Cara Bilang Aku Mencintaimu Pakai Kata Babi Versi Pursuit Jade

7:51 am Pertiwi Soraya 0 Comments

Ternyata Menyatakan Cinta Bisa Pakai Kata Babi


Kata 𝘣𝘢𝘣𝘪 yang biasanya digunakan untuk menemani kalimat makian, cacian, ejekan, cemoohan dan kawan-kawannya, ternyata juga bisa digunakan untuk menyatakan dedikasi cinta dengan manis. 


Wǒ shā zhū, yǎng nǐ 

PSejak pertengahan kuartal 1 tahun 2026, para penggemar drama Cina (dracin) atau kini drama Tiongkok (seharusnya jadi drationg), agaknya tak asing dengan kalimat "Wǒ shā zhū, yǎng nǐ", kalimat dialog yang diucapkan Fan Changyu kepada Yan Zheng/Xie Zheng dalam beberapa adegan drama Pursuit Jade (Zhu Yu). 

Wǒ shā zhū yǎng nǐ
Aku bunuh/potong babi untuk memeliharamu

Secara literal begitulah terjemahannya. Agak menjijikkan bahkan cenderung seram, ya. Seperti ada unsur psikopatinya. Namun secara kontekstual, para pendengarnya malah merasa si pengucap kata-kata ini benar-benar tulus dan polos, sehingga menjadi sebuah kalimat yang manis. Mari kita lihat konteksnya. 

Fan Changyu, seorang gadis anak dari tukang potong babi, baru saja kehilangan kedua orangtuanya. Mau tak mau, Ia harus menjadi tukang potong babi juga, demi menghidupi dirinya, adik perempuan-usia-lima-tahunnya yang menderita asma (Fan Changning), dan juga seorang lelaki hampir mati yang ia temukan di jalan (Yang Zheng).

Di saat bersamaan, tunangan masa kecilnya tiba-tiba memutuskan pertunangannya, ditambah dengan kerabat yang mengincar warisannya. Belum lagi ada serangkai peristiwa serangan sekelompok pembunuh bayaran ke rumahnya. Singkat cerita cobaan hidupnya datang tak hanya bertubi-tubi, tapi juga dalam paketan. 

Setelah segala pertimbangan, demi melindungi adiknya, Fan Changyu memutuskan untuk mengambil langkah sangat berani, yaitu menikah dengan sistem 𝘻𝘩𝘢𝘰𝘻𝘶𝘪 atau matrilokal.

𝘡𝘩𝘢𝘰𝘻𝘩𝘶𝘪 (招贅) adalah praktik tradisional dalam budaya Tionghoa di mana keluarga kaya yang tidak memiliki ahli waris laki-laki merekrut atau mengadopsi seorang menantu laki-laki untuk tinggal bersama keluarga istri. Dalam sistem ini, menantu tersebut akan melanjutkan garis keturunan keluarga istrinya, bukan keluarga aslinya. Marga si laki-laki juga berubah menjadi marga yang sama dengan si perempuan. Jadi nama anaknya kelak akan ikut marga Ibunya, bukan ayahnya.

Dalam sistem ini yang menjadi kepala keluarga adalah perempuan, dan yang wajib mencari nafkah juga si perempuan. Nah, bedanya, Fan Changyu bukan orang kaya. Melarat malah. 

Jadi pada kalimat dialog:
"Wǒ shā zhū yǎng nǐ"

terjemahan literalnya: 
"Aku bunuh babi untuk memeliharamu"

terjemahan kontekstualnya:
"Ku rela banting tulang sebagai tukang potong babi demi menghidupimu"

Sebuah deklarasi tulus Fan Changyu kepada anggota keluarganya, Yan Zheng. 


Orang Sumut juga pakai kata babi untuk bilang sayang? 


Selain di drama Pursuit Jade, aku juga beberapa kali dengar kata 𝘣𝘢𝘣𝘪 dipakai untuk ungkapan cintanya si Kyo kepada kucing-kucingnya.

"Anak babiku belum kukasi makan",

"Halo, anak babi-babiku!", katanya. 

Dan aku baru sadar belum pernah tanya, yang dia maksud itu babi (𝘱𝘪𝘨) atau babi (𝘣𝘢𝘣𝘺). 😆

Kalau anak Medan, banyak juga yang kudengar sering pakai kata anjing, monyet, babi, hantu, 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘦, dan kata-kata vulgar lainnya ketika menyapa 𝘣𝘦𝘴𝘵𝘪𝘦-nya sebagai bentuk keakraban dan rasa sayang (katanya). Penasaran, ketika disapa dengan kata-kata itu, apakah menurut yang menyapa yang disapa memiliki karakteristik keimutan seperti kata sapaannya?

Nah, kalau kamu? Pernah pernah dengar kata babi digunakan untuk mengungkapkan cinta juga, 𝘨𝘢𝘬? 

You Might Also Like

0 comments:

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. 🙏😁😄