Tips memilih cincau yang sehat

5:17 pm Pertiwi Soraya 0 Comments

Ada yang belum pernah makan cincau? Sepertinya semua orang Indonesia pernah ya? Paling gak warga Medan pastinya udah pernah semuanya. Apalagi cincau hitam.
 
Beberapa tahun belakangan, saya baru ngeh kalau ternyata cincau yang kita makan itu sebenarnya
dihasilkan dari tanaman yang namanya cincau.

Loh? Kan emang gitu!

Iya, soalnya saat itu, saya pikir cincau itu dibuat dari semacam campuran tepung seperti buat agar-agar gitu. Ternyata ada tanamannya. (Baca Jenis-jenis Tanaman Cincau dan Cirinya)

Pasalnya waktu itu saya lagi nonton Trans 7 atau Trans TV. Saya tak ingat nama programnya. Acaranya tentang mengulas makanan yang ternyata berbahaya dikonsumsi namun banyak beredar di pasaran. Dan episode kali itu salah satunya ya tentang si cincau ini.

What? Jadi cincau berbahaya gitu?
Bukan cincaunya yang berbahaya. Tapi bahan-bahan pembuatannya. Oleh oknum yang ingin meraup untung sebanyak-banyaknya, mereka menghalalkan segala cara dengan memasukkan bahan-bahan yang tak sepantasnya dikosumsi manusia. Misalnya ada ynag mencampurkan formalin, boraks, bahan pewarna tekstil, dan bahan berbahaya lainnya pada suatu makanan. Gitu lho.

Oo.. kirain cincaunya yang berbahaya. Kan cincau itu bagus buat kesehatan ya?

Iya, cincau banyak manfaatnya untuk kesehatan. Sifatnya yang dingin, sangat baik untuk meringankan sariawan dan demam. obat hipertensi, diare Untuk dikonsumsi saat cuaca panas apa lagi. Wuiihh...seger banget kan.
Namun hati-hati jika membelinya di pasaran. Karena tak sedikit cincau yang beredar dipasaran yang mengguakan bahan-bahan yang berbahaya.

Makanya kita harus teliti sebelum membeli. Sebaiknya kita mengenali ciria-ciri cincau yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Nah ini dia cirri-cirinya.

  1. Cincau hitam yang mengandung formalin memiliki tekstur yang kesat, kering, keras dan tidak berair. Cincau yang alami dengan cepat berair dan lembek.
  2. Cincau yang mengandung boraks, jka dipegang kenyal dan tidak hancur. Sedangkan cincau yang tidak mengandung boraks, saat dipegang tidak kenyal.
  3. Ada juga sumber yang menyatakan kalau cincau yang asli itu berwarna hijau bukan berwarna hitam, apalagi jika berwana hitam pekat. Karena cincau asli dibuat dari remasan daun cincau yang disaring kemudian diendapkan sehingga mengental, sehingga warnanya hijau dan tingkat kekenyalannya sangat lembek.

Jadi kalau warnanya hitam berarti gak asli la ya?
Nah itu dia, tanaman cincau ada banyak jenisnya. Bahan dasar yang berbeda menghasilkan warna yang berbeda pula. Makanya ada cincau yang hijau, hijau kecoklatan, ada juga yang berwarna hitam.

Namun untuk cincau yang berwarna hitam, secara normal tentunya warnanya tak akan menjadi hitam yang benar-benar pekat. Karena jika warna hitamnya terlalu pekat dikhawatirkan pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil.

Nah, di pasar tradisional di Medan ini, saya merasa agak khawatir untuk membeli cincau. Padahal suka banget. Soalnya di semua pasra tradisional yang saya kunjungi, warna pada cincau yang dijual itu lho, pekat sekali hitamnya. Pernah sangking kepinginnya akhirnya dibeli juga setelah dipilah-pilah.
http://kabarinews.com/khusus-1-segarnya-cappucino-cincau-indonesia/59809
Sampai di rumah, saya membasuhnya. Namun ainya benar-benar hitam. Lalu saya memutuskan untuk merendamnya. Dan begitu cincau itu dimasukkan ke air, tak sampai 30 detik, warna air menjadi hitam pekat. Sampai harus di rendam sampai 10 kali, barulah warna airnya agak jernih.

Selain warnanya, alasan lain saya enggan membeli cincau adalah karena tekstur cincau yang rata-rata jika dipegang sangat keras dan kenyal. Bahkan ketika ditekan pun bentuknya tetap kembali seperti semula tanpa rusak sedikitpun. Ah, benar-benar mengkhawatirkan. Jadi sejak itulah saya memutuskan untuk membuat cincau sendiri.

Wow, keren dong. Berarti buat sendiri pakai daun cincau ya kan?

Nah itu dia. Semenjak saya putuskan saat itu sampai sekarang, saya masih belum menemukan daun cincaunya. (^_^). Sudah tanya sana-sini sama teman, ibu kos, tak ada yang punya pohonnya, atau tak ada yang tahu jual daunnya dimana. Saya sendiri juga tak pernah tahu daun dan pohonnya seperti apa.

Googling, sepertinya jenis daunnya pernah lihat, tapi kok malah mirip daun sirsak ya. Ah bingung.

Jadi adakah yang tahu informasi keberadaan jual daun cincau di Medan ini? Atau jangan-jangan ada nih yang punya tanaman cincau di rumah? Bagi-bagi dong info dan bibitnya... Hehe

You Might Also Like

0 comments:

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. 🙏😁😄