Belajar Mempersiapkan Generasi Masa Depan

4:10 pm Pertiwi Soraya 6 Comments


Sabtu lalu, tepatnya 12 September 2015, saya dan para sahabat berkesempatan menghadiri undangan seminar parenting yang diselenggarakan oleh Dancow. Bertemakan “Lindungi Eksplorasi Si Kecil dengan Nutrisi & Stimulai Tepat”, acara tersebut berlangsung di Hotel Grand Serela Medan.

Para Peserta seminar umumnya adalah para bunda. Namun ada juga sebagian Bunda yang ditemani oleh sang ayah. Sedangkan sebagian kecil pesertanya adalah kami, para calon bunda. ^_^ Dan tak lupa kurcaci-kurcaci kecil yang memeriahkan segala penjuru ruangan seminar.
Bunda dan kesibukannya

Ada 3 pembicara utama, pakar di bidang gizi dan tumbuh kembang anak dan psikolog, yaitu dr. Diana Sunardi, M.Gizi SpGk, Dra. Ratih Ibrahim MM, Psi., dan Ibu Sari Sunda Bulan. Dan acara dipandu oleh Shanaz Haque.

dr. Diana (kiri), Ibu Sari, dan Syahnaz
Lha, Mbak Ratih nya ?? Lagi ngasih materi di depan ^_^
Seminar kali ini menurut saya keren, karena baru kali ini ada acara seminar, dimana ada banyak anak-anak yang berkeliaran kesana-kemari selama acara berlangsung, namun acara tetap berlangsung meriah. ^_^

Banyak sekali pengetahuan yang kami dapat, terkhusus buat saya. Nah, jadi saya akan berbagi beberapa pengetahuan baru yang saya dapat dari acara tersebut.


Nutrisi

Sejak kapankah nutrisi untuk buah hati perlu di persiapkan?
Ternyata nutrisi untuk bayi hendaknya dipersiapkan bahkan jauh sebelum masa kehamilan. Saya ingat sekali ketika materi ini disampaikan oleh dr. Diana Sunardi, M. Gizi, Sp GK, beliau sering sekali melemparkan pandangannya pada kami yang waktu itu duduk di barisan paling depan. Ya, berhubung cuma satu orang di barisan kami yang sudah menikah. Dengan kata lain materi ini dikhususkan buat kami para calon Bunda masa depan. (Yeay) ^_^

Ayo putuskan mata rantai masalah nutrisi kita ^_^
Pola hidup sehat sangat penting diterapkan sejak sebelum menikah. Karena menikah berarti siap untuk menjadi ibu. Dan tahukah Anda, kualitas bayi sangat ditentukan dari 1000 hari sebelum kehamilan.

Jadi kualitas hidup calon Bunda di 1000 hari sebelum janin berada di rahim sangat menentukan perkembangan janin di tahap selanjutnya. So, yang berencana untuk jadi Ibu, ayo teliti pola hidup kita. Sudahkah pola hidup kita sehat dan cukup nutrisi? Karena bukan janin saja yang butuh nutrisi, tapi juga calon pembawanya.


Attachment (Kedekatan)

 “Orang yang didatangi dikala susah dan sakit itu adalah sahabat sejati. Dan itu adalah ibu." Ujar ibu dua orang anak, Ratih Ibrahim, yang merupakan salah satu narasumber. Wah, sebuah logika berfikir yang keren sekali menurut saya.

Beliau adalah seorang psikolog yang cukup terkenal ternyata, saya saja yang tidak kenal. (Malu saya. Maaf ya Mbak Ratih).

Mbak Ratih Ibrahim
Ada para ibu yang kadang merasa terganggu jika diikuti kemanapun ia pergi oleh buah hatinya. Ke dapur, ke rumah tetangga, ke kamar mandi, atau bahkan hanya untuk sekedar bergerak satu meter pun, para jagoannya tetap membuntuti. Seharusnya Bunda bersyukur. Ujar Mbak Ratih. Itu berarti buah hati Anda nyaman berada didekat Anda dan ingin selalu dekat dengan anda.


Stimulasi

Stimulasi yang tepat tentunya membantu tumbuh kembang anak. Dengan mengetahuitugas tugas perkembangan anak di usia perkembangannya, tentunya mempermudah orangtua untuk melakukan stimulasi yang tepat.

Misalnya mengenai tinggi badan. Ibu Sari Sunda Bulan menekankan untuk Gunakan KMS (Kartu Menuju Sehat). Dengan begitu Bunda bisa memantau apakah anak memenuhi tugas-tugas perkembangannya.

Menstimulasi kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) pada anak misalnya. Tentunya berbeda cara untuk anak yang berusia 2 tahun dengan 5 tahun. Untuk anak usia 2 tahun mungkin ia akan bingung jika Bunda bertanya, “Hari ini adek mau makan apa?”. Si adek mungkin belum bisa berfikir sejauh itu. Akan lebih baik jika pertayaannya, “Hari ini Adek mau makan ikan asin atau ayam goreng?” Pasti jawaban si adek ayam goreng deh. (hehehe) Intinya bukan menunya ya Bunda, tapi pertanyaannya yang menggunakan pilihan. ^_^


Stimulasi Digital

Lalu bagaimana dengan bayi-bayi canggih yang berteman dengan dunia digital? Banyak orang tua yang memperkenalkan anaknya pada gadget di era ini. Menurut Mbak Ratih, stimulasi digital itu boleh, asalkan tidak menggantikan stimulasi yang rill.

Beliau memperbolehkan anak-anaknya berinteraksi dengan gadget, namun ada dietnya. Beliau tidak menyarankan pengenalan gadget pada anak usia dibawah 3 tahun. Untuk anak dia atas 3 tahun, penggunaannya pun sebaiknya tidak lebih dari 30 menit sehari. Karena dunia digital rawan adiktif alias menyebabkan ketagihan.


Tegalah

Cinta bukan berarti disayang-sayang, tapi dididik. Maka menjadi bunda harus “tega”. Ada buaanyak situasi dimana Bunda harus menerapkan slogan ini.

Misalnya ketika si anak menginginkan sebuah mobil-mobilan, namun sebenarnya ia sudah punya banyak di rumah. Berikan penjelasan padanya yang intinya Bunda tidak akan membelinya.

Biasanya ia akan terus memaksa hingga tangisnya meraung-raung. Nah, tetaplah konsisten bunda. Biarkan saja ia menyelesaikan tangisnya, tak perlu di bujuk-bujuk apalagi dimarahi. Setelah ia selesai, peluklah dia dan beri pengertian padanya.

Dengan begitu ia akan belajar, bahwa trik menagis takkan meluluhkan sang bunda untuk mendapatkan keinginannya. Namun jika Bunda luluh ditengah tangisnya, maka bersiaplah dengan serangan yang sama ketika si anak menginginkan hal yang lainnya.


Mengenai tinggi badan

Tumbuh berarti bertambah usia, bertambah berat, dan bertambah tinggi. Ujar Ibu Sari. Dan menambah tinggi badan adalah jauh lebih sulit dari menambah berat badan. Namun, tambahnya lagi, banyak ibu yang lebih khawatir dengan pertanyaan “Kenapa anak saya kurus”, dari pada pertanyaan “kenapa anak saya pendek”.

Pada masa pertumbuhan, tubuh sangat memerlukan asupan protein dan kalsium. Dan sumber tersebut banyak terdapat pada sumber makanan hewani, seperti telur, daging dan susu. Protein dan kalsium juga sebenarnya terdapat pada sumber makan nabati, seperti pada sayuran. Namun, zat kalsium yang terdapat pada tumbuhan kebanyakan terikat oleh zat yang bernama oksalat, sehingga sulit di pecah atau dicerna. Jelas Ibu Sari.


Makanan Pendamping Asi

Normalnya, pemberian ASI ekslusif adalah selama 2 tahun. Jika Bunda ingin memberikan makanan pendamping ASI bagi buah hati Anda, disarankan setelah usia bayi 6 bulan.

Biasanya alasan memberikan makanan pendamping ASI adalah karena jumlah ASI tidak mencukupi lagi. Namun sebenarnya jumlah ASI yang diproduksi oleh semua ibu adalah sama. Yang berbeda adalah kualitasnya. Tergantung pada apa yang dikonsumsi sang bunda. Jelas Ibu Sari Sunda Bulan.

Nah, cara pemberian makanan pendamping ASI ini pun sebaiknya bertahap. 1 jenis 1 minggu. Hal ini juga membantu untuk mengidentifikasi apakah si bayi memiliki alergi terhadap makanan yang diberikan.


Cara Penyimpanan Susu

Jika Bunda memberikan susu formula tambahan untuk sang buah hati, ada beberapa kiat yang bisa Bunda terapkan dalam penyimpanannya.

Pertama, pastikan sendok yang digunakan kering. Karena susu mengandung bakteri yang dorman pada suhu kamar. Kelembaban akan membuat susu apek.
Kedua, jauhkan dari cahaya atau sinar matahari langsung. Susu banyak mengandng vitaminA, B dan C. Dan vitamin ini cepat rusak jika terkena cahaya dan panas.

Ketiga, pastikan mengikutsertakan almunium foil kemasan susu jika ingin memasukkannya ke dalam kaleng atau wadah penyimpanan susu. Jadi jangan hanya susunya saja yag dimasukkan kedalam wadahnya.

Ibu Sari menjelaskan cara penyimpanan susu yang benar.
Nah, itu almunium foilnya jangan dibuang ya Bunda ^_^
Keempat, pastikan jangka waktu pengunaan susu sejak dibuka dari kemasannya tidak lebih dari satu bulan. Jadi jika buah hati Bunda mengkonsumsi sedikit susu dalam 1 bulan, sebaiknya membeli susu yang kemasan sedang saja.



Nah, itu tadi seputar pengetahuan baru yang saya dapat.

Selesai materi, ada sesi Tanya jawab dan ada juga demo masak oleh Chef Sutanto. Nah, ketika sang Chef mempersiapkan bahan-bahannya, tim acara sepertinya sudah menyiapkan kejuatan buat Mbak Syahnaz. Ternyata beliau baru 
mengulang tanggal lahirnya beberapa hari sebelumnya. Yeay...makan kue...^_^
Potong kuenya...potong kuenya...:)

Syahnaz & Chef Sutanto
Nah, persiapan Chef Sutanto sudah selesai. Ada 3 menu lezat dan bernutrisi hari itu; Steam Nasi Merah Panggang, Telur bebek Kukus, dan Kroket Ubi Merah Isi Keju. Untuk keterangan lengkap tentang menu dan cara membuatnya, bisa diihat di sini. 


Nah setiap satu menu selesai, Syahnaz mengundang para kurcaci untuk mencicipi menunya. Dan meja demo pun diserbu habis-habisan. Yah, sepertinya mereka mulai lapar. Jam makan siang sih ya J
Dan mereka mulai lapar sodara-sodara...^_^


Si adek kebagian cicip-mencicip Steam Nasi Merah Panggang.
"Kalau nggak habis kasi Bunda aja ya"...Eiitts

Lalu di akhir acara ada banyak hadiah goodybag  bertabur. Mulai dari  menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Syahnaz Haque, door price, live tweet, special gift dari Dancow untuk anak-anak yang berulang tahun ke-1 dan ke-2, sampai penukaran kuesioner seluruh peserta.



Acara diakhiri dengan photo bersama para pemenang kuis. Lalu peserta seminar pun bubar setelah terlebih dahulu menyerbu makan siang yang sudah di siapkan. 
"Say Cheese...."


Nah, begitulah acara sarat pengetahuan sabtu lalu. Semoga bermanfaat ya Bunda J


 

 Untuk berbagai tips parenting, menu makanan bernutrisi, bisa dilihat di sini.

You Might Also Like

6 comments:

  1. Replies
    1. Iya kan mbak😄. Keren sih orangnya. 😊

      Delete
  2. “Orang yang didatangi dikala susah dan sakit itu adalah sahabat sejati. Dan itu adalah ibu." << terharu bacanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena terkadang sang ibu lupa betapa mulianya statusnya 😊

      Delete
  3. Serunya ketika mereka mulai lapar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak...dan host nya pun kewalahan:)

      Delete

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. 🙏😁😄