Gara-gara #MedanBlogFest : Kuliner Medan ini (Ternyata) Terkenal

9:13 pm Pertiwi Soraya 12 Comments

Kok Bisa? Emang #MedanBlogFest itu apaan, Kak? Kayak Medan Fashion Week Gitu ya?

Ahai, bukan bukan. #MedanBlogFest itu sejenis festival buat para blogger di Medan. Kegiatan ini merupakan gawean Blogger Medan sebagai rangkaian acara anniversary Bloger Medan yang ke 2. Mengusung Judul “BLOG FEST 2 YOU” pada Medan Blog Fest ini, Blogger Medan atau akrabnya disapa BLOG-M berupaya untuk mengenalkan  Medan ke seluruh penjuru dunia.

Wew...Dunia deng. Emang kegiatannya ngapain aja Kak?

Nah, kegiatannya buanyak. Rangakaian acaranya dimulai sejak Desember 2016 hingga puncaknya Februari 2017. Di bulan Desember Blogger Medan Jalan-jajan. Jalan-jalan sambil menyambangi kuliner Medan (yang ternyata) antik, dan juga Jalan-jalan sambil belajar di wisata Mangrove.

Sedangkan di bulan Januari, Blogger Medan featuring beberapa komunitas akan mengunjungi beberapa sekolah di Medan untuk edukaasi seputar internet, menulis, doodling dan juga blog. Nah, kamu kemarin katanya mau belajar doodling ya kan?        

Waaa....Ke sekolah aku juga dong Kaaaak. Plis Plis Pliiis.

Kamu kan 4 tahun lalu udah tamat Dek Manis. --_--

Aiiyaa Kakak, Kan jadi ketauan range umur Awak. Yaudah la, Awak mengalihkan pembicaraan aja. Jadi gimana tadi ceritanya kok bisa gara-gara Medan Blog Fest ini, ada kuliner Medan yang jadi terkenal?

Well, sebenarnya sebelum ada Medan Blog Fest, kuliner yang akan kita bahas ini emang udah terkenal sih. Tapi ya gara-gara ada Medan Blog Fest, pasti menyebabkan mereka tambah terkenal, secara yang ikutan acaranya bakal nulis di blog atau di sosial media. Ya Kan?

Tapi bedanya buat saya adalah, that I don’t even know that they are this famous. Sama sekali tak tahu kalau para makanan ini ternyata seterkenal ini. Jadi gara-gara ikutan Medan Blog Fest inilah baru tahu. (A..Ha..Ha..) Satu lagi bukti nyata benarnya  artikel saya sebelumnya bahwa Blogger Medan Membunuhmu Pelan-Pelan.

Waa... ternyata Kakak katrok juga ya (Kok Awak merasa agak-agak bahagia ya.)

Ehem... Mau gelar “Dek Manis” nya di pensiunkan dini ya?

Waa...ampun Kak. Hehe. Tapi Awak jadi penasaran, Jangan-jangan kuliner yang yang bagi Awak nge-hits banget sejak dulu ini, Kakak juga belum pernah coba, or worse, belum pernah dengar.  OMG.

Apaan Emang?

Maidanii Pancake Durian


Aha, Maidanii rupanya. Yang di samping Bandrek Sahib kan? Kalau ini mah, udah sering dengar, udah beberapa kalai nongkrong di kafenya malah, lewat depan kafenya pun bisa dibilang hampir tiap hari. Secara angkot Kakak pasti lewat. Kan kosan Kakak berada di jalan yang sama, Jl. HM Yamin. Dekat Pula. Jalan kaki juga nyampek ^_^.

Hmm, Jadi bagi Dek Manis Maidanii Pancake Durian ini ngehits ya?

Iya Kak. Pertama kali ke Kafenya bahkan ketika masih di Jl. Perjuangan. Waktu itu Ramadhan, dan kami bareng temen kantor bela-belain jam 5 reservasi tempat, takut gak dapat tempat. Nah di situlah pertama kali nyobain pancake duriannya.

Sebelumnya Awak gak suka pancake durian Kak, karena pernah nyobain ntah di mana (lupa) dan rasanya aneh menurut Awak. Tapi waktu nyobain pancake duriannya Maidanii, barulah Awak ngerti kenapa tag linenya “Lumer di Mulut Pecah di Lidah”, karena pas dimakan emang begitulah sensasi rasanya.        

Photo by Maidanii Pancake Durian
Sejak itu, Maidanii Pancake Durian jadi makanan kesukaan Awak no 2 setelah makanan kesukaan Awak no 1 yaitu durian.  Hehe. Rasanya juga ada yang coklat, strawberry, dan  pandan. Tapi Awak lebih suka yang original. Lebih terasa duriannya.

Menurut Awak sih, di Medan ini yang ngaku penyuka durian, kayaknya gak ada yang belum pernah dengar Maidanii Pancake sih Kak. Kalau pun aksenya jauh, kayak temen Awak di Martubung sana, Ia pakai jasa layanan Go Food waktu semua orang di timelinenya pada ngomongin tentang Sop Durian Maidanii. Mungkin gara-gara tulisan Kakak tentang Sop Durian Muliner Khas Medan ini. 

Iya terakhir kali Kakak ke sana, emang bener banyak abang-abang Gojek yang bolak balik ngantri. Kebetulan waktu itu duduk dekat bagian kasir, jadi terdengar juga yang dipesan para abang Gojek itu. Selain menu durian banyak juga yang pesan nasi goreng, ayam penyet dan ifu mie. Karena di Maidani Pancake Durian gak hanya jual yang ada duriannya.

Nah, Kalau Maidanii Pancake Durian kan udah terkenal, Awak udah kenal lama dan Kakak juga udah lama kenal. Lalu gimana cerita si para kuliner yang gara-gara Kakak ikut Medan Blog Fest, Kakak baru tau kalau mereka ternyata terkenal? Makanan apa sih mereka itu? Jangan-jangan emang cuma Kakak aja yang gak tahu? (evil)

Ahai...bisa jadi :D. Bisa jadi kamu juga gak tahu kalau mereka-mereka ini terkenal. Baiklah siap-siapin pop corn atau camilan ya. Pintu teater 4 telah dibuka. :D

Jadi begini, Minggu Sore, 4 Desember 2016, tepat jam 2, Kakak menginjakkan kaki di samping Masjid Raya. Berdasarkan pengummannya sih titik Kumpulnya di sana jam 2. But I saw no sign of Blogger Medan there. Tak ada tanda-tanda adanya wajah anak Blog M. Jadi Kakak pun jalan-jalan lah dulu. Tak lama ada sosok yang penampakannya seperti Wina berkelebat dengan motonya. Aih, ternyata memang Wina. Singkat cerita, Kakak pun diangkut ke TPA (Titik Perkumplan Awal) sebenarnya. Ternyata beberapa personil udah ngetem di dekat tempat yang entah apa disebutnya ini. Dekat tempat orang-orang berjualan di samping Masjid Raya.

“Rujaknya di mana?”

Pertanyaan yang pertama kali Kakak tanya ketika tiba. Karena sore itu agendanya adalah menyambangi Rujak Kolam dan Bika Padang. Nah, ini dia 2 kuliner legendaris yang Kakak baru tahu kalau mereka ternyata terkenal.

Satu-persatu peserta tiba di lokasi, makin lama makin ramai, seramai gumpalan awan kelabu di atas kepala kami, makin lama makin hitam memberat. Mendung menggantung dan angin mulai membawa aroma hujan.

Setelah daftar hadir terisi, name tag telah terdistribusi, dan tiba saat untuk pergi beraksi, saat itu pula rinai hujan memilih untuk memeluk bumi, hingga kami pun mengungsi ke tenda-tenda yang telah tersedia bukan untuk kami.

“Kami numpang teduh ya, Pak”

Allahumma Soyyaban Naafi’an

Bika Padang (Tek Bika)


Mungkin sekitar sepluh menit berlalu dan hujan telah reda. Konvoi pun dimulai. Tujuan pertama adalah Bika Padang.

Loh Kok konvoi kak? Kakak kan tadi naik angkot?

Iya, dibonceng Kak Ririn. Sukurnya sore itu Ia tak naik angkot juga berhubung SIM-nya sedang diurus.

Baiklah, kembali lagi ke Bika Padang. Sesampainya di lokasi yang dimaksud, kembali hujan menyapa kami di sana. Kami pun berteduh kembali sambil bercengkrama dan kemudian secara tak sengaja mewawancarai yang patut diwawancarai.

Allahumma Soyyaban Naafi’an
Lokasi Tek Bika

Dan saya baru sadar ternyata tempat Bika Padang ini sering dilewati, bahkan baru saja di lewati, berhubung angkot 41 yang membawaku dari Aksara ke Masjid Raja memang lewat jalur ini. Jl. Amaliun. Letaknya disebelah Gg. Damai. Dan Kakak ingat pernah beli kue di sini sekitar setahun lalu bersama rekan kerja ketika kami lewat. Ya ampuunn... ternyata udah pernah makan, tapi tak tahu yang di makan itu adalah sesuatu yang antik :D

Maksudnya antik  Kak?  

Antik karena makanan ini aslinya bukanlah dari Medan, tapi Padang. Antik Karena makanan ini sudah ada sejak puluhan tahun, kurang lebih 25 tahun di Medan. Antik karena resepnya turun-temurun. Antik karena cara pembuatannya benar-benar antik, masih menggunakan cara memasak secara tradisional. Antik karena alat masaknya juga antik. Alat masaknya pasti tak ada di jual dipasaran, melainkan dimodifikasi sendiri.
Atas bawah pakai sabut kelapa euy 

Selain itu bahan bakarnya juga antic. Tak banyak yang memakai sabut kelapa sebagai bahan bakar. Bahkan untuk yang dikatakan cara memasak tradisional pun, orang lebih sering memakai arang dan kayu bakar. Tapi sabut kelapa, benar-benar mengingatkanku pada acara masak-masak jaman dulu.

Waa...pantesan dikatakan antik. Be Te We Kak, namanya memang Bika Padang?
Bu Normalis (yang kanan pastinya ^_^)

Kalau kata Buk Normalis (pemilik usaha Kue Bika) di Padang, tepatnya di Kutabaru, Bika ini disebut Bika Mariana. Kalua di Medan Namanya Bika Normalis, sesuai nama penjualnya, tapi orang lebih mengenalnya dengan Tek Bika.

Ooo... Terus bahan dan cara pembuatan Bika Padang gimana Kak?
Penampakan Bika Padang

Bika Padang baik wujud maupun rasanya sangat berbeda dengan bika yang biasa kita kenal, Bika Ambon. Bika Padang ini terbuat dari tepung beras, kelapa, gula, air, vanili, sedikit pengembang dan garam. Perbandingannya untuk 1 kg tepung adalah 1 kg gula, dan 3 kg kelapa (Oiya, kelapanya harus bebas dari yang hitam-hitam kulit kelapanya ya). Bisa untuk 80 porsi.

Cara memasaknya juga sangat mudah. Buk Normalis bilang, campurkan saja semua bahan lalu aduk hingga rata. Setelah itu bagi-bagi adonan ke wadah yang dialasi daun pisang yang telah dibentuk mangkok. Panggang selama 15 menit. Panas api dari atas dan bawah belanga harus sama kuat agar tak ada yang gosong atau kurang masak.
Cara Makannya disarankan seperti Kakak ini ya... Sambil duduk dan pakai tangan kanan :D

Aseek...Ntar lagi kan Kakak pulang kampung. Buat yok Kak?

Ayok...Bahannya lengkap di rumah. Soal rasanya dijamin lah. Dijamin beda dengan aslinya. Hehe. Secara yang buat beda tangannya :D

Nah, kalau ingin rasa aslinya langsung aja ke tempatnya Tek Bika di Jl. Amaliun di samping Gg. Damai. Harga per porsinya Rp. 2000,- saja. Buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Kalau mau pesan juga bisa dengan Bang Ilham (085358959042).

Hmmm...Awak ngerasa aslinya dulu atau ngerasa buatan Kakak dulu ya? :D Baiklah...sudah diputuskan. Awak akan dengerin cerita lanjutan Kakak dulu aja tentang kuliner yang satu lagi. Rujak Kolam ya kan?

Gitu pun boleh.

Rujak Kolam Takano Juo


Setelah pamit dengan Buk Normalis, Bang Ilham dan para bapak yang duduk bareng tadi, Kami Lajut ke TKP selanjutnya, Rujak Kolam Takano Juo, setelah sebelumnya menitipkan motor di garasinya Amel lalu Jalan kaki Ke Masjid Raya buat menunaikan sholat Ashar. Jadi ceritanya Lokasi Rujak Takano Juo ini di antara Masjid Raya dan Rumah Amel dan di belakang kolam yang dulunya merupakan tempat mandi para keluraga kerajaan Deli.

Di deretan jalan itu ada beberapa penjual rujak. Rujak Takano Juo ini berada di paling pinggir persimpangan, yang pertama kali ketemu kalau dari persimpangan Masjid raya.
Buahnya buanyaak

Takano Juo itu bahasa padang ya kan Kak? Kalau diartikan satu-satu jadinya terkenang juga.Hehe.

Yups, benar, emang ini rujaknya yang punya orang Padang. Kalau kata ibu pemiliknya, Takano Juo itu kalau dibahasa-Medan-kan jadinya “Teringat Aja” alias gak lupa-lupa a.k.a tak terlupakan.

Entah kenapa sore itu ungkapan Inggris ini terasa banget. Pick up the rain. Yang kalau dibahasa-Indonesiakan jadi panjang kali lebar artinya. Pas pergi cuaca aman-aman walaupun udah mau hujan, dan pas udah sampai tempat tujuan barulah hujannya turun sederas-deranya. Kira-kira begitu artinya. Pas balik dari Masjid Raya aman, pas udah nyampek di Rujak Takano Juo barulah hujan kembali melepas rindnya pada kami. Deras.

Allahumma Soyyaban Naafi’an
Hujan tetap setia menemani yang setia mengantri kok

Makin hujan malah makin ramai

Namun derasnya hujan tak menyurutkan ramainya antrian untuk mendapatkan rujak legendaris ini.

Kok segitunya ya ngantri rujak Kak. Enak kali apa sih?

Hmm...Kakak pun penasaran. Apakah sebanding perjuangan mendapatkannya dengan rasa yang didapatkan? Dan jawabannya I, Ye, A. IYA. It’s worth it. Sepadan. Kalau Kakak sih ya, suka sama bumbunya. Enak. Baru kali ini mau mengganyang bumbunya doang. Biasanya kalau makan rujak pasti request ke penjualnya agar bumbunya dikiiiit aja, atau gak usah pakai bumbu sekalian.

Kalau gak pakai bumbu rujak namanya ya bukan rujak kali Ka’e...
Bumbunya khas bentuk dan rasanya

Bumbu rujak ini dibuat dari cabai, bawang, terasi, kacang tanah, gula aren, garam dan pisang batu, yang digiling dengan batu gilingan. kuahnya kental, terus kacangnya ada yang digiling halus ada yang agak kasar dan ada yang tak digiling sama sekali. 
Ini Enak. Udah Itu aja :D
Buahnya apa aja Kak?

Buahnya macam-macam. Ada jambu kelutuk, jambu air, kedondong, mangga, timun, nenas, bengkoang, belimbing dan papaya. Rasa buah yang paling disukai saat itu rasa jambu air dan nenasnya. Manis. Mood waktu itu lagi tertarik dengan yang berair dan manis. Dan ketika Mood bertemu dengan kesempatan yang berbalut ranumnya cuaca, inginnya jadi berlama-lama. Maka, ketika teman-teman yang lain udah pada selesai makan dan mulai ikutan games buat mendapatkan stempel, Kakak masih asik melicinkan daun pisangnya dari bumbu rujaknya.

Games-nya ngapain Kak?
Lupa nanya nama Ibu penjualnya siapa. Gomen.

Para peserta tur harus mengambil satu gulungan kertas yang berisi pertanyaan seputar Rujak Takano Juo. Peserta dipersilahkan menanyakan jawabannya pada Ibu pemilik usaha rujak Takano Juo. Pertanyaannya beda-beda. Dan pertanyaan yang Kakak dapat adalah “Buah apa yang paling diminati pelanggan?” Coba tebak apa.

Apa ya, Kalau  Awak liat fotonya yang paling banyak jambu air dan nenas. Hehe.

Sihiy...Dek Manis cerdas ^_^. Yap benar. Ibu penjualnya juga bilang begitu.

Siapa dulu Kakaknya :D. Oiya Kak, harga seporsinya berapaan?

Untuk 1 porsi dibandrol Rp. 18.000,- dan itu porsinya banyak kalau untuk 1 orang. Kalau mau ke sana baiknya selain hari Jum’at, tutup. Buka mulai jam 10 pagi sampai jam 11 malam.
2 saja ikhlas :D

Teringatnya kok Kakak dapat 2 stempel? Kan gamesnya 1 kali?

Jadi harusnya diakhir acara dapat 3 stempel kalau mengikuti selurh rangkaian kegiatan. Dapat 1 stempel karena ikut ke Tek Bika, dapat 1 stempel lagi kalau jawaban gamesnya benar, dan dapat 1 stempel lagi kalau upload foto (selfie) di lokasi yang ditentukan panitia di akun instagram. Dan Kakak ikhlas dua saja cukup, berhubung sedang fakir kuota saat itu. Lagian kalau pun dapat zakat wifi, pasti bukan foto selfi diriku yang terupload. Never.
Everyone looked happy

Jadi acara Blogger Medan Jalan-jajan hari itu ditutup dengan foto bareng menjelang magrib.
Perjuangan dapat scene ini puanjang. Akhirnya... :D

Dan kakak-Kakak ini berhasil menemukan kesenangannya di penghujung senja.

Ke Mangrove Kakak ikut?

Inginya turut. Tapi udah keburu dicarter buat jadi Tim Amin FLP ke binjai  di waktu yang sama. Semoga lain kali bisa ikutan wisata bareng Medan Wisata :D

Berarti selanjutnya rangkaian acara Medan Blog Fest 2 You adalah Blogger Medan Road to School. Akankah kita bertemu di sekolah Kamu? :D

Catatan: Dek Manis di cerita ini tidak sama dengan Dek Manis nya FLP Medan ya :D

You Might Also Like

12 comments:

  1. Berasa jadi Dek manis gegara baca pake nada haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sihiyy...ayo yg merasa manis merapat๐Ÿ˜„

      Delete
  2. Kesan pertama pas baca dari henpon rada surprised, karena font nya gede2. Hehehe. Baru ganti tampilan ya, Wi? Aku tuh pingin kali ikut yang wiskul ini tempo hari, tapi ga bisa :(. Duh, itu fakir kuota sayang bangeeeett.. kan kurang stamp nya. Hahaha. Cini.. cini aku kasih kuota akooh ;).

    mollyta.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha...kak Molly gak datang pulaknya. Jadi 2 ajalah stempel awak๐Ÿ˜„

      Iya kak...aslinya gak begini wujud tulisannya๐Ÿ˜…. Blm sempat2 ganti template kak...punya orang aja yg sempat digantikan.

      Delete
  3. Walau kue Bika dbuat dari tungku sabuk kelapa, tetap saja enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan2 bukan "walau", tapi malah "karena"๐Ÿ˜„

      Delete
  4. aku juga baru tau kalau ada yang namanya tek bika dan rujak legendaris itu. nyatanya masih banyak orang yg belum tau mesti sudah seterkenal itu.

    ReplyDelete
  5. mungkin maksud nya kue BIKA kali yaaa
    mau beli aja dah abis

    STOK limited edition kali nihhhh

    ReplyDelete
  6. Belom pernah nyobain tek bika. Ntar kayanya kalo ada waktu harus mampir :)

    ReplyDelete
  7. Ada berapa dek manis yg kakak gelari serupa?
    aku jadi curiga dengan gelarku, hahahaha, sepet sepahit kupi bagimu kle ya kakake? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    *penasaran juga, itu bocah imut di foto terakhir siapa yg kelen ganggui?

    ReplyDelete
  8. wew, 18ribu? mahal yaaa, hehehe...

    pancake durian medan tuh sepertinya menjadi insirasi penjualan pancake durian di jember, iyaa di sini juga ada, tapi saya nggak pernah nyoba, hahaha

    semoga lain waktu saya bisa jalan2 ke medan lah yaaa, gratisan gituuu, sekalian berkuliner seruuuuu

    ReplyDelete
  9. wah medan terkenal juga dengan beraneka kuliner ya

    ReplyDelete

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜„