Showing posts with label Health. Show all posts

Seharian Desain Canva lewat HP? Gejala Mata Kering Jangan Disepelein

Kalau ada yang bilang mendesain itu menyenangkan, kreatif, dan bikin lupa waktu, maka sesungguhnya aku tidak termasuk golongan itu. Karena aku cuma ada di golongan makan waktunya saja. Makan waktu ya, bukan lupa waktu.

Sejak dulu, mendesain justru sering mendatangkan stres buatku. Sekarang pun masih begitu.

Memang, sejak ada Canva, urusan dunia perdesainan terasa jauh lebih mudah. Kalau kata sejuta umat, Canva itu gampang, cepat, dan praktis. Untuk bagian gampang dan mudah, aku setuju. Tapi kalau dibilang cepat? Bagiku belum tentu. 🤭

Masalahnya memang bukan di Canvanya Tapi ya di akunya yang dari sononya memang tidak suka mendesain. Tapi ya mau bagaimana lagi? Ada tuntutan pekerjaan dan kegiatan yang membuatku mau tidak mau harus berhadapan dengan desain. Salah satunya ketika harus membuat desain konten Instagram untuk FLP Sumut. Jadi meskipun tidak suka, ya tetap digeluti juga.

Yang Cepat Itu Kalau Templatnya Sudah Jadi


Kalau desainnya sudah punya templat tetap, nah, itu baru aku bisa bilang Canva benar-benar terasa cepat dan praktis. Tinggal mengganti nama, dan foto, sunting sedikit informasi, rapikan seperlunya. Sudah. Beres.

Tapi coba kalau harus mendesain dari nol? Dah lah. Bisa seharian😭. Perjuangannya bahkan dimulai sebelum Canva dibuka.

Aku harus mencari inspirasi dulu. Lihat desain orang. Cari referensi. Simpan beberapa contoh. Lihat lagi. Cari yang lain. Simpan lagi. Dan tiba-tiba referensinya sudah menggunung saja. 

Bukannya semakin mudah menentukan pilihan, aku malah semakin bingung. Yang ini bagus. Yang itu juga bagus. Kalau pakai konsep ini bagaimana? Eh, tadi ada yang lebih cocok. Akhirnya bukannya desain yang jadi, malah kepala yang penuh.

Setelah itu baru masuk ke urusan printilan. Font-nya apa? Pasangannya yang mana? Warnanya apa saja? Ukuran judulnya? Fotonya diletakkan di mana? Jarak antar-elemen bagaimana? Pakai ornamen apa tidak? Dan kawan-kawannya.

Hal-hal kecil seperti itu kalau dikumpulkan ternyata bisa menghabiskan waktu dan energi yang lumayan besar.

Jadi kalau kemudian aku bilang bisa seharian menatap HP karena desain Canva, jangan bayangkan aku sedang menikmati kegiatan kreatif yang menyenangkan. Justru aku sedang berjuang menyelesaikan sesuatu yang memang harus selesai. 😂
Seharian Desain Canva lewat HP? Gejala Mata Kering Jangan Disepelein


Mata Ikut Jadi Korban


Nah, di sinilah hubungannya dengan mata.
Proses desain seperti itu membuatku bisa berkali-kali melihat layar dalam waktu lama.

Mencari inspirasi. Membuka Canva. Memperbesar desain. Memperkecil. Membandingkan warna. Membaca teks. Mengatur posisi. Mengecek ulang. Terutama EYD-nya. 

Bisa juga nanti jadi kembali mencari referensi karena tiba-tiba merasa desainnya kurang bagus. Gawat kali aku kan. 😌

Kalau sedang benar-benar mengejar pekerjaan, aktivitas seperti ini bisa berlangsung dari pagi sampai malam.
Dan ketika mata mulai terasa sepet, lelah, berair, atau area sekitar alis mulai terasa berat, biasanya aku langsung sadar: "Kayaknya mataku sudah cukup kerja keras hari ini."

Masalahnya, kesadaran itu kadang datang ketika desainnya belum selesai. Jadilah dilema lagi. Mau berhenti, tanggung. Mau lanjut, mata sudah protes. Dan di situlah kemudian muncul rasa khawatir.

Aku mulai merasa mungkin mata sudah terlalu lama dipaksa bekerja. Kadang rasa lelah itu juga membuat mata seperti kehilangan tenaga untuk mempertahankan fokus pada satu titik.

Akhirnya pekerjaan desain yang seharusnya tinggal sedikit malah terasa semakin melelahkan.

Jadi, walaupun gejalanya terasa sepele, ternyata pengaruhnya terhadap aktivitas cukup nyata. Yang tadinya fokus memikirkan desain, akhirnya sebagian perhatian justru pindah ke mata. Kok mulai sepet, ya? Kok berair? Apa aku sudah terlalu lama lihat layar? 

Dan bukannya pekerjaan cepat selesai, aku malah jadi harus mengambil jeda. SePeLe, tetapi bikin kerjaan ikut tersendat.

Ternyata Mata Kering Bisa Terasa Seperti Ini


Sebelumnya aku juga sempat berpikir bahwa mata kering itu ya mata yang benar-benar tidak berair. Ternyata tidak sesederhana itu.

National Eye Institute menjelaskan bahwa dry eye atau mata kering dapat terjadi ketika mata tidak menghasilkan air mata yang cukup atau air mata tidak bekerja dengan baik untuk menjaga permukaan mata tetap nyaman. Keluhannya bisa berupa rasa kering atau seperti ada benda asing, sensasi terbakar atau perih, mata merah, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan yang terasa kabur.

Menariknya, mata kering juga dapat disertai mata berair. Halodoc juga menjelaskan bahwa mata berair dapat menjadi salah satu gejala yang muncul pada kondisi mata kering. Jadi, mata yang tiba-tiba berair tidak otomatis berarti permukaan mata sedang baik-baik saja. Ini yang sekarang membuatku lebih memperhatikan kondisi mata.

Kalau sedang melihat layar lalu tiba-tiba keluar air mata, kini aku tidak langsung berpikir, "Oh, berarti mataku aman karena masih bisa berair mata". Aku malah was-was.

Aku justru melihat apakah ada gejala lain yang menyertai, seperti sepet, perih, lelah, atau sulit fokus.

Kenapa Menatap Layar Lama Bisa Membuat Mata Tidak Nyaman?


Salah satu masalahnya adalah ketika kita terlalu fokus pada suatu aktivitas, frekuensi berkedip bisa berkurang.
Dan aku merasa ini sangat relevan dengan aktivitas desain.

Bayangkan ketika sedang memperhatikan apakah tulisan sudah sejajar. Kita fokus. Apakah warna ini cocok? Fokus lagi. Foto ini terlalu besar atau tidak? Zoom. Font-nya kurang pas? Ganti. Posisinya agak miring? Geser.

Belum lagi kalau sedang membandingkan beberapa referensi desain. Dalam kondisi seperti itu, rasanya mata memang jarang diajak santai ya.

Situs resmi Insto juga menyebut aktivitas yang membuat seseorang jarang berkedip karena terlalu fokus, termasuk membaca dan menggunakan layar, dapat memicu gejala mata kering.

Karena itu, salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan jeda secara berkala dan mengingatkan diri untuk berkedip.

Aku sendiri juga mencoba menerapkan aturan 20-20-20. Maksudnya setelah sekitar 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau kurang lebih 6 meter.

Masalahnya, baru ingatnya itu sering setelah mata sudah protes duluan. Wkwkwk.

Berapa Lama Screen Time yang Aman?


Sebagai orang dewasa, aku sempat penasaran, sebenarnya berapa lama sih batas aman menatap layar?

Ternyata tidak ada satu angka universal yang bisa diberlakukan untuk semua orang dewasa. Apalagi kalau layar memang menjadi bagian dari pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

Yang lebih penting adalah bagaimana penggunaan layar dikelola: memberikan jeda, tetap aktif bergerak, menjaga tidur, memperhatikan pencahayaan dan posisi, serta tidak mengabaikan keluhan ketika mata mulai terasa tidak nyaman.

National Eye Institute juga menyarankan membatasi waktu menatap layar dan mengambil jeda dari layar sebagai salah satu langkah yang dapat membantu ketika mengalami mata kering.

Untuk anak-anak, pendekatannya berbeda.
American Academy of Pediatrics menganjurkan keluarga membuat Family Media Plan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Penggunaan layar sebaiknya tidak sampai mengambil alih waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, bermain, hobi, maupun interaksi keluarga.
Jadi, untuk anak-anak pun pertanyaannya bukan sekadar,

"Sudah berapa jam main HP?"

tapi juga,

"Apa yang sudah tergantikan karena terlalu lama menggunakan layar?"

Menurutku ini jauh lebih masuk akal daripada sekadar mengejar satu angka tertentu.

Kalau Mata Mulai Lelah, Aku Biasanya Ngapain?


Kalau mata sudah mulai terasa berat, biasanya aku mencoba berhenti sejenak. Ponsel diistirahatkan,
Canva ditutup, pandangan dialihkan. Tak jarang akhirnya desainnya juga ku tinggal dulu jadinya. Karena tidak semua desain harus selesai dalam sekali duduk. Dan kayaknya tak pernah juga sih.

Kadang mata ku pejamkan sebentar. Kadang juga bisa ketiduran kalau kelamaan🤭. 

Aku juga cukup sering melakukan pijat mata dan senam mata yang sebelumnya pernah ku tulis di blog. Buatku pribadi, ini cukup membantu. Area sekitar mata terasa lebih rileks. Rasa berat di sekitar alis dan rasa agak pening juga biasanya berkurang.

Tentu saja ini bukan klaim kalau pijat atau senam mata bisa jadi obat untuk mata kering atau cara memperbaiki ukuran silinder ya.  Ini lebih kepada kebiasaan pribadiku sih. Karena kegiatan ini membuat mataku terasa lebih rileks setelah terlalu lama berkonsentrasi pada layar.


Ternyata Insto Dry Eyes Sudah Lama Ada di Rumah

Insto Dry eyes kemasan baru yang difoto secara estetik
Hasil bongkar-bongkar laci dan menemukanmu🤭


Perjalananku sampai akhirnya mencoba Insto Dry Eyes ternyata tidak dimulai dari beberapa waktu lalu.

Aku sebenarnya sudah punya produk ini sejak 2025. Waktu itu aku membelinya di Indomaret Aek Loba karena ada kebutuhan untuk sebuah proyek pekerjaan. Harganya ku ingat 16 ribu karena lagi ada promo waktu itu. Kalau sekarang dicek lagi harganya sekitar 17.900 sih di sini. 

Nah, saat itu kondisinya lain memang. Waktu itu aku belum merasa mengalami gejala mata kering seperti yang mulai sering kurasakan akhir-akhir ini. Paling hanya mata lelah setelah beraktivitas. Jadi, setelah dibeli, Insto Dry Eyes itu cuma aku anggurin begitu saja. Tak pernah ku uji coba. Segelnya pun belum dibuka. 

Sampai beberapa bulan belakangan ini aku mulai merasa kondisi mataku agak berbeda. Kadang sepet, sering berair, dan cepat lelah. Area sekitar alis juga bisa terasa berat, terutama setelah terlalu lama menatap layar. Tak jarang pun rasanya mata seperti kehilangan tenaga untuk mempertahankan fokus pada satu titik.

Nah, dari sinilah aku akhirnya teringat pada botol Insto Dry Eyes yang selama ini tersimpan di rumah.

"Eh, aku kan punya stok Insto Dry Eyes"

Tapi ya tentu saja tak langsung ku pakai. Namanya juga belinya tahun lalu. Jadi aku cek dulu dulu tanggal kedaluwarsanya. Eh, ternyata 2028. Dan selama ini menyimpannya juga di tempat yang relatif sejuk dan tidak terkena panas atau cahaya matahari langsung. Aman la ya kan. 
Insto dry eyes untuk mata kering kedaluwarsanya 2028
Alhamdulillah, masih aman hingga 2028😁

Barulah akhirnya aku resmi mencoba produk yang sebenarnya sudah lama menjadi penghuni laci mejaku itu.


Pengalaman Pertama Menggunakan Insto Dry Eyes


Pengalaman pertamaku menggunakan Insto Dry Eyes terjadi ketika mataku sedang terasa kurang nyaman setelah cukup lama menatap layar. Waktu itu hari hari kedua stelah seharian berkutat dengan desain caraousel untuk Instagram FLP Sumut yang belum siap-siap juga🥲. 


Aku pakai 2 tetes di masing-masing mata. Sensasi pertama yang paling terasa adalah rasa adem di mata. Bukan dingin seperti mentol yang menusuk. Lebih seperti rasa sejuk yang membuat mata terasa nyaman. Setelah digunakan, mataku terasa lebih enak dan segar.


Aku cukup suka dengan sensasi tersebut karena rasanya tidak berlebihan. Dan mungkin karena sebelumnya produk ini cuma tersimpan di rumah tanpa pernah ku pakai, pengalaman pertama itu jadi bertambah terasa seperti:
"Oh, ternyata ini rasanya memanfaatkan barang yang selama ini cuma nongkrong di laci ya." 😂


#InstoDryEyes digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata. Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg.


Tentu saja, pengalaman menggunakan produk merupakan pengalaman pribadi dan respons setiap orang sangat bisa jadi berbeda.


Kalau keluhan mata terus terjadi, semakin berat, atau disertai gangguan penglihatan, sebaiknya ya tetap berkonsultasi dengan dokter mata, sih. 


Sekarang Aku Tetap Mendesain, tapi Lebih Sadar Diri


Apakah setelah mengenal Canva aku jadi suka mendesain? Tidak juga. Wkwkwk. Canva memang membuat pekerjaan desain jauh lebih mudah. Tetapi mudah bukan berarti aku otomatis berubah menjadi orang yang senang mendesain.

Mendesain konten Instagram menggunakan Canva lewat HP dalam waktu lama dapat membuat mata terasa lelah dan sepet
Foto ini dimodifikasi pakai Chat GPT ya🙏

Kalau sudah ada template yang tinggal diedit, aku bisa bilang:
"Nah, ini baru mendesain yang kusukai." 😂


Tapi kalau harus mulai dari halaman kosong? Aku masih seperti biasa, pusing duluan hanya karena terlalu banyak pilihan.

Namun setidaknya sekarang aku lebih sadar bahwa bukan cuma desain yang butuh perhatian, mata juga. Karena ketika tuntutan membuat kita harus menatap layar berjam-jam, jangan sampai kita baru peduli pada mata setelah benar-benar terasa tidak nyaman.

Walaupun aku belum bisa mencintai proses desain, tetapi setidaknya aku bisa mulai belajar mencintai mataku yang setiap hari dipaksa menemani proses tersebut. Karena semakin ke sini aku semakin menyadari bahwa,


Hanya karena kita memaksa diri menjadi pemburu deadline, mata sendiri tidak boleh ikut menjadi korbannya.”

Jadi, kalau hari ini kamu juga sedang sibuk menatap layar, entah untuk bekerja, belajar, membaca, menonton, atau mendesain seperti aku, jangan tunggu mata benar-benar menyerah baru beristirahat.


#MataSePeLeJanganSepelein, karena gejala mata yang terasa SePeLe tetap merupakan sinyal yang layak diperhatikan. Semoga kita #BebasMataKering ya.




Referensi
1. National Eye Institute: Informasi mengenai Dry Eye dan gejalanya.
2. Halodoc: Informasi mengenai mata kering dan gejala yang menyertainya.
3. HealthyChildren.org: Family Media Plan dan kebiasaan penggunaan media yang sehat pada anak.
4. Insto: Informasi resmi mengenai Insto Dry Eyes kandungan, fungsi, dan aturan penggunaannya.



Sering Berair Tanda Mata Kering, Jangan Sepele

Mata sering berair kok malah dibilang mata kering? Pertanyaan yang otomatis muncul ketika ku membaca sebuah artikel di halodoc tentang 9 Penyebab Mata Terus Berair dan Cara Mengatasinya. Nah, di situ dituliskan bahwa salah satu yang mungkin menyebabkan mata terus berair adalah karena kita mengalami mata kering. Jadi, keluarnya air mata secara berlebihan adalah respon tubuh yang mendeteksi kondisi mata kering. Sehingga otak memerintahkan kelenjar air mata untuk memproduksi air mata secara berlebihan sebagai upaya untuk melindungi mata kita. 

Nah, kalau mata kita sering berair ketika mengantuk, menguap, atau ketika ketawa sampai keluar air mata (emoticon nya ini ya kan 🤣), kondisi ini masih dalam taraf normal ya. Walaupun kalau dibandingkan dengan dulu, kini ketika merasa mengantuk, entah mengapa air mataku yang keluar jadi berkali-kali lipat banyaknya dibandingkan dulu ketika status mata masih normal, maksudnya ketika mata belum kena rabun jauh juga silindris. Makin tambah usia makin tambah saja sepertinya kuantitas air mata yang keluar. Lagi-lagi si faktor U yang jadi benang merahnya. 


Apa Sih Mata Kering Itu? 


Mata kering atau dry eye syndrome adalah suatu kondisi yang dipengaruhi oleh perubahan komposisi lapisan air mata yaitu ketika kuantitas dan/atau kualitas air mata tidak mencukupi untuk melumasi permukaan bola mata. Akibatnya kelembapan pada mata berkurang sehingga terjadi kekeringan pada bola mata yang dapat menyebabkan rusaknya permukaan bola mata. Sindrom mata kering ini akan menyebabkan penderitanya mengalami gejala dan tanda, seperti mata merah, mata terasa perih atau gatal, seperti ada benda asing atau berpasir, mata berair, maupun penglihatan menjadi buram. Begitu info yang kukutip dari rsmataundaan.co.id dan rspondokindah.co.id. 

Ternyata gejala seperti mata Sepet, Perih dan Lelah bisa sampai menyebabkan kerusakan bola mata ya. SePeLe tapi ternyata ngeri. Padahal gejala mata lelah dan sepet ini termasuk agak sering kualami kalau hampir seharian yang dipandangi layar hape melulu, entah itu nonton dracin, ngerjai deadline atau doomscrolling😌. Sedangkan kalau mata terasa berpasir paling kalau habis bergadang sampai pagi atau pas bangun tidur pasca insomnia semalaman. 


Kenapa Mata Bisa Kering? 


Ada beberapa faktor risiko serta kondisi yang bisa menyebabkan perubahan lapisan air mata sehingga menyebabkan sindrom mata kering. Diantaranya:

  1. 1. Berjenis kelamin wanita. 

  2. 2. Perubahan Hormon. Biasanya pada wanita hamil, menyusui dan menopause

  3. 3. Faktor usia 50 tahun ke atas. 

  4. 4. Konsumsi obat-obatan;  pil KB dan terapi hormon, antihistamin, dekongestan, obat jerawat minum (isotretinoin), obat hipertensi, antidepresan, antipsikotik, obat penyakit Parkinson, obat tidur dan obat sakit maag.

  5. 5. Habis menjalani operasi LASIK

  6. 6. Penggunaan lensa kontak dalam waktu yang lama. 

  7. 7. Kebiasaan menatap layar gawai dalam jangka waktu lama; komputer, laptop, tab, ponsel pintar, TV yang memiliki radiasi sinar biru. 

  8. 8. Kondisi medis : diabetes, rheumatoid arthritis, lupus, skleroderma, sindrom Sjogren, gangguan tiroid, kekurangan vitamin A, Bell’s palsy, alergi, dermatitis kontak, HIVblefaritis atau MGD (peradangan batas kelopak mata yang bisa menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi minyak untuk lapisan air mata). 

  9. 9. Lingkungan seperti debu, asap rokok, asap, angin, matahari, cuaca kering, ruangan ber-AC, ruangan dengan mesin pemanas, tiupan angin panas, atau berada di tempat tinggi.

  10. 10. Aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual sehingga mata cenderung fokus dan lebih jarang berkedip seperti membaca, menulis, dan bekerja di depan layar komputer. 

  11. 11. Masalah pada struktur kelopak mata seperti ektropi (pembalikan kelopak mata bagian dalam ke luar), entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam), dan lagophthalmos nocturnal (suatu kondisi di mana kelopak mata tidak menutup sepenuhnya saat tidur). 

Gejala Mata Kering Yang Perlu Diwaspadai


Ada macam-macam gejala yang merupakan tanda dan gejala mata kering, mulai dari ringan hingga berat tergantung tingkat keparahannya. Dilansir dari berbagai sumber, biasanya penderita sindrom mata kering sering mengalami gejala berikut:

  • 1. Sensasi panas, kering, dan sensasi benda asing di mata. 
  • 2. Mata terasa nyeri, sepet, perih dan lelah. 
  • 3. Mata merah dan berair. 
  • 4. Mata lebih berair dari biasanya. 
  • 5. Kelopak mata berkedut.
  • 6. Kelopak mata terasa berat.
  • 7. Terasa sulit untuk membuka mata.
  • 8. Sensasi tidak nyaman, silau, saat melihat cahaya terang.
  • 9. Terdapat lendir di dalam atau di sekitar mata, terutama setelah bangun tidur.
  • 10. Penglihatan kabur.

Komplikasi Mata Kering


Seperti di awal tulisan disebutkan bahwa penyakit mata kering ini jika dibiarkan berlarut-larut dan tidak mendapatkan penangan tepat, bisa menyebabkan kerusakan permukaan bola mata. Ditambahkan juga info dari siloamhospitals.com, bahwa risiko kesehatan lainnya dari komplikasi mata kering ini dapat berupa infeksi mata, keratitis, kerusakan pada kornea, ulkus kornea, konjungtivitis, serta gangguan penglihatan. Intinya adalah #MataKeringJanganSepelein deh. 


Tips Menghindari Mata Kering

Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati ya kan. Berikut ada 15 tips yang ku rangkum dari berbagai sumber yang bisa kita terapkan untuk meminimalkan potensi terkena mata kering:

1. Gunakan screen protection yang memiliki fungsi anti-bluelight atau anti-glare pada layar ponsel pintar, laptop, tab, mau pun TV. 


2. Gunakan kaca mata anti radiasi (Anti Reflective) ketika bekerja dengan layar digital. 


3. Manfaatkan pengaturan mode baca dan mode malam pada ponsel pintar.


4. Gunakan tingkat pencahayaan rendah pada layar

Jangan buat layar terlalu terang agar lebih nyaman di mata. Kalau aku lebih suka menon-aktifkan fitur kecerahan layar otomatis (auto brightness) karena mode itu membuatku malah sakit mata🙄. 

5. Perbesar ukuran font pada layar gawai. 

Dengan demikian jarak mata ke layar akan otomatis menjauh. Awal pakai gawai touch screen, ukuran font yang kugunakan adalah XS alias EXtra Small, 3 tahun lalu naik menjadi S (Small), dan sepekan belakangan kunaikkan lagi menjadi L (Large) karena kurasa jarak layarku makin dekat saja😏. 

6. Batasi screen time

Berapa sih batas screen time orang dewasa? Jawabannya bervariasi. Ditulis di laman kompas.com bahwa menurut laman Instagram Ditjen GTK Kemendikbud Ristek, Rabu (12/7/2023), remaja dan orang dewasa sehari maksimal 4 jam. Sedangkan dari laman alodokter.com, anak usia 5 tahun ke atas, remaja dan dewasa sehari maksimal 2 jam saja. Dari indonesiabaik.id sehari maksimal 4 jam 17 menit. Sedangkan dari laman instagram RSU Hermina Soreang, orang dewasa disarankan tidak lebih dari 2-4 jam perhari di luar pekerjaan. (Jadi kalau pekerjaannya full di depan layar...? 😅 pandai-pandai lah ya). 

7. Gunakan aturan 20-20-20

Untuk setiap 20 menit bekerja, lihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter), selama 20 detik. Hal ini telah terbukti mengurangi gejala mata kering karena mengalihkan pandangan dari layar mengembalikan kecepatan kedipan normal kita. Begitu info yang kubaca di kompas.id.

8. Terapkan kebiasaan 3D (distance, direction, dan duration)

Distance: pastikan jarak mata ke gawai tidak terlalu dekat atau terlalu jauh.  

Direction: pastikan arah layar gawai lurus dengan pandangan mata, tidak terpantul cahaya matahari, dan hindari penggunaan gawai dengan posisi berbaring. (Duh berbaring ini malah posisi paling PW pula buatku😅).

Duration: pastikan durasi penggunaan gawai tidak lebih dari 2 jam. Beristirahatlah sejenak dengan melihat objek berjarak jauh sebelum kembali menggunakan gawai. Begitu yang disebutkan di klikdokter.com.

Ini maksudnya per hari 2 jam maksimal sepertinya ya. Kalau aku mana mungkin cuma 2 jam sehari😅. FYI, dari laporan State of Mobile 2024 yang dirilis oleh data.ai, warga +62 rata-rata menghabiskan waktu 6,05 jam sehari untuk main gawai. Negara dengan durasi paling lama di dunia lah ceritanya. Curiga aku kalau Indonesia juga peringkat 1 dengan penduduk terbanyak pengidap mata kering di bumi. 😌
Cara menjaga kesehatan mata kering


Fun fact: 
10-30% dari populasi di dunia menderita mata kering, yang dapat menyebabkan mata merah, penglihatan yang buram dan mata gatal. Di Indonesia, jumlah kejadian mata kering sebesar 27,5%. (klinikmatanusantara.com


9. Rutin senam mata

Ada banyak gerakan senam mata seperti melirik ke kanan dan kiri, atas bawah, memutar searah dan berlawan arah jarum jam, gerakan menggambar angka 8 imajiner, mengganti fokus pandangan ke objek jauh dan dekat, berkedip normal lalu bergantian sebelah sebelah, dan kombinasi gerakan lainnya. 

10. Pijat wajah dan kelopak mata

Ini bisa kita lakukan sendiri tanpa perlu pergi ke spa. Teringat salah satu adegan di dracin Guardians of The Dafeng, lupa di episode berapa, ada adegan cara melakukan senam mata dengan cara pijat di sekitar area mata. Dengan ujung jari perlahan pijat dahi dan sepanjang kedua alis. Setelah itu gantian di area bawah matanya. Pijat relaksasi wajah ini langsung terasa enaknya meringankan tekanan di otot wajah dan mata.

11. Konsumsi makanan kaya kaya omega 3, antioksidan, dan vitamin (A,C,D dan E)

Seperti wortel, bayam, brokoli,telur, daging, salmon, sarden, makarel, alpukat, beri, minyak zaitun, sayuran hijau, biji-bijian dan kacang-kacangan seperti kacang merah, biji rami, dan biji bunga matahari. 

12. Penuhi kebutuhan cairan harian

Jangan malas minum air putih, setidaknya 8 gelas atau kurang lebih 2 liter sehari. Kalau alasannya lupa minum, ada banyak aplikasi pengingat minum yang bisa diunduh di playstore ya kan. 

13. Jaga kelembaban ruangan. 

Walaupun negeri +62 kita ini termasuk negara dengan tingkat kelembaban udara tinggi, tak ada salahnya menggunakan air-humidifier saat diperlukan, terutama di ruangan ber-AC. 

14. Gunakan kacamata matahari saat intensitas cahaya ekstrim. 

Jangan lupa pakai kaca mata hitam bila dirasa perlu saat beraktivitas seharian di bawah terik matahari dan di area yang berintensitas cahaya ekstrim, seperti pantai, gurun pasir, dan daratan bersalju.
 

15. Jangan Bergadang

Apapun ceritanya, tubuh butuh tidur, mata butuh istirahat. Jangan zalim sama badan sendiri. 


Pertolongan Pertama Pada Mata Kering


Lalu kalau sudah terlanjur kena mata kering gimana?  Selain menerapkan 15 tips di atas tadi, berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meringankan sindrom mata kering tanpa perlu ke dokter:

1. Sering-sering Istirahatkan mata

Mau tak mau ya tinggalkan lah layar itu sejenak. Kalau dirasa cukup parah, coba puasa lihat layar beberapa hari. 

2. Hindari mengucek mata

Ketika terasa gatal, plis tahan diri untuk tidak langsung mengucek mata. Kedipkan-kedipkan beberapa kali. Ingat, kalau mau makin parah ya udah, kuceklah sepuasnya. 

3. Kompres hangat

Gunakan handuk hangat, kapas yang sudah diperas setelah direndam air hangat, atau eye mask yang bisa dihangatkan. Kompres mata selama 5 menit atau sesuai instruksi penggunaan eye mask.

4. Gunakan obat tetes mata khusus mata kering

Insto Dry Eyes Obat gejala mata kering

Pilih obat tetes mata dengan kandungan hydroxypropyl methylcellulose yang dapat mengatasi gejala mata kering akibat berkurangnya produksi air mata. Insto Dry Eyes misalnya. Tiap ml larutan isotonik steril #InstoDryEyes mengandung Hydroxypropyl methylcellulose 3,0 mg. FYI, pekan lalu beli Insto Dry Eyes 7.5 ml di Indomaret Aek Loba, aku dapat harga promo. Dibanderol 17.900 Rupiah dan dapat promo potongan 4 ribu, jadi tinggal bayar 13.900 Rupiah. Lumayan ya kan. 


Jika setelah melakukan cara-cara di atas tidak mengalami perbaikan, atau malah bertambah parah, segeralah konsultasikan ke dokter. Jangan dilama-lamakan ya. 


Cintai Matamu


Mata adalah jendela dunia. Mata adalah jendela jiwa. Mata adalah jendela hati. Katanya, dari mata turun ke hati. Sejak ia berfungsi, mata kita tak pernah putus mencintai. Walau sering kita siksa dan dipaksa lembur tanpa diberi penghargaan, tetap saja ia menuruti keegoisan kita. Hmm ... Sudahlah kita mencintai mata kita? 


Pertolongan Pertama Pada Asam Lambung

Selain gaya hidup dan faktor U, gejala penyakit rupanya juga berevolusi ya, ada yang turun dan ada yang naik levelnya. Di aku, naik setingkat gejalanya. Dulu sempat merasa aneh ketika asam lambung ibuku kumat. Selama kurang lebih sepekan, kenapa tiap pas kisaran tengah malam, mulailah gejalanya melunjak parah, muntah-muntah. Padahal sebelumnya masih bisa tidur, dan sejak sore sudah tak muntah lagi. Kenapa harus pas tengah malam?

Kalau aku sebelum-sebelumnya, tak pernah gejala baru terasa pada jamnya kereta Cinderela berubah jadi labu. Eh, 2 tahun belakangan ini justru tepat tengah malam lah, sedang tidur tiba-tiba terasa nyeri yang makin lama makin pedih di lambung. Terakhir pada 12 April 2025 lalu, keempat kalinya sejak hidup, asam lambungku kumat tepat jam 12 malam dini hari. Bedanya, ini untuk untuk pertama kalinya aku merasa lambung tak nyeri, tapi terasa panas bak terbakar hingga ke kerongkongan. Sepertinya ini yang disebut dengan gejala heart-burn.

Sungguh after-effect dari heart-burn ini terasa berhari-hari. Jadi kalau makan dan minum, ketika air tadi melewati kerongkongan hingga ke lambung, akan terasa pedih bak luka atau lecet disepanjang jalur yang terkena heart-burn malam itu. Dibandingkan sebelum-sebelumnya, paling ketika makanan dan minuman sampai di lambung baru terasa perih ya kan. Ini masih lewat saja sudah pedih. Hmm ...

Apa yang menyebabkan asam lambung naik?


Ketika asam lambung kumat, aku otomatis bertanya-tanya, Kok bisa naik ya? Ada salah makan hari ini?  Perasaan beberapa hari ini gak ada telat makan, gak rakus-rakus makan cabai, gak ada makan asam-asam, gak ada makan mi-mi-an, timun dk. Gorengan? Paling makan kacang bali segenggam dan kacang bawang plus beberapa bawang putih gorengnya. Yang lain dari biasanya adalah makan lalapan selada pas sarapan pagi. Dari segi aktivitas, sangat tidak kecapekan. Dari segi pikiran, Alhamdulillah sepekan belakangan beban pikiran dalam garis waras. So, kok bisa tiba-tiba kumat?

Dan berselancarlah aku. Berikut hal-hal yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung.

1. Faktor makanan:

Makanan berlemak, pedas, asam, kafein, alkohol, cokelat, bawang, minuman berkarbonasi,  makanan cepat saji. 

2. Gaya hidup:

Stres, merokok, konsumsi alkohol, tidur setelah makan, makan terburu-buru, telat makan, kelelahan

3. Kondisi medis: 

Obesitas, hernia hiatal, penyakit jaringan ikat. 

4. Obat-obatan tertentu:

Pereda nyeri, obat asma, obat tekanan darah tinggi. 

5. Infeksi virus dan bakteri: 

Helicobacter pylori (H.pylori), Campylobacter, E.coli, dan Salmonella. Virus atau bakteri pada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh biasanya dapat dibasmi oleh asam lambung. Namun, asam lambung terkadang tidak bisa membunuh kuman tersebut sepenuhnya, seperti H.pylori yang tahan terhadap asam lambung, sehingga bakteri ini berkembang biak dan menginfeksi lambung. Sedangkan asam lambung terus diproduksi untuk melawan bakteri ini.


Dan dari beberapa poin di atas, yang paling mungkin penyebabnya adalah bawang putih goreng dan selada yang kumakan pagi itu. Seladanya sih gak buat asam lambung naik, tapi bisa jadi selada yang dibeli di pajak pagi itu terkontaminasi bakteri dan aku kurang bersih saat mencucinya. Sungguh sesuatu ya.

Padahal sudah beberapa tahun gak pernah mau lagi makan selada gara-gara pernah baca berita mengenai pupuk yang digunakan untuk menyiram selada. Pagi itu akhirnya makan anyang selada karena maksud awalnya mau coba tanam selada dari akarnya. Jadi sengaja beli selada memang bukan untuk dimakan tapi untuk percobaan ditanam. Eh, ternyata percobaan berkebun malah berujung asam lambung. Haee ...


Apa yang harus dilakukan ketika asam lambung kumat?

1. Muntahkan yang perlu dimuntahkan. 

Sayang? Udah muntahkan saja. Tak usah ditahan-tahan. Habis muntah akan terasa lebih lapang dan ringan perasaan. 

2. Kerok lidah dengan sendok.

Teknik ini gak pernah absen kulakukan ketika lambung mengulah. Karena memang sangat terasa cukup cepat efeknya. Beruntung sekali dapat ilmu efektif ini dari Pak Haji Nandar. Ketika lidah dikerok, akan ada lendir berwarna putih (kadang kekuningan). Nah, kerok lidah hingga putih-putih itu hilang. Oiya, ketika mengerok lidah, efeknya kita akan merasa hendak muntah, tapi biasanya gak sampai muntah sih. Kalau pun muntah ya berarti memang perlu dimuntahkan.

Lakukan beberapa kali sehari, terutama ketika bangun tidur dan saat perut begah.

Oiya, kalau menurut pengamatanku, di hari biasa, ketika merasa mual, atau lambung terasa kurang enak, jika saat itu kita coba kerok lidah kita, pasti akan banyak putih-putihnya. Tapi saat perut normal, dan kita coba kerok lidah kita, kotoran lidah biasanya lebih jernih.

3. Minum teh (pahit) hangat

Kalau aku biasanya sih Teh Mahkota Dewa. Komposisi dalamnya itu mahkota dewa, teh hijau dan benalu teh. Rasanya... sudah pasti pahit .😌

4. Usap + urut dengan minyak kayu putih.

Teknik ini dikasi tahu sama terapis emakku. Dan di aku cukup berpengaruh. Caranya, angkat lengan kanan lurus ke atas, lalu siram atau oleskan agak banyak minyak kayu putih dari ketiak hingga ke pinggang. Setelah itu dengan ujung 4 jari kiri, usap kuat/ urut dengan gerakan dari ketiak ke pinggang selama 3-5 menit atau hingga terasa gejala berkurang. Lakukan juga pada bagian tubuh sebelah kiri.

5. Gunakan kompres hangat ke bagian perut yang sakit.

Aku biasa pakai botol minum silikon atau botol bekas air mineral, atau botol apa yang dapat saat itulah. Pernah pas botol-botolan entah pada ke mana, akhirnya pakai wadah gelas, diisi air panas. Dah tempelkan ke perut. (Dah kek setrika ya panasnya). Nah, so far, kompres hangat ini yang sangat membantu menyamarkan dan mengurangi pedih dan segala rasa enggak enak di perut, hingga akhirnya bisa tidur lagi.

6. Konsumsi obat magh, asam lambung, atau GERD yang biasa kita konsumsi.

Kalau aku entah sejak kapan stok obat untuk aslam ini  gak pernah nyetok obat generik lagi sih.  Setelah beberapa kali gonta-ganti obat yang dulunya mempan lalu lama-lama jadi gak mempan. Ganti lagi mempan, lalu lama-lama gak mempan, ganti lagi. Gitu aja terus. Terakhir pernah tak sengaja ketika asam lambung kumat, aku minum teh Mahkota Dewa (yang waktu itu udah ku seduh kian karena memang jadwal bulanan minum teh itu) sejak dulu aku stok. Eh, habis minum itu kok perut jadi enakan. Sejak itu kalau aslam naik, minum teh ini memang langsung terasa ngaruh di lambungku. Padahal di bungkusnya tak ada dicantumkan manfaatnya untuk mengurangi gejala asam lambung sih.

Kemasan Teh Mahkota Dewa Salama Nusa dalam bingkai polaroidntara

Kalau kamu biasanya konsumsi habbatussauda dan mempan, ya lanjutkan.
 Aku dulu pernah cocok cukup langgeng dengan habbatussauda baik yang bubuk maupun yang minyak. Tapi kini sudah tidak cocok di badanku. Apalagi kalau dikonsumsi ketika perut sudah terasa mual, makin muntahlah dia.

Saranku, ketika kamu memang tak berniat untuk muntah, ketika sudah mual, sebaiknya habbatussauda dilewatkan dulu. Kecuali kalau memang tujuannya mau mengeluarkan isi perut, lanjutkanlah!

6. Manfaatkan bahan dapur dan tanaman di pekarangan rumah.

Bahan dapur dan tanaman di pekarangan rumah ini ternyata bisa dijadikan obat alternatif untuk meringankan gejala asam lambung. Sejauh ini di badanku sangat cukup manjur.

1. Jahe
Bisa dibuat wedang dengan diseduh air panas, atau direbus.

2. Kunyit
Biasanya orang sini kunyit ini diparut lalu diseduh air panas. Kalau aku biasanya ku campur sekalian dengan jahe, dibuat wedang.

3. Daun pepaya
Pohon pepaya berbuah sangat lebat dalam bingkai foto polaroid

Daun pepaya bisa direbus lalu diminum airnya, bisa juga dijadikan lalapan. Aku sih dua-duanya pernah coba, dan memang berpengaruh. Perut jadi berkurang rasa pedih dan begahnya.

4. Daun Mint
Tanaman Daun mint segar dalam frame polaroid

Daun mint bisa dijadikan teh dengan diseduh air panas, bisa dengan cara direbus juga. Satu lagi dengan dijadikan infused-water atau air infus, yaitu dengan cara merendam daun mint dengan air selama 6-8 jam. Aku sih buat dua-duanya. Yang satu langsung bisa diminum, yang satu lagi buat stok. Apalagi kalau daun mintnya lagi banyak yang bisa dipanen.

5. Daun Basil/ kemangi
Awalnya gak tahu kalau daun basil bisa meredakan gejala GERD. Waktu itu jam makan siang, dan menu sayurnya gori, termasuk sayur yang enggak bisa ku makan. Berhubung aku malas masak lagi, jadi berinisiatif keluar rumah, niatnya mau petik daun pepaya untuk dijadikan lalapan. Rupanya terlihat daun basil yang udah gemuk-gemuk 2 pot,  belum pernah dipanen dan belum pernah ngerasa juga. Daun basil ini hasil salah tanam ceritanya. Yang mau ditanam kemangi, yang tumbuh basil. Lengkapnya bisa dibaca di Perbedaan Kemangi dan Basil:  Serupa Tapi Tak Sama.

Tanaman Daun basil yang difoto dalam bingkai polaroid

Nah, jadilah daun basil ini sayur lalapku untuk makan siang. Dimakan dengan telur rebus dan 3 sendok nasi. Udah gitu aja. Tak berapa lama setelah makan siang kurasa perutku makin lama makin nyaman rasanya. Pedih dan begahnya kian berkurang. Penasaran, aku pun browsing. Dan ternyata memang daun basil dan kemangi punya efek baik untuk mengurangi gejala asam lambung.

Eh, ini rupanya berkah salah tanam itu ya. Alhamdulillah.

Oiya, selain dilalap daun basil dan kemangi juga bisa dijadikan teh dengan diseduh atau direbus. Solusi bagi yang gak tahan mengunyah mentah.

6. Air kelapa muda
Sebuah Kelapa kuning muda di pohonnya difoto dalam frame polaroid

Satu lagi obat rumahan alami yang manjur untuk meredakan GERD adalah air kelapa muda. Kalau aku biasanya minum yang asli, maksudnya yang memang dari kelapa bulat. Kalau minum yang versi Hidrococo kurang cocok sama badanku, karena efeknya langsung terasa seret di leher. Nah, tapi kalau di badan kamu enggak ada masalah, ya monggo.

7. Istirahat

Asam lambung juga bisa jadi rangkaian dari sekumpulan sinyal tubuh yang sudah lama diabaikan. Mungkin kita sudah terlalu zalim sama badan sendiri. Abstrak ya... Tapi ya betul.

8. Don't overthink

Jika sumber utama naiknya asam lambung adalah karena pikiran, walau pun obatnya dikasi yang paling manjur, tapi kalau pikirannya tetap dibawa semrawut, yaaa... asam lambung tetap akan melambung. Namanya juga hidup, gak mungkin gak ada yang dipikirkan ya kan. Tapi ya paling gak  kita punya prioritas, mau sehat dulu sekarang atau mau lanjut dipikirkan biar gak sehat-sehat.

9. Tahan selera beberapa saat.

Pantang udah sehat 2 hari, buka sosmed dan terlihat ramen, lalu makan mi bangladesh, atau pingin makan seblak lalu buat sendiri seblak kuah caplak. Ya udah, memang gak bisa dibilangi. Makan lah itu. 🙃


Semoga yang sakit segara pulih kembali, yang sehat semoga tobat berobat dan yang berniat khilaf makan caplak pakai seblak segera insaf sebelum berbuat. Aamiin.

Nah, sekian P3 Asam Lambung versiku. Apakah kamu warga +62 penyintas asam lambung juga? Biasanya ngapain aja ketika asam lambung naik?

Bersinmu Mencerminkan Gaya Sakitmu

Pernah gak sih dengar suara orang bersin kayak ecek-ecek? Kayak main-main gitu? 'Acih!', 'Cih!' dengan begitu pelan suaranya. Seperti bersin kucing. Saking pelannya, kita pikir dia sedang berlagak imut, atau malah lagi mengejek siapa gitu, pun sengaja menyela pembicaraan orang-orang di dekatnya. Tak ubahnya seperti kita sengaja berdehem atau batuk-batuk ketika ada topik, orang, atau hal yang disindir atau untuk mengode agar mengalihkan pembicaraan. Ada? Laki-laki atau perempuan? 

Atau sirkel pertemanan dan pertetanggaanmu adalah mereka yang suara bersinnya masih bisa didengar pada radius 100 meter? Yang ketika mereka bersin, kita yang dengar bukannya bilang 'Yarhamukallah', tapi refleks "Astaghfirullah". Cak la... itu laki-laki atau perempuan? 

Suara Bersin Mencerminkan Kepribadian


Cara dan suara bersin rupanya bisa mengambarkan kepribadian seseorang. Seperti yang diyakini oleh Dr. Hirsch, pendiri Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago, bahwa ada komponen kepribadian yang terwakili dari cara seseorang bersin dan suaranya. "Ini lebih pada faktor psikologis dan mewakili kepribadian yang mendasarinya atau struktur karakter," Kata beliau. Aku sih setuju dengan pendapat ini.

Menurut Dr. Hirsch, seseorang yang memiliki kepribadian demonstratif dan terbuka umumnya lebih mungkin memiliki gaya bersin yang meledak-ledak atau menggelegar. Sebaliknya jika seseorang punya kecenderungan agak pemalu, maka bersinnya akan lebih tertahan yang oleh Dr Hirsch digambarkan seperti bersin Minnie Mouse. Kalau pendapat yang ini aku setujunya 70%. Sisanya aku juga mendapati para introvert yang suara bersinnya menggelegar, dan para ekstrovert yang suara bersinnya kalem. 

Suara bersin dan gaya sakit

Nah, aku punya teori sendiri tentang suara bersin dan kepribadian seseorang, lebih tepatnya kelakuan seseorang ketika dia sakit atau merasa sakit. Teoriku ini berdasarkan pengalaman, pengamatan puluhan tahun, juga wawancara. Baik dengan keluarga, karib, kerabat, tetangga, juga kenalan. Sejauh ini aku belum menemukan kasus yang berlawanan dengan teori absurdku ini. Semakin kuat suara bersin seseorang, maka semakin "ributlah" suaranya ketika dia sakit.

Ribut di sini bisa diartikan lebay, baik dari segi suara maupun kelakuan. Misal, ybs. digigit semut, tapi orang pikir dia kena entup tawon ndas karena suara mengaduhnya yang lebay. Contoh lain, ybs. masuk angin dan merasa mual, tapi tetangga kanan kiri depan belakang rumah mengira ybs. kena asam lambung akut sampai muntah-muntah tengah malam. Padahal ybs. muntah sekali pun tidak. 

Dengan tingkat rasa sakit dan keadaan yang sama, pada orang normal adalah sakit biasa, tapi pada mereka (yang suara bersinnya menggelegar) jadi macam sakit parah. 

Catatan : Aku bukan sedang merepet ya 😄

Pernah juga terlintas pertanyaan... Apa iya suara bersin yang kuat itu adalah bawaan lahir? Apakah tidak bisa diubah? Setelah kupikir-pikir, tentu tidak. Pasti bisa diubah. Banyak kok, yang ketika kecil suara bersinnya standar bahkan tergolong pelan, lalu pelan-pelan makin dewasa makin kuat, dan makin tua jadi kian membahana. Namun ada juga yang sejak balita suara bersinnya tergolong kuat, ketika SMP dan SMA berangsur-angsur jadi kalem. Ada juga bahkan yang besoknya bisa langsung pelan drastis sehabis kena tegur sehari sebelumnya. Adab ya, lagi-lagi adab. 
Kartun kucing oren imut belang-belang sedang bersin sambil menutup hidungnya menggunakan sapu tangan putih
redbubble.com


Adab Ketika Bersin

Ada 3 adab ketika bersin, yaitu:

1.

Menutup hidung dan mulut dengan kain atau tangan agar tidak menyebarkan virus.

 
2.

Mengucapkan "Hamdallah" (segala puji bagi Allah) setelah bersin, sedangkan bagi yang mendengarnya mengucapkan "Yarhamukallah" (Semoga Allah merahmatimu). Lalu jika ada yang mendoakan kita ketika bersin, ucapkanlah "Yahdikumullah wa yushlihu balakum" (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu). 

3.

Merendahkan suara ketika bersin. Kenapa? Karena pada dasarnya bersin dikeluarkan dengan suara keras yang tak jarang mengagetkan orang di sekitar. Makanya dianjurkan menutupi wajah ketika bersin. Tak cuma supaya mencegah virus kemana-mana tapi juga untuk meredam suara bersin itu sendiri. 


Dari Abu Hurairah ia berkata,
"Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bersin beliau menutup wajahnya dan menyembunyikan bersinnya."
(Musnad al-Huamaidi, 2/289 hadits 1191 dari sufyan berkata: Ibnu Ajlan dari Sumai dari Abi Shalih dari Abu Hurairah. Shahih)

Nah, bagaimana denganmu, seberapa kuat suara bersinmu?