Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Tiap Bulan

"Kak, kek mana caranya kok bisa selalu tahu ada promo internet gratis dan pas pula tanggalnya? Apa ada notifikasinya?"


Pertanyaan yang selalu muncul ketika buat story tiap bulan tentang promo internet gratis dari Telkomsel.

Jawabannya tidak ada ya, Siti Aminah. Tidak ada notifikasinya. Jadi sebenarnya itu adalah (mungkin) satu-satunya efek positif dari kecanduan gawai yg ku alami. Jadi tiap hari, selain matikan alarm, ada beberapa aplikasi yang selalu aku buka pagi-pagi. Udah kayak otomatis aja gitu tangannya ngecek beberapa aplikasi itu. Salah satunya aplikasi MyTelkomsel. Seperti suatu rutinitas gitulah.

Kalau diurut MyTelkomsel, Tokopedia, Shopee, Dana, Soco, (yang kesemuanya cuma buat check-in dan lihat kupon diskon doang),  lalu Facebook, Gmail, IG  (yang ketiga-tiganya hanya untuk lihat notifikasi terbaru).

Seringnya kebablasan di IG ketika terpencet tombol eksplore dan terlihat unggahan seputar DIY dan flower arangement, wkkk. Makanya di IG sengaja diaktifkan fitur Daily Limit dan Break Reminder, biar gak keterlaluan kali "khusyuk berzikirnya". Walau pada akhirnya semua tergantung pada keteguhan hati juga🤣).

Dan barulah terakhir WA. Prioritas utamanya cek 3 pin teratas; Ngapain Kita, Keluarga Besar FLP SU, dan Blog M VIP. Baru setelahnya cek Grup pengurus, Blog M dan pesan individu baru. 

Ketika mood sedang normal, 3 pin teratas selalu dibuka dan dibaca, grup selanjutnya siang baru dibuka. Kalau mood sedang kurang normal, paling cuma lihat jumlah notifikasi 3 pin teratas tanpa dibuka, bacanya bisa siang bisa malam, itu pun cuma Ngapain Kita aja yang diterge. Kalau Ngapain Kita aja pun gak diterge, berati ya mood sedang jungkir balik, kayang, salto, atau gelut. Konon lagi chat individu, kapan-kapan lah itu dibukanya🙏.

Nah, jadi curhat pulak. Mari kita kembali ke topik. 

Ada beberapa cara untuk mendapatkan kuota internet gratis tiap bulan dari Telkomsel.  Eh cuma Telkomsel aja, nih? Kalau kartu lain? 
Karena semenjak balik kampung udah pensiun pakai provider lain, jadi ya daku hanya pakar di beberapa dunia per-Telkomsel-an saja.

1. Daily check-in


Program Daily Check-in atau yang sekarang berubah nama menjadi Stempel Berhadiah ini memiliki dua jalur untuk mendapatkan kuota gratis. Satu dari program Hadiah Basis dan satu lagi dari program Hadiah Premium. Ya walaupun jenis dan besar hadiahnya sering berubah tiap bulan, tapi biasanya pasti ada kuota gratisnya sih.
Kuota internet gratis tiap bulan

Kalau yang Basis, kita hanya perlu check-in tiap hari untuk mendapatkan stempel. Ketika jumlah stempel telah terpenuhi, kita tinggal klaim hadiahnya.


Sedangkan yang Premium, hadiah yang bisa diklaim berdasarkan banyaknya transaksi yang kita lakukan di periode itu. Makin besar transaksi yang kita lakukan ya semakin banyak juga hadiah yang bisa kita klaim.

Jenis, jumlah dan besar hadiahnya berubah-ubah tergantung mood si Telkomsel tiap periode. Bisa berupa poin, kuota nelpon, voucher diskon, kuota internet dan lainnya. Harap maklum. Namanya juga Telkomsel. Tapi biasanya hadiah kuota internet gratis selalu ada dan lumayan lah, lepas-lepas makan. Seperti periode ini, macam gini lah bentuknya.

2. Kuota Hepi


Program Kuota Hepi tak lain dan tak bukan adalah promo kuota melimpah yg hanya berlaku sehari. Tanggalnya tidak tetap. Seingatku 2 tahun belakangan program Kuota Hepi hampir rutin hadir tiap bulan. Walau tanggalnya tidak tetap, berdasarkan pengalaman, promo ini berada di rentang pertengahan bulan, antara tanggal 11-22 gitulah.

Nah kalau yang ini nggak akan ada pemberitahuan seperti SMS atau notifikasinya. Hanya saja kalau kita rajin cek di beranda aplikasi MyTelkomsel pasti bakal kelihatan sih. Kalau pun ada notifikasi, ya paling itu notifikasi dariku di IG sirkel para pelanggan notifikasiku; @kakbibeh @nufaz3e @iniyuha dan @kyo_rizki_han.😌


Dulu pertama kenalan dengan kuota Hepi, kita cuma butuh tukar hadiahnya dengan Rp1 saja, tanpa perlu poin. Bulan-bulan berikutnya berubah kebijakan jadi  Rp1 dan 1 poin. Sempat juga ada masa dengan 10 rupiah dan 5 poin. Hingga kini masuk masa Rp1.000 dan 10 poin. Biasa lah ya kan, Telkomsel. Makin lama makin mahal.

Begitu juga dengan besar kuotanya dan masa berlakunya. Kalau tak salah ingat, pertama ikutan ketika besar kuotanya 10gb berlaku hingga jam 12 malam. Lalu berubah jadi 15gb, 22gb, dan 27gb. Masa berlaku pun pernah labil menjadi 24 jam. Jadi walaupun kita menukarnya di jam 11.00 malam, kuota masih berlaku sampai sebelum jam 11 malam berikutnya. Bulan lalu 27gb berlaku sampai 23.59 WIB. Padahal jelas-jelas di SMS pemberitahuan dan notifikasi disebutkan berlaku hingga tanggal besoknya, alias 2 hari. Memanglah ini Telkomsel.

Nah bulan ini 15gb berlaku hingga jam 12 malam (kembali).

Oh iya, di 2 atau 3 bulan akhir tahun lalu, program kuota hepi ini sempat menghilang. Kukira bakal lenyap. Eh rupanya Ada lagi. Alhamdulillah.

3. Jelajah Nusantara


Di Jelajah Nusantara ada beragam hadiah yang bisa kita klaim setelah memenuhi target misi yang kita selesaikan. Kalau kuamat-amati jenis dan besar hadiahnya 11 12 dengan hadiah di Daily Check-in (Stamp Berhadiah). Bedanya, kalau di Stamp Berhadiah semua kuota bisa diklaim dalam sebulan, di Jelajah Nusantara jangkanya jauh lebih lama, berbulan-bulan bahkan lebih setahun. Selain itu, semakin sering dan semakin besar jumlah transaksi via aplikasi MyTelkomsel, semakin lekas pula kita bisa klaim hadiahnya. Walau pun lama, tapi lumayanlah buat tambah-tambah kuota tahunan, eh.😅


Oh iya, perlu digarisbawahi ya, transaksi yang terbaca oleh sistemnya ini adalah transaksi yang melalui aplikasi MyTelkomsel saja. Kalau transaksinya via web atau via SMS tidak akan dianggap oleh sistemnya.

Misal, isi pulsa dari M-banking, beli paket data lewat *363#, transfer pulsa lewat *858#, maka transaksi ini tak akan terhitung sebagai transaksi pada program Stamp Berhadiah dan Jelajah Nusantara, karena transaksinya tidak dilakukan melalui aplikasi MyTelkomsel.  Jadi kalau memang niatnya sekalian biar dapat kuota internet gratis tiap bulan, maka isi pulsa dan beli paket sebaiknya ya via aplikasi MyTelkomsel. Biar gak kena zonk ya kan.

Dan berhubung karena Telkomsel ini (menurutku) suka kali ganti-ganti kebijakan S&K, maka ya legowo dan jangan terlalu banyak berharap supaya tidak kecewa. Seperti aku yang bulan ini pas mau tukar hadiah Jelajah Nusantara eh tidak bisa, atau seperti 2 bulan lalu pas level perjalanan udah sampai di Monas dan tinggal redeem hadiah, tetiba besoknya pas dibuka status perjalanannya mulai dari awal lagi, Sabang. 😶 Berharaplah hanya pada Allah biar gak kecewa. 


Nah, jadi itulah dia beberapa cara mendapatkan kuota internet gratis tiap bulan dari Telkomsel. Semoga lah ada faedahnya.

Udah nulis postingan gini, cak lah tebak, kira-kira di bulan Juli Kuota Hepi tanggal berapa? 
(Eh, rupanya gak ada pulak) 🤣








Jajanan SD yang Dirindukan dan Kenangan yang Nyaris Terlupakan

Peringatan: Tulisan ini panjang dan bernuansa nostalgia dengan unsur kekunoan dan ke-katrok-an personal.

Di masa itu, SD kami belum kenal dengan bakso kojek, sosis, apalagi nuget. Apa itu? (Mixue? Sampai kini pun belum sempat kenalan😁).

Itu adalah zaman ketika duit Selawe masih dapat ditukar dengan 4 bonbon atau dodol garut. Kalau tak salah ingat uang Selawe masih berlaku hingga aku kelas 3 atau 4. Karena setelah itu inflasi besar-besaran dan pelan-pelan bonbon dan dodol garut pun jadi Limpul satu harganya. Kelas 6 jadi Cepek (baca: ce pada cepat, pek pada kopek) sebuah.

Eh, kenalnya kalian dengan Selawe, Limpul dan Cepek? Uang koin 25 Rupiah bergambar burung, ada juga uang kertasnya. That is Selawe.
Sumber Pinterest 
Limpul dan Cepek bukan lima puluh ribu dan seratus ribu seperti yang biasa kita maksud, melainkan 50 Rupiah dan 100 Rupiah.

Kuingat tiap naik kelas uang jajanku juga naik 100 Rupiah. Kelas 1 Rp100, kelas 2 Rp200, kelas 3 Rp300. Begitu seterusnya. Uang jajan bertambah tiap naik kelas adalah sejenis kesepakatan antara aku dan orangtuaku sebagai bentuk reward berhasil tak tinggal kelas.

Waktu naik kelas 2, bahagia sekali rasanya karena uang saku bertambah. Ingin sekali cepat-cepat naik kelas 5 supaya uang jajan jadi Rp500. Biar berasa kayak anak orang kaya yang uang jajannya banyak dan bisa jajan ini itu. Tanpa perlu senantiasa perhitungan, yang ini untuk keluar main (jam istirahat) pertama, yang ini untuk keluar main kedua.

Manalah paham ya kan. Padahal walau uang saku tiap tahun naik, harga barang pun naik. Di otakku, kalau uang jajan naik berarti paten, berasa naik kasta gitu. Aslinya ya sama saja nilainya. Padahal kena tokoh sama inflasi, tapi malah bahagia pula. Kasihan.

Saat kelas 6 aku lupa, apakah uang jajanku tetap Rp500 atau jadi Rp1000. Yang jelas masuk SMP uang jajanku pasti tak kurang dari Rp1000 karena harga jajanan di SMP mahal-mahal😅.

Di kelas 5 dan 6 biasanya aku bawa bekal. Asal mulanya karena teman sebangkuku sejak kelas 4, Linda namanya, rajin bawa bekal, dan bekalnya enak-enak di hidung dan lidahku. Nasi gorengnya enak, mi instan gorengnya enak, bahkan buah-buahan yang dibawanya juga enak. Apalagi air jeruk kasturinya. Darinya juga kutahu di dunia ini ada jeruk kasturi yang wanginya aduhai.

Belum lagi tempat minum, wadah bekal hingga sendok dan garpunya pun terlihat memukau. Di mataku terlihat berkelas. Warnanya sering berganti walau modelnya sama. Dan yang membuatku makin merasa wah, ada tas khusus bekalnya juga. Warna, desain dan bahan tasnya juga membuatku takjub. Punyaku hanya pakai plastik asoy bekas belanja emakku. Wadah bekalku waktu itu ada 2, yang satu banyak sekatnya, satu lagi tanpa sekat. Mana ada tas-tas cantik macam gitu. Terpikir pun tidak.

Yah, itulah awal pertama berkenalan dengan produk Tupperware. Konon, di Aek Loba, masa itu hanya orang-orang kaya saja yang punya.

Di ingatanku, Tupperware adalah botol minum yang bisa dengan aman diletak dalam tas bersama buku-buku tanpa khawatir tumpah atau merembes. Begitu pula dengan wadah makanan, tanpa dibungkus plastik pun tak perlu khawatir minyak pada sambal akan meleber keluar wadah, menodai buku tulis juga tas.

Pernah ketika botol minumku pecah, sengaja kuikut ketika hendak beli botol minum baru. Bertekad untuk mencari yang serupa milik Linda. Tapi tak kutemukan di toko-toko yg kudatangi. Sekian kali berganti toko, akhirnya kutemukan sebuah botol minum persis salah satu punya Linda, baik model, bentuk dan warnanya. Namun kumerasa tetap saja ada aura yang berbeda. Tak seperti milik Linda. Tapi ku tak tahu apanya.

Esoknya, dengan euforia agak lain dari biasa, kumasukkan botol minum baru itu ke ranselku. Tak lupa juga bekalnya. Sesampainya di sekolah, sehabis memarkir sepeda, kusandang ranselku, menuju ruang kelas. Tiba di bangku, rasanya ada yg tak beres. Baru sadar rok belakangku agak basah. Kubuka ransel. Ternyata air dalam tempat minum baru itu tinggal setengah. Padahal tutupnya masih terpasang. Buku-buku di tasku basah semua.

Tak seperti milik Linda yang tak akan menetes sedikitpun walau tempat minumnya ditunggangbalikkan, bahkan dikocak sekalipun. 

Dalam hati, kuhanya bisa bertanya-tanya. WHY? Kenapa kok punya Linda bisa gitu sedangkan punyaku kayak gini? Kan sama-sama tempat minum, sama warna, sama bentuk, sama ukurannya. Why me?

Hmmm, lalu hanya bisa menerima, bahwa memang serupa tapi tak sama. Sejak saat itu kubutuh plastik asoy ekstra untuk tempat minumku.

Jauh hari kemudian baru kuketahui mengapa botol minumku terasa berbeda dengan milik Linda. Di bagian bawah tempat minum Linda bertuliskan Tupperware, di botol minumku tulisannya Houseware. Agak lama kutatap, beberapa kali kueja supaya tak silap baca. Dan memang tak silap.

Saat itu ku belum tahu signifikansi suatu merek. Kini ya sudah pahamlah ya, kan. That's what you called KW. 🐼

Mungkin sejak saat itu kali ya, tiap ke supermarket atau toko yang punya lapak bagian peralatan makan dan minum, entah kenapa pasti disempatkan mampir dan berlama-lama di rak-rak itu. Walau memang gak niat mau beli, karena memang gak butuh juga. Beda dengan lapak stationery atau ATK yang walau pun tak butuh dan tak niat beli, makin lama di situ, ujung-ujungnya pasti ada saja yang masuk keranjang🦝. Obsesi masa kecil rupanya.

By the way, ini bukan bagian dari iklan ya.

Ingatan yang Terbaurkan


SD Inpres 014654, SD-ku, memiliki halaman yang sangat luas. Entah karena itu gabungan dengan halaman SD sebelah jadi tampak sangat luas.
Sumber Google Maps
Jadi ada 2 SD di lokasi itu. Meski tak ada pagar dan penanda batas yang jelas, tapi siswa masing-masing tahu, mana kawasan milik masing-masing. Terutama siswa kelas 6 SD kami dan SD sebelah yang berada di perbatasan wilayah. Bangunan kelas 6 kami berdampingan dengan bangunan kelas 6 SD sebelah. Dipisahkan lahan kosong sekitar 5x5 meter persegi. Dan lahan kosong itu milik kami. Buktinya kalau piket kebersihan, siswa kelas 6 kamilah yang menyapu lahan itu.

Begitu juga saat upacara bendera. Di halaman ada 2 tiang bendera. Yang satu di depan kantor kepala sekolah kami, yang satu lagi di depan kantor kepala sekolah SD sebelah.

Sejujurnya aku butuh waktu lama untuk mengingat bagian UPB (Upacara Pengibaran Bendera) ini. Ingatanku agak bercampur, antara kami upacara gabungan tiap pekan dengan bergantian sebagai penyelenggara, atau upacara masing-masing dan berbarengan. Karena aku ingat kami pernah sering "berlaga" ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hening Cipta. Siapa yg paling kuat suaranya ketika sama-sama mengibarkan bendera. Juga ketika melafalkan teks pancasila. Tak jarang masing-masing gagal fokus. Barisan upacara kami kami pun punggung ketemu punggung.

Dan setelah mengingat-ingat beberapa lama, memang tak salah ingat rupanya. Kedua praktik tadi memang terjadi. Hanya saja kulupa di kelas berapa sistem upacara masing-masing itu berganti menjadi upacara gabungan.

Kalau giliran SD kami, yang dipakai tiang bendera kami dan barisan menghadap SD kami. Pembina upacara, petugas pengibar bendera dan pemimpin upacara juga dari SD kami. Begitu pula ketika giliran SD sebelah, yang dipakai tiang bendera mereka dan barisan juga menghadap SD sebelah. Pun pembina dan pemimpin upacara serta petugas pengibar benderanya.

Jajanan SD di Kantin Sekolah


Bisa dikatakan SD kami tak punya kantin sekolah saat itu (entah kini). Maksudnya, jika definisi kantin sekolah adalah kantin yang berlokasi di lahan milik sekolah, maka memang sekolah kami tak punya kantin. Begitu pula SD sebelah. Warung jajanan sekolah berada di luar tanah sekolah. Lokasinya dekat, persis di belakang bangunan kelas 6 SD kami dan SD sebelah.

Ada 4 warung jualan yang berdampingan rapat-rapat. Masing-masing dimiliki seorang nenek. Nek Bongkok atau Nek Opak, Nek Kurus atau Nek Jinem, Nek Gendut atau Nek Lontong, Dan Nek Cerewet atau Nek Bubur. Sampai kini yang kuketahui nama aslinya hanya nama Nek Kurus yaitu Nek Jinem, karena masih masuk dalam hitungan tetangga. Yang lainnya tidaklah kutahu.

Julukan para nenek cukup mewakili karakteristik figur pemilik warung.

Nek bongkok atau Nek Opak menjual 2 jenis panganan. Opak ubi (yang ukurannya  lebih besar dari piring makan) yang disiram dengan bumbu rujak, dan satu lagi Mi kuah. Mi lidi yang disiram kuah berbumbu micin. Bukan mie gomak. Kini orang Aek Loba sering menyebutnya sebagai Mi Esde ketika ada hantaran mi serupa dari tetangga berhajatan wirit dan sejenisnya.
Sumber Pinterest
Nek Kurus atau Nek Jinem menjual Nasi Lemak, cenil, lupis, keripik pisang, pisang goreng dan bakwan.

Nek Gendut atau Nek Lontong menjual lontong sayur, ongol-ongol, kue lumpang, bakwan, dan tahu isi.

Nek Cerewet atau Nek Bubur menjual bubur kacang hijau, bubur pulut hitam, dan agar-agar yang semuanya disajikan dengan santan mentah. Selain itu juga ada miso, pisang goreng dan bakwan. Dari semua penjual, pisang goreng nenek ini yang paling kusuka. Walau warnanya agak negro, tapi rasa manis dan asamnya pas serta tak seret di tenggorokanku. Kalau bakwannya kurang pas di lidahku karena jenisnya yang kriuk. Di masa itu aku lebih suka bakwan Nek Lontong, yang pulen dan ukurannya gede😁.
Sumber Facebook 
Di kantin Nek Jinem seringnya aku beli cenil dan lupis dicampur. Kenyalnya pas, tak alot tak juga lembek. Lupisnya harum. Perpaduan saus gula merah dan kelapanya itu makyus. Rasanya nagih. Aku jarang beli nasi lemak karena bontotanku lumayan sering nasi juga, nasi goreng. Selain itu harga nasi, lontong dan miso lebih mahal dari pada kue dan gorengan.

Sejak terbiasa menabung, sayang rasanya menghabiskan uang jajan. Di kelas 5 atau 6, ku seperti menemukan solusi berhemat. Bersama Linda, muncullah ketertarikan untuk ikut 'magang' di kantin ketika jam istirahat. Awalnya Linda yang beberapa kali bantu-bantu Nek Lontong mengelap piring lontong yang baru dicuci. Lalu ia pun dikasi sepiring lontong, kadang kue atau gorengan.

Lama-lama aku pun diajaknya. Mulai dari mengelap piring, mencuci piring, menempatkan lontong-lontong dan printilannya ke piring, sampai terkadang ikut bantu menjuali dan menunggui warung Nek Lontong. Kami pun diupah sepiring lontong sayur, dan tak jarang juga dikasi kue atau gorengan oleh Nek Lontong.

Paling sesekali kami absen ketika Kak Leli (kalau tak salah ingat namanya) anak Nek Lontong, ikut membantu menjaga warung, atau ketika SD kami lagi tanding yeye dengan SD sebelah. Berhubung, kami berdua adalah salah dua atlet utamanya😅.

Selain 4 warung jajanan ini, ada lagi lokasi jajanan kami yaitu di halaman sekolah dekat gapura. Secara geografis, lokasi itu milik SD sebelah. Namun di tugunya bertuliskan SD 014654, sekolah kami. Abang-abang Es Tuntung sering ngetem di situ. 

Es tuntung beraroma pandan. Dipotong lalu dicucuk dengan lidi, kemudian dicelup ke dalam cairan coklat. Jadilah es tuntung dengan toping coklat beku. Esnya lembut. Nikmat sekali.

Kadang sering juga abang-abang penjual es serut, es tebu, dan juga ibu-ibu penjual mi pecel mampir di lokasi yang sama di jam istirahat. Tapi aku kurang tertarik. Satu karena aku tak suka es serut. Selain hanya dapat rasa manis sesaat, sisanya tinggal rasa es batu. Rugi kurasa beli es serut🤣. Yang kedua, di rumahku banyak pokok tebu. Hampir tiap siang kuganyangi. Lagi-lagi beli es tebu rugi kali kurasa🤣. Kalau mi pecal, di masa itu aku agak anti makan mi. lebih ke tak terlalu suka rasanya. Kecuali mi goreng bekalnya Linda😁.

Walau pun kusuka dengan es tuntung ini, bukan berarti aku sering beli. Hanya jika beberapa kondisi ini terpenuhi barulah kubeli.

1. Ketika yang antre gak rameeee kali.
2. Ketika tak sedang musim kemarau di mana abu jalanan macam yang tampak di kegiatan pas mobil-mobil off road.
3. Sedang tak musim lalat.
4. Ketika kulihat kain lapnya masih bersih atau paling tidak belum gadel-gadel kali🤣.

Bisa dikatakan emakku cukup berhasil menanamkan makna "jangan jajan sembarangan" di otakku. Kriteria nomor 4 itu aku sendiri yang buat kayaknya.

Tak terlalu ingat kejadiannya gimana, hanya ingat pernah tersaksikanku kain untuk lap mangkoknya Nek Bubur juga dipakai untuk mengelap meja jualannya. Sejak saat itulah kuamati memang kain lapnya disamaratakan. Kan aku jadi berpikir sendiri lalu overthinking dan berakhir menakut-nakuti diri sendiri. Hadeeh.

Sejak saat itu, aku yang awalnya suka banget sama segala bubur dan agar-agar Nek Bubur, juga pisang gorengnya, kemudian hampir tak pernah lagi beli di situ. Trauma.

Padahal, beberapa kali kusempat melakukan sejumlah aksi yang usahanya agak lebih hanya untuk mendapatkan agak-agar kuah santan ini.

Pernah, sengaja ku langsung lari pas lonceng istirahat berbunyi hanya untuk mengejar supaya gak lama mengantre dan gak kehabisan itu agar-agar, berhubung stoknya terbatas.

Pernah juga sengaja datang pagi-pagi ke kantin Nek Bubur sebelum lonceng masuk (karena beberapa hari gak kebagian), eh rupanya hingga lonceng berbunyi, Nek Bubur belum jua datang.

Pernah juga ketika jam praktik olahraga di lapangan usai beberapa menit sebelum lonceng istirahat, ku lekas-lekas ke kantin Nek Bubur. Bahagia sekali rasanya kedapatan agar-agar tanpa harus mengantre dan bebas khawatir mendengar repetan Nek Bubur ketika murid-murid pada berdesakan mau cepat dilayani. Sayang, semenjak kelas 5 itu ku tak pernah lagi merasakan nikmat agar-agar kuah santannya Nek Bubur.

Nah, beberapa hari lalu emakku bercerita, bahwa beberapa pekan lalu ketika aku masih di Medan, ada tetangga wirit dan mengantar agar-agar kuah santan ke rumah. Enak kali katanya. Teringatlah aku pada agar-agar esde Nek Bubur. Dan kepinginlah ya kan. Besoknya terbuatlah dia. Lalu terbuatlah tulisan ini.

Kalau kamu, apa jajanan SD yang paling dirindukan?










Tips Supaya Bougenvile Berbunga Lebat Ala Emakku

Percaya atau tidak, dalam hal berkebun, tak jarang beda tangan beda hasilnya. Begitu kelihatannya memang. Tapi menurutku, ya tak selamanya karena faktor tangan si tukang kebun. 

Banyak faktor lain yang tentu turut bersumbangsih. Seperti media tempat tumbuhnya, cuaca, perawatan dari si tukang kebun, hama (baik kasat maupun tak kasat mata), tangan-tangan tetangga, hingga komunitas ayam dan entok yang sering kepo; numpang mandi lalu 'nengkreng' berjemur menikmati vitamin D alami, atau sekadar 'ngiyup' dari teriknya matahari di siang bolong.

Seperti halnya bunga kertas emakku. Penampakan hasil saat kurawat vs saat emakku yang merawat sangat jauh berbeda. 

Serajin-rajinnya kurawat (kuganti tanahnya, kusiram, kupupuk) hasilnya bunga kertas tumbuh subur, panjang-panjang serta gemuk-gemuk batangnya, hijau serta lebar-lebar daunnya, sepala berbunga jarang-jarang.🤣

Ketika emakku yang merawat (padahal sehari hanya sempat disiram sekali, kadang pun tak sempat) hasilnya pendek-pendek pohonnya, jarang-jarang daunnya, tiap pot isinya bunga semua. Hadeeeh

Bunga kertas bougenvile

Di Aek Loba dan sekitarnya, bougenvile biasa lebih di kenal dengan sebutan bunga kertas. Padahal di daerah lain bunga kertas yang dimaksud adalah Zinnia. 

Bunga Zinnia, Bunga kertas
Bunga Zinnia

Nah, yang dibahas di sini adalah si bunga kertas Bougenvile. Bunga nasional Grenada ini bisa tumbuh sampai 12m. Biasanya berbunga sepanjang tahun, terutama di daerah tropis yang melimpah sinar mataharinya. Ya, walau kata si Mbah Google, ada juga jenis yang berbunga musiman.

Bougenvile termasuk tanaman yang mudah ditanam. Tinggal potong batangnya lalu dicucukkan ke media tanam humus. Letakkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung, juga terlindung dari akses ayam-ayam riuh tetangga. Dengan kadar air seperlunya, biasanya stek batang akan bertunas dalam beberapa pekan, dan sudah bisa dipindah ke area yang disukai.

Bougenvile tak suka lingkungan tanah yang lembab. Kalau kebanyakan disiram, daunnya akan lekas menguning. Mereka adalah tipe tanaman yang bahagia disetrap di panas-panasan. Makin dijemur makin berbunga. 

Jadi, kalau bougenvile di rumahmu jarang berbunga atau ya bunganya pelit-pelit, berarti kuburannya sempit, eh, maksudnya bisa jadi cara perawatannya menentang fitrah tumbuhnya si Bougenvile ini. 

Bunga bougenvile
Potnya ditutupi batu-bata supaya gak jadi TPUA (Tempat Pemandian Umum Ayam) 

Nah, berikut beberapa tips supaya Bougenvile berbunga lebat ala emakku.

1. Letakkan di tempat yang penuh sinar matahari. 

Bougenvile adalah tanaman yang suka sekali dijemur. Kalau diletakkan di daerah yang iyup, alias terlindung dari sinar matahari, maka dia akan pelit berbunga, karena tuannya juga pelit memberi dia cahaya sang surya. 

2. Rajin-rajin pruning

Dulu suka heran, kok emakku ini suka kali sikit-sikit dipotongnya lah itu ujung-ujung cabangnya. Padahalkan kalau cabangnya panjang bisa dililit dibentuk-bentuk ya kan. Eh rupanya maksudnya supanya bertunas lagi, dan tunasnya tak pala sampai panjang-panjang kali akan berbunga lagi, bertumpuk di situ-situ juga. Jadi makin lama satu pot itu jadi kayak bunga semuanya.

3. Beri Ajinomoto

Ilmu ini udah sejak lama diterapkan emakku. Kalau di kamus perbungakertasanku, ini adalah ilmu yang paling pertama dan paling tua yang pernah kurekam. Kayaknya ku sudah tahu sejak sebelum bisa naik sepeda pun (kalau tak salah, sebelum 5 tahun, ku sudah bisa naik sepeda kakak-kakak). 

Bisa diganti dengan merek lain tak? 

Bisa-bisa saja sih ya. Emakku pernah juga pakai micin kiloan. Sisa yang tak habis terjual waktu itu. Kalau Masako dan Royco belum pernah iseng sih. Dan lebih mahal juga🤣. 

Kalau rang-orang beli micin kiloan untuk jualan, pesta atau wirit, emakku beli Ajinomoto kemasan 90gr untuk pupuk bunga kertas. Bisa dikatakan emakku hampir gak pernah pakai pupuk tanaman untuk bunga kertas, selain micin dan Ajinomoto. 

Berapa kali sepekan? 

Kapan teringat saja. Lebih tepatnya, kalau dilihatnya bunganya sudah tak ramai lagi, pas mau menyiram teringat, dicampurkanlah si Ajinomoto ke air siramannya. Tak ada jadwal tertentu. 

Takarannya?

Suka-suka hati. Paling sesendok untuk sekali siram semua pot bunga kertas di rumah.

4. Potong akar secara berkala. 

Padahal sudah diletak di panas-panasan, sudah diberi Ajinomoto, rajin pruning, sudah diberi kasih sayang... Kok tetap saja pelit berbunga ya? 

Coba cek akar dalam potnya, bisa jadi seluruh pot sudah dipadati akar, sehingga tanah untuk menyimpan haranya minim. Maka ketika disiram, nutrisinya lari semua bersama air. Dan tanaman pun jadi lebih lekas layu. Kita bisa kurangi sebagian akarnya, sehingga tanah di dalam pot tetap kondusif. 

5. Jangan buang bekas air cucian dari mesin cuci

Kalau rang-orang sering menampung air cucian beras, emakku rajin menampung air cucian mesin cuci. Untuk apa? Untuk menyiram tanaman di rumah. Apalagi di masa air sumur kerontang kayak gini.

Dan memang jika dibandingkan dengan bunga kertas tetangga, bunga kertas emakku bisa dikatakan jauh lebih wow tingkat keberbungaannya dan lebih rajin berbunga, tak henti-henti. Apalagi di musim menyala-menyalanya matahari sekarang ini.

Heran juga, padahalkan itu air cucian mengandung deterjen ya kan. Kok gak mati, malah berbunga-bunga. Mungkin efek larutan dakinya kali ya.🤣

Bunga kertas bougenvile
Kalau gak salah foto ini diambil bukan dekat-dekat musim orang jiarah 😁

Jadi begitulah beberapa tips ala emakku yang bisa dicoba supaya Bougenvile di rumahmu berbunga lebat. 

Kalau kamu punya resep tradisional versi nenek moyang juga, boleh bagi-bagi dong. 😁🙏







Shapewear for Activities: Will We See Specialized Options for Workouts or Daily?

Shapewear has always been considered a transformative garment, that offers instant sculpting and smoothing effects for the different body types. It has been traditionally associated with being just a garment that was worn during special occasions and formal events.

But now, shapewear and wholesale waist trainers are expanding domain to be included with workout attire and even everyday wear. There’s a growing demand for more functional and versatile, but it also brings the following question: Will we be able to see more specialized shapewear options that have been designed specifically for daily activities or workouts?

The evolution

Shapewear, historically, served primarily aesthetic purposes. This aims to create a slimmer silhouette, as it smooths out bulges and bumps. But thanks to the advancements in fabric technology and design shapewear has been transformed into more than just a figure-enhancing undergarment. 

Modern shapewear now offers us targeted compression, has moisture-wicking properties, and also will provide posture support, as all of the options now cater to diverse needs and lifestyles. 

Shapewear for workouts

Integrating shapewear into workout attire, like a wholesale yoga legging, represents a big trend in the fitness industry. Manufacturers have started to develop more specialized options that have been tailored to the demands of many different activities. These activities can include Pilates, yoga, high-intensity interval training, and also weightlifting. 

These workout-specific garments often feature compression panels that have been strategically placed, that support different muscle groups, enhance circulation, and also promote better alignment during the workouts. Most of them also are made with moisture-wicking fabrics, that will keep you cool and dry, and have a seamless construction to minimize discomfort and chafing. 

Benefits of workout shapewear

They provide enhanced performance, as compression garments can improve muscle efficiency and also reduce fatigue, as they promote blood flow and reduce muscle vibration during workouts, potentially enhancing endurance and performance. 

It also improves posture. Some types of shapewear can incorporate supportive panels and inserts that have been designed to encourage proper posture and alignment, reducing the risk of injuries and enhancing the effectiveness of workouts. 

Shapewear can also boost the confidence. Wearing shapewear during your workouts can provide a sense of security and support. This boosts confidence and generates motivation to push to any challenging workouts. 

Shapewear for daily activities

Not only there isn’t a growing interest in workout-specific options, but also in shapewear that has been designed for everyday wear. These garments provide a subtle shaping and support without sacrificing breathability and comfort. They include briefs, leggings, camisoles, and body suits. Everyday shapewear offers a discreet solution to enhance confidence and comfort during daily activities. 

The future

As there are technological advancements and consumer preferences, are shaping the fashion industry, which means that the future of shapewear holds exciting possibilities. We might see more innovations in construction techniques and materials, which will lead to even more functional and versatile options. 

We can see more customizable compression levels to even smart fabrics that can adapt to individual body movements. There’s a huge potential for specialized shapewear to enhance performance, comfort, and confidence.

Plus Minus Mudik dengan Motor

Sejak 4 tahun terakhir, kami tak ada yang mudik ketika lebaran. Sebelum-sebelumnya minimal aku yang mudik, Medan - Aek Loba ya kan. Sejak balik kampung di 2019, tradisi mudik kembali hanya ke rumah para Uwak saja. Kalau tidak ke Batubara, ya ke Perdagangan. Bergantian titik kumpul silaturahmi tiap tahun.

Sejak Uwak yang di Perdagangan meninggal, berkurang pula lah jatah gantian titik kumpulnya. Jadi tinggal ke Batubara atau Aek Loba saja.

Makin bertambah usia, makin beragam juga situasi dan kondisi kehidupan yang sering tak bisa diprediksi, apalagi ketika momen lebaran. Yang direncanankan jauh-jauh hari bisa tak jadi, yang tak direncanakan bisa tiba-tiba tereksekusi. 

Seperti lebaran 2 tahun lalu, yang seharusnya kumpul di Batu Bara, namun situasi kaminya yang kurang memungkinkan sehingga rencana mudik ditiadakan. Eh, pagi setelah salat Ied, Uwak yang di Batubara mengabarkan bahwa rombongan mereka sedang otw ke Aek Loba. Lengkap dengan seperangkat dandang juga rantang beserta isinya. (Baca: hidangan soto lebaran di rumah Uwak diangkut sak dandang-dandangnya😅). 

Jadilah lebaran 2 tahun berturut-turut rumah kami yang jadi tempat berkumpulnya. 

Jenis tamu pun beragam, ada yang jenisnya kalau hendak berkunjung akan berkabar jauh-jauh hari, ada pula yang jenisnya tiba-tiba berkabar akan datang namun bawa logistik sendiri, ada pula jenisnya serombongan yang ujuk-ujuk sudah sampai di pintu rumah saja. 

Jenis kendaraan mudiknya pun beragam, ada yang datang bermobil-mobil, ada yang tiba serombongan dengan bus Sartika carteran, ada pula yang mengendarai becak khas Batubara, pun ada juga yang naik motor karena mabuk perjalanan jika naik mobil. 

Aku sering salut dengan para pemudik yang mengendarai motor. Tahan ya badannya? 

Kalau aku paling anti mudik dengan motor. Lebih ke gak tahan fisik dan juga lebih banyak jantungannya di jalan🙃. 

Sedangkan trip Aek Loba - Aek Kanopan yang jaraknya sekitar 20 menitan dengan motor saja pun cukup buat lelah. Padahal hanya tinggal duduk manis diboncengan saja.

Pernah ada kawan yang ngajakin mudik Medan - Aek Loba via motor ketika jaman-jaman masih ngajar di Briton, (yang mana saat itu sudah terbiasa dengan suasana perjalanan menggunakan jasa kereta api), digaji sejuta pun awak ogah lah. (Mungkin akan lain jika jadi 100 juta🤣) 

Makanya aku salut sekali dengan orang yang 'tawakal' mudik lebaran dengan motor, bukan cuma antar kota, tak jarang yang mudik antar provinsi. 

Sumber cnnindonesia.com

Walau pun mudik dengan motor tak disarankan pemerintah, tapi ya tetap saja pemudik dengan motor makin banyak tiap tahun. 

Kalau tahun lalu ada 123 juta lebih masyarakat Indonesia yang melakukan mudik di Idulftri, tahun 2024 ini diperkirakan naik 6 persen menjadi sekitar 136,7 juta pemudik. Begitu ujar Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan. 

Tiap moda transportasi pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing ya kan. Sering heran juga, kenapa kok orang banyak yang suka mudik dengan motor. 

Ternyata begini plus dan minusnya mudik dengan motor. 

Kelebihan Mudik dengan Motor

1. Lebih ekonomis

Jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, mudik dengan motor ternyata biayanya jauh lebih murah. Lagi pula setelah sampai di kampung halaman, kita juga bisa jalan ke mana-mana pakai sepeda motor kita. 

2. Bebas Mengatur Perjalanan

Karena membawa kendaraan sendiri, kita bebas mengatur waktu perjalanan kita. Gak perlu repot-repot pesan tiket beberapa hari sebelumnya, atau bahkan berminggu-minggu sebelumnya. Dan juga bebas dari rasa khawatir ketinggalan jadwal berangkat seperti kalau naik pesawat, KA, dan bus. Bisa lebih santai lah ceritanya. 

3. Tidak Perlu Berdesak-desakan atau Antri

Namanya juga mudik lebaran, pasti ramai di jalanan. Dengan motor tentunya lebih bisa menyalip-nyalip dibanding mobil dan bus ketika jalanan padat merayap bahkan macet. 

Walau yang buat jalanan macet tak jarang juga akibat ulah para pengendara motor ini ya kan🙃. 


Kekurangan Mudik dengan Motor

Ada kekurangan pasti ada kelebihan. 

1. Aspek Keselamatan

Ada harga ada mutu. Slogan ini sepertinya juga berlalu untuk jenis transportasi dengan motor saat mudik. 

Mudik dengan motor memang lebih hemat biaya, tapi lebih rawan dari segi kesehatan dan keselamatan di jalan. 

2. Kapasitas Bawaan Terbatas

Mudik naik motor, otomatis jumlah barang bawaan yang bisa dibawa juga lebih minimalis. Gak bisa bawa banyak-banyak. Jadi ya harus pandai-pandai packing dan pilah-pilah. 

Mudik dengan motor
Meskipun berkemas adalah sebuah seni, tetap utamakan keselamatan berkendara
3. Menguras Fisik dan Energi 

Walaupun kita bisa istirahat suka-suka di perjalanan, tetap saja mudik pakai motor menguras lebih banyak energi dan fisik. 

Mudik menggunakan sepeda motor dapat menyebabkan sakit pinggang dan punggung diakibatkan duduk berjam-jam di atas motor.

Selain itu tubuh juga lebih terekspos sehingga rawan masuk angin. Apalagi jika bawa anak-anak. Pastinya lebih berisiko bagi kondisi kesehatan sang buah hati.

4. Macet

Kondisi jalanan yang macet ketika mudik adalah sangat wajar, dan solusi agar tidak macet adalah menggunakan transportasi umum yang dapat mengangkut banyak orang. Selain itu apabila kita terjebak macet ketika berkendara jauh dengan motor sudah pasti sangat menguras tenaga kita bukan? 

5. Rawan Kecelakaan

Faktanya tingkat kecelakaan dengan motor paling tinggi dari semua jenis moda transportasi. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari kondisi fisik yang capek selama perjalanan, keadaan emosional yang tidak stabil dan kondisi jalanan yang macet, juga bisa dari faktor kekurangnyamanan motor yang dikendarai sehingga dapat membuat pengendara kurang konsentrasi hingga menyebabkan kecelakaan.

Jadi jika mudik dengan motor, baiknya kita mengutamakan safety riding saat berkendara. Serta wajib memastikan kondisi motor dalam keadaan baik sehingga memberikan kita rasa nyaman saat mengendarainya. 

Seperti kenyamanan pada Yamaha NMax yang bisa dijadikan pilihan untuk mendukung mobilitas mudik lebaran di 2024 ini. 

Yamaha Nmax 155 series
Berikut beberapa keunggulan cerita Nmax 155 yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. 

Nyaman Saat Berkendaraan

Desainnya yang RELAX RIDING POSITION memungkinkan pengendara untuk memilih posisi berkendara yang nyaman. Ruang kaki lebih luas, membuat posisi berkendara lebih rileks untuk jarak dekat atau pun jarak jauh. 

SUB-TANK SUSPENSION mendukung performa berkendara jadi lebih nyaman dan stabil di berbagai kondisi jalan. Mau jalanannya mulus atau berbatu, tidak akan jadi masalah buat pengendara. Apalagi kalau udah masuk jalan kampung yang istilahnya kalau di Aek Loba kira-kira 'kalau orang hamil lewat jalan itu, langsung brojol' (baca: melahirkan sebelum waktunya). 

Lalu ada MAXI SEAT DESIGN pada jok dengan kontur gandanya ini diharapkan bisa meminimalisir sakit pinggang gitu la ya kan ketika berjam-jam duduk di motor. 

Bagasi Luas

Yamaha Nmax terbaru memiliki MULTIFUNCTION BIG LUGGAGE a.k.a bagasi luas dengan akses yang mudah serta fungsional.

Kita bisa menyimpan helm full face ukuran XL di dalamnya. Jadi bukan hanya lebar tapi juga cukup dalam. Bisa jadi salah satu solusi menyiasati terbatasnya barang bawaan ketika mudik ya kan. 

Penerangan Optimal

Salah satu hal paling menonjol dari  Yamaha Nmax adalah lampunya yang terang serta hemat energi. LED HEAD & TAIL LIGHT adalah desain lampu depan dan belakang yang mewarisi MAX Series DNA dan sudah menggunakan LED.

Jadi, selain cahayanya lebih terang dan lebih hemat energi, juga lebih tahan lama. Ditambah dengan HAZARD LAMP yang dapat memberi tanda dalam situasi darurat (sesuai UU no 22 tahun 2009 peraturan berlalulintas pasal 121 ayat 1). Kita jadi dapat berkendara dengan nyaman dan aman.

Motor Praktis 
Electric power socket yamaha Nmax
Gak perlu bawa-bawa power bank lagi ya kan

Teknologi  yang satu ini, ELECTRIC POWER SOCKET, di NMax memang keren menurutku.  Teknologi ini memungkinkan kita untuk bisa ngecas ponsel saat berkendara. Jadi gak kawatir kehabisan batre hape saat di perjalanan mudik. 

Selain itu juga dilengkapi dengan FULL DIGITAL SPEEDOMETER yang modern dan informatif dilengkapi dengan indikator Y-Connect (Yamaha Motorcycle Connect) Apps, Pesan & Telepon, TCS, VVA dan Temperatur Mesin. Dengan ini kita bisa tetap ngecek ponsel pintar kita tanpa perlu ribet-ribet pegang HP saat berkendara. (Kan bahaya ya kan). 

Fitur lainnya yaitu HANDLEBAR SWITCH CONTROL. Kita bisa memilih tampilan informasi dan pengaturan pada speedometer. Tombol pengatur di handle kiri yang sangat fungsional.

Irit Bahan Bakar dengan BLUE CORE & VVA

Salah satu pertimbangan utama memilih motor tentunya yang irit BBM ya kan. 

Nah, Nmax  memiliki teknologi Blue Core & VVA yang dapat menjaga mesin 155 cc tetap efisien bahan bakar. Motor ini diklaim mampu menempuh jarak kurang lebih 40km dengan 1 liter bahan bakar minyak. 

Selain irit bahan bakar, motor ini dilengkapi fitur STOP & START SYSTEM. Jadi, motor dapat mengurangi konsumsi bahan bakar saat tak butuh bahan bakar, seperti ketika motor sedang berhenti.

Tampil Gaya

Nah, setelah semua keunggulan di atas, nilai plus dari NMax ditambah lagi dengan MAXI STYLE DESIGN nya yang khas skutik Eropa. 

MAXI SIGNATURE COLOR memberikan pilihan warna motor yang elegan serta mewah. Cocok la sekalian untuk begaya pas lebaran biar gak apa kali.
Mudik dengan motor yamaha nmax
Sumber Instagram @renaldimax_id

Nah, itu dia beberapa plus dan minus mudik dengan motor yang bisa jadi bahan pertimbangan saat mudik lebaran 2024 nanti. 

Kalau kamu, gimana persiapan mudik lebaran kali ini, aman? 





Cara Mendeteksi Berita Hoaks dan Penipuan

Hingga akhir Desember 2023, konten hoaks di Indonesia dalam kategori penipuan berada di peringkat kedua.

Cara mendeteksi dan menghindari berita hoaks dan penipuan

Makin lama makin marak saja dunia perhoaksan dan penipuan ini ya. Apalagi usai pemilu. Dengan beraneka modus menjaring mangsa. 

Bagaimana cara mengindari jeratan berita hoaks dan penipuan? 

Berikut 9 tips cara mengidentifikasi berita hoaks dan penipuan yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber. 

1. Biasakan membaca dengan teliti

Mungkin lebih tepatnya budayakan baca sampai habis.

Pernah gak ketika kamu posting suatu informasi agak panjang sedikit saja di grup WA, lalu tak berapa lama ada yang merespon sejenis, "Kak, lokasi acaranya di mana?" atau, "Wah seru. Gimana cara daftarnya, Bang?". Padahal ketika mengetik informasinya, kita sudah buat sejelas-jelasnya. Eallaa...masih juga ditanya lagi.

Tolong janganlah bawa-bawa kebiasaan menanyakan hal-hal yang jawabannya sudah jelas-jelas dibuat. Kebiasaan demikian saya pikir justru membuat keberadaan hoaks ini makin menjadi-jadi. Baca yang bukan hoaks saja lompat-lompat. Giliran ketemu info hoaks, wassalam

2. Biasakan selalu berpikir kritis ketika membaca

Masih nyambung dengan yang di atas. Jika baca sesuatu saja biasa tidak tuntas, bagaimana mau sampai di tahap berpikir kritis coba?

Selain itu juga selalu ingatkan diri untuk tidak lekas-lekas menekan tombol share sampai yakin informasi tersebut benar adanya. Saring before sharing. Begitu istilah kerennya. 

3. Hati-hati dengan dengan judul yang propokatif apalagi bombastis

Sejatinya, tujuan pembuat hoaks adalah mencari perhatian. Caranya supaya diperhatikan ya itu tadi, buat judul yang 'wow'. Baik dari pilihan kata maupun kelebayan makna yang memancing emosi. Istilahnya clickbait atau umpan klik

Pegiat literasi yang sudah terbiasa dengan berita hoaks biasanya punya semacam radar saringan otomatis. Ketika baca judul berita yang terdengar 'wah' biasanya akan langsung hidup 'sinyal waspada' hoaksnya. Walau tak jarang juga kena hoaks pada berita jenis lainnya. 

Sama halnya dengan info-info yang 'too good to be true' alias terlalu indah untuk  jadi kenyataan. Misalnya informasi sejenis tawaran pekerjaan mudah tanpa modal apapun dengan iming-iming penghasilan lumayan dari nomor tak dikenal. Pas dicek entah nomor dari negara mana-mana. Hallah... Tak ada itu semua. Langsung laporkan saja. Atau kalau gabut ya kerjain aja

4. Tidak mempercayai satu sumber berita saja

Jangan mudah percaya dengan apa yang kita lihat, dengar, dan baca, sekalipun yang mengatakannya adalah seorang profesor, menteri, bahkan presiden. Cek dulu yang ia katakan. Fakta atau opini. Karena kini agaknya sedang tren orang bicara asal keluar saja. 

Fokus pada apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan. Berapa banyak coba korban hoaksnya Biden dan Nethanyahu? Sekelas pemimpin negara saja menyampaikan hoaks. Apalagi pemujanya. Belum lagi para pendengungnya. 

Jadi teringat wejangan Sir Indra Hartoyo, dosen mata kuliah Translation kami.

"Always check your dictionary. Selalu cek kamusmu. Profesor ahli bahasa Inggris sekalipun bisa salah pelafalannya. Hanya kamuslah yang boleh kalian percayai.'' Begitu pesan beliau.

5. Budayakan cek silang fakta ke sumber yang autentik

Seorang profesor sekalipun, kalau ia berbicara tanpa sumber yg jelas, ya jangan langsung ditelan bulat-bulat. Apalagi jika seseorang tersebut bukan ahli di bidang yang dia bicarakan. Bisa saja lidahnya keseleo. Apa lagi jika dia tak merasa keseleo lidah. Apa jadinya jika semua yang dikatakannya kita telan bulat-bulat? Mau jadi apa para ibu hamil jika diberi vitamin berupa asam sulfat? 

6. Cermati alamat situs

Di balik sebuah kejahatan terselubung, biasanya ada otak-otak pandai. Pandai-pandai meramu supaya elok nampaknya. 

Nama serta alamat situs hoaks dan penipuan biasanya dibuat mirip-mirip dengan situs resminya, sehingga targetnya terkecoh dan percaya. Situs-situs berita banyak sekali yang begini. 

Berhati-hatilah jika asal informasi dan berita dari situs berdomain .COM, apalagi dari domain gratisan. 

Situs resmi kepemerintahan biasanya menggunakan .GO.ID. Jadi misalnya ada info pendaftaran bansos dari Kementerian Sosial tapi pakai domain .COM, bisa dipastikan 1000% kamu sedang dimodusi penipu. 

7. Ikut serta grup diskusi anti hoaks

Mengutip dari laman Kominfo, di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoaks. Misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di forum ini saya gak ada ikut sih. Sejauh ini tergabung di grup WA Keluarga Besar FLP SU bisa dikatakan sangat 'radikal' dalam penyaringan terhadap berita dan informasi hoaks. Alhamdulillah. 

8.Cek keaslian foto dan video

Kalau dulu zamannya photoshop, kini eranya AI. Memanipulasi foto dan video sungguh gampang sekali.

Suara kita pun bisa kita dengar ngomong entah hapa-hapa padahal kita tak pernah bicara demikian.

Seperti yang dialami Ust. Zaidul Akbar. Beredar video beliau yang disunting menggunakan AI. Jadilah sebuah video yang gerak bibirnya diselaraskan dengan suara yang dihasilkan AI (serupa suara aslinya), sementara beliau tak pernah meyampaikan informasi tersebut. 

Lagi-lagi mengutip dari Kominfo, untuk mengecek keaslian foto, kita bisa memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan. Kalau video, belum tahu saya. Bolehlah kiranya para literat teknologi yang nyasar ke tulisan ini berbagi informasi di kolom komentar yak😁🙏. 

Jadi kitalah yang harus jeli. Jangan sampai terkecoh. Cari lebih banyak informasi terkait. 

Cek silang ke akun resminya. Berdayakan energi kreatif yang kita miliki. 

9. Cek situs hoaks dan laporkan

Ternyata kita juga bisa cek apakah tautan suatu situs web merupakan hoaks atau tidak. Walau tidak semua bisa dicek. Biasanya akan terdeteksi ketika sudah ada yang melaporkan tautan atau situs  tersebut. Seperti di laman ini.

https://transparencyreport.google.com/safe-browsing/search

Sedangkan berita-berita hoaks bisa diakses di bawah ini. Ada juga fitur untuk melaporkan seperti di turnbackhoax.

https://trustpositif.kominfo.go.id/

https://kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks

https://turnbackhoax.id/

Nah, ada satu lagi, nih hasil temuan saya. Semoga benar. Karena saya baru coba dengan akun saya saja. Jadi sejauh ini masih kesimpulan saya sendiri bahwa kita bisa cek suatu tautan itu hoaks atau tidak melalui twitter.

Saya pernah beberapa kali coba pos twit berisi tautan hoaks (lebih tepatnya penipuan sih ini), yang baru dibuat Februari 2024, tapi tidak bisa muncul. Entah ke mana perginya. (Cerita lengkapnya bisa dibaca di pos selanjutnya.) 
Cara mendeteksi berita hoaks dan penipuan

Nah, kamu silakan coba juga. Berhasil gak?😁

Demikian 9 tips cara mendeteksi berita hoaks dan penipuan yang bisa dipraktikkan. Semoga berfaedah.