya), Ibu Siti Fauziah (Kepala Biro Humas MPR-RI), dan Pak Andrianto Majid (Kepala Pengolahan Data dan Sistem Informasi, Setjen MPR-RI)

Pertanyaan ini telah mondar-mandir sejak aku mengiyakan undangan waktu itu. Informasi yang ku dapat adalah topik yang dibahas seputar media. Apakah akan membahas tentang etika bermedia sosial? Atau MPR sedang menyosialisaikan program kerjanya dan mereka butuh menggandeng blogger sebagai pendukung progjanya?

Ternyata prediksi keduaku tepat. MPR-RI menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Bareng  Warganet memang merupakan salah satu bentuk pengaplikasian program kerjanya dalam menyosialisasikan penerapan 4 Pilar. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan di kota-kota besar seluruh Indonesia, dan Medan adalah kota pertama.

4 Pilar? Apa itu?


Bukan kamu saja yang mulai mengerutkan wajah, aku juga. Sama sekali tak punya bayangan apa itu 4 Pilar ketika Ibu Siti Fauziah, Kepala Biro Humas MPR-RI menyebutkannya pertama kali. Ah, atau jangan-jangan hanya aku saja yang tak punya gambaran sama sekali?

Lebih lanjut dipaparkan bahwa 4 Pilar terdiri dari : Pancasila, UUD '45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Sampai di sini, aku masih mencoba menerka-nerka arah pembahasan. Sepertinya akan jadi pembahasan yang cukup serius dengan slide-slide yang membosankan. pikirku.

Tapi ternyata dugaanku meleset. Diskusi berlangsung santai dan menyenangkan. Malah sama sekali tidak ada slide-slide menjemukan seperti yang ku prediksi. Layar slide hanya berisi tampilan unggahan Instagram para peserta diskusi malam itu.

Pembahasan lebih menyangkut bagaimana selayaknya dan sebaiknya etika berinteraksi dalam menjalankan kehidupan di dunia siber. Mengingat belakangan ada banyak pihak berkepentingan yang sengaja menyebar berita-berita hoaks, sedangkan pengguna media sosial dengan mudah terpapar dan dibuat bingung dengan isu-isu yang ada.

Maka warganet dihimbau untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya pada suatu berita atau langsung terhasut pada suatu isu. Teliti juga sumber lainnya. Karena jika berita yang sama dari satu sumber berbeda dengan dari sumber lainnya, maka bisa dipastikan ada yang tidak benar dengan berita tersebut. Semakin banyak referensi maka semakin baik. Begitu kira-kira inti yang disampaikan Bu Siti Fauziah.

4 Pilar
Ciee...ada yang yang terkena candid murni

Nah, mengenai bahasan 4 Pilar tadi, aku baru ngeh dan mendapatkan benang merahnya tentang apa itu sebenarnya ketika Pak Andrianto Majid, yang merupakan Kepala Bagian Pusat Data dan Informasi Setjen MPR-RI, menyinggung kata P4.

Tadinya aku berpikir kalau Istilah dan bahasan 4 Pilar ini dibuat karena kekisruhan politik yang belakangan ini kian memanas. Ternyata bukan. Pokok bahasan 4 pilar ini sudah ada sejak dahulu yang kita (kalau kamu memang seangkatan denganku), ayah ibu, dan juga kakek nenek kita, mengenalnya dengan istilah P4 yaitu Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

Kalau kamu juga tidak familiar dengan P4, mungkin kamu adalah generasi yang mengenalnya dengan PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) atau PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Nah, bukankah itu merupakan mata pelajaran di sekolah?

Dengan kata lain 4 Pilar bukanlah hal yang asing bagi kita bangsa Indonesia. Nilai-nilainya pun sebenarnya telah tertanam dalam darah daging kita. Namun tak dapat dipungkiri bahwa sesuatu yang mendarah daging sekali pun, jika tak dibiasakan untuk diingat secara sadar, dan ditanamkan dalam pola pikir dan laku juga secara sadar, hal tersebut akan tertimbun oleh kebiasaan dan pengaruh lingkungan dari pemilik darah dan daging itu sendiri. Analoginya seperti tokoh Blu dalam film Rio, burung yang lupa caranya terbang karena ia terbiasa menggunakan kakinya.

Lebih jauh, Pak Andrianto Majid juga menekankan bahwa sebagai penduduk siber, kita sebaiknya berlaku bijak dalam membagikan informasi pribadi di media sosial, mengingat semakin bervariasinya bentuk kejahatan siber.

  

Blogger Medan Mpr-ri FLP Medan
Agen Ganda (FLP Medan dan Blogger Medan ) bersama Ibu Siti Fauziah

4 Fakta keren dari acara MPR-RI ngobrol bareng Blogger Medan

 

Sedikitnya ada 4 hal yang menurutku keren dari acara ini. Ini dia.

  1. Antusias peserta yang terdiri dari Blogger Medan, pegiat komunitas dan media ini luar biasa. Kalau Sang pewaranya tak pintar-pintar memotong dan mengondisikan diskusi, bisa-bisa diskusi tetap berlanjut sampai dini hari.
     
  2. Waktu tanya jawab jauh lebih panjang dari pada waktu untuk dua narasumber menyampaikan materi. Jujur, aku selalu angkat topi ketika ada acara yang berhasil memberikan waktu diskusi lebih banyak dari pada waktu penyampaian materi. Apalagi kalau nama acaranya diskusi.
     
  3. Narasumber menrutku berhasil menjawab dan menaggapi pertanyaan dan tanggapan para peserta diskusi dengan sangat baik. Meminjam redaksi bahasanya Bibeh, "Jawabannya nyambung, Kak". begitu kira-kira. Pasalnya berdasarkan pengalaman mengikuti banyak acara seminar dan diskusi, jawaban pemateri cenderung lari dari pertanyaan sebenarnya. Entah karena efek berada di depan umum, atau karena terlalu asik berbicara, atau salah menangkap maksud si penanya. Terlepas sang pematerinya menyadarinya atau tidak.
     
  4. Kesadaran dan proses meralat bahasa yang kerap dilakukan oleh Pak Andrianto Majid itu menurutku keren. Beliau mulai dan berusaha mengoreksi bahasanya secara sadar selepas seorang peserta meralat redaksi bahasa pada latar belakang panggung. Peserta itu tak lain dan tak bukan adalah Bang Anugrah Roby, ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Utara. Bang Roby menyinggung perihal penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai salah satu wujud nyata dari penerapan nilai 4 Pilar. "Utamakan bahasa nasional, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing", begitu kutipnya.

Beberapa penggunaan bahasa yang beliau ralat misalnya kata online (dalam jaringan), offline (luar jaringan), netizen (warganet), dan mainstream (arus utama). Dan aku senyum-senyum sendiri ketika beliau sesekali mengoreksi dan hati-hati menggunakan pilihan kata tersebut dalam tutur katanya.

Begini sepertinya cara Allah menegurku, dengan dipertemukan pada sosok seorang Pak Andrianto Majid malam itu. Bahwa ketika diingatkan dan merasa satu kritikan dan masukan itu benar dan baik, maka adalah bijak pula untuk tak menunda-nunda memperbaikinya, apalagi sampai mengabaikannya.

Semoga saja tiap-tiap wakil rakyat kita memiliki jiwa dan laku yang seperti itu.

Tak bisa dipungkiri bahwa untuk memulai sesuatu memang tidak mudah. Namun percayalah bahwa untuk tetap konsisten itu jauh lebih sulit.


FLP Medan MPR RI 4 Pilar
FLP Medan dan Pak Andrianto Majid. Si Kyo dan Andre masih sibuk jadi juru foto di ruang sebelah

Saat ini kita menjadi penduduk di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Cerdaslah dalam bermedia, bijaklah dalam berbudaya. Jika terbentur jangan langsung bertempur. Karena kita bukan hakim. Peran kita menyeru bukan memburu, merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek. Bicara baik-baik dan baik-baik berbicara.

"Bangga sebagai bangsa yang mampu berbicara baik-baik serta baik-baik dalam berbicara, adalah Indonesia". (Randiaputra)

Tak lupa, terima kasih untuk Bambang yang telah repot-repot mengundangku. Sesungguhnya diringankan langkah menghadiri undangan ini adalah berkah untukku. Semoga menjadi amal jariyah buatmu.

Blogger Medan Mpr-ri 4 pilar
Foto bersama usai acara. Ada banyak kamera. Yang mana ka(mera)mu?