Jangan Makan Plastik

11:13 am Pertiwi Soraya 24 Comments



Plastik adalah istilah umum untuk polimer. Termasuk dalam jenis benda anorganik yang tak bisa terurai secara alami. Jika alam saja butuh waktu lama untuk mencernanya, bagaimana pula jika tubuh manusia yang mencernanya?

Plastik mengandung banyak senyawa yang sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Salah satunya adalah karsiogenik, yaitu senyawa yang menyebabkan kanker. Tapi tahukah anda, jika kita mungkin malah sering mengkonsumsi plastik secara tidak sengaja?

Kemungkinan itu biasanya datang dari alat-alat yang kita gunakan saat mengolah bahan makanan dan mengonsumsi makanan.

Para produsen makanan yang menggunakan plastik sebagai kemasan biasanya mencantumkan kode plastik pada kemasan tersebut. Kode tersebut dimaksudkan untuk mempermudah proses daur ulang
Sebagai konsumen, kita juga sebaiknya memperhatikan kode –kode tersebut agar makanan yang kita konsumsi tidak tercemari oleh zat-zat berbahaya pada plastik, dan memastikan apakah bahan plastik tersebut aman digunakan.

No Berapa?
Jika Anda membeli bahan makanan dalam kemasan plastik, misalnya minuman kemasan, coba perhatikan bagian bawah kemasan tersebut. Anda akan melihat tanda segitiga dengan angka di dalamnya. Kode angka tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Ada 7 kode angka .

Kode 1 adalah PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate). Biasa dipakai untuk botol plastik, seperti pada botol air mineral. Berwarna jernih dan tembus pandang. Plastik jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jika dipakai berulang-ulang apalagi dengan air hangat bahkan panas, akan menyebabkan lapisan pelindung polimernya meleleh. Jika bercampur dengan minuman dan terkonsumsi, efek jangka panjangnya akan menyebabkan kanker.

Ada baiknya untuk merusak plastik jenis ini sebelum membuangnya. Dikhawatirkan pihak lain menggunakannya kembali sebagai wadah bahan makanan serupa. Fakta di lapangan, tingkat daur ulang jenis ini hanya 20%, padahal permintaan untuk produksi begitu banyak. Juga hindari pembakaran. Sering terhirup senyawa yang dihasilkan akan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi wanita dapat meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran.

Ironisnya, banyak diantara kita yang menggunakannya berkali-kali. Botol  kemasan minyak goreng misalnya. Dengan alasan lebih ekonomis, kita cenderung membeli minyak goreng kemasaan isi ulang lalu mengisi kembali botol yang sudah kosong berkali-kali. Belum lagi botol-botol lainnya dengan kode nomor 1 yang kita perlakukan seperti botol minyak goreng tadi.

Angka 2 yaitu HDPE (High Density Polyethylene). Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih, galon air, peralatan makan dan minum. Plastik jenis ini bersifat lebih keras, kuat dan buram. Lebih tahan lama terhadap suhu tinggi. Jadi aman untuk digunakan berulang kali.

Angka 3 adalah PVC (Polyvinyl Chloride). Biasanya dipakai sebagai plastik pembungkus dan botol-botol. PVC tidak boleh digunakan dalam menyiapkan makanan ataupun kemasan makanan. Jika makanan bersentuhan dengan PVC, DEHA (diethylhydroxylamine) yang terkandung didalamnya akan bereaksi. Jika makanan tadi dikonsumsi, akan membahayakan ginjal, hati dan berat badan. Selain itu jangan membakar PVC, karena bahan ini mengandung klorin. Jika dibakar akan mengeluarkan racun yang mematikan.

Angka 4 berarti LDPE (low density polyethylene). Digunakan sebagai tempat makanan, boto-botol lembek, pakaian, mebel, dll. Plastik jenis ini bersifat kuat, tembus pandang, fleksibel, dan permukaan agak berlemak. Barang berbahan LDPE sangat sulit dihancurkan, namun sangat baik untuk peralatan makan dan minum karena sulit bereaksi secara kimiawi.

Angka 5 merupakan kode untuk PP (polypropylene). Plastik jenis ini bersifat lebih kuat dan ringan, transparan dan cukup mengkilap. Daya tembus uap rendah dan sangat stabil terhadap suhu tinggi. Berdasarkan sumber, jenis polypropylene ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman bayi. Maka, carilah kode angka 5 bila membeli barang plastik untuk peralatan makanan minum.

Angka 6 merupakan kode untuk PS (polystyrene). Umumnya digunakan sebagai bahan tempat makan Styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Polysteyrene merupakan polimer aromatik. Sama dengan plastik berkode angka 3, Polysteyrene juga bereaksi jika bersentuhan dengan makanan, yaitu dengan mengeluarkan bahan styrene. Styrene sangat berbahaya bagi kesehatan otak. Pada wanita mengganggu hormon estrogen yang berdampak pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf.

Selain itu, plastik jenis Polystyrene sangat sulit untuk didaur ulang. Jikapun didaur ulang, diperlukan waktu yang sangat lama dengan proses yang sangat panjang. Dan sangat tidak disarankan membakar plastik jenis ini, karena bahan ini mengandung senyawa benzene yang meneyebabkan kanker jika dibakar.
Selalu biasakan memperhatikan kode plastik pada kemasan ^_^

Angka 7 merupakan kode untuk OTHER (Polycarbonate). Ada 4 macam bahan untuk jenis plastik ini; SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC and Nylon.
SAN dan ABS memiliki daya tahan tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu. Tingkat kekerasan, kekakuan dan kekuatannya telah ditingkatkan. Biasaya digunakan untuk mangkuk mixer, piring, alat makan, sikat gigi, dan produk keras lainnya. Sangat baik digunakan sebagai peralatan makan dan minum. ABS juga digunakan untuk pipa dan bahan mainan seperti lego.

PC atau Polycarbonate dapat dijumpai pada botol susu bayi, botol minum polikarbonat, kaleng kemasan makanan dan minuman, seperti kaleng susu formula. PC yang berbahan utama Bisphenol-A sangat mungkin mengeluarkan zat utamanya ketika bersentuhan dengan makanan. Di dalam tubuh, zat ini merusak sistem hormon, menurunkan produksi sperma, merusak kromosom pada ovarium dan mengubah fungsi imunitas. Selain itu zat ini juga menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin. Sangat tidak dianjurkan untuk digunakan peralatan makan dan minum.

Sebagai konsumen yang cerdas, ada baiknya jika kita mengenali kode angka pada bahan plastik. Dengan demikian kita bisa memastikan apa saja yang aman untuk dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan. Pengetahuan dasar kode angka tersebut juga sangat membantu kita untuk memastikan bahwa bahan plastik di rumah cukup aman untuk kita dan anak-anak kita, terutama mainan anak dan benda-benda dalam interaksi kita sehari-hari.

Ironis memang seperti dalam hal botol susu bayi. Ternyata tidak semua botol susu bayi aman untuk digunakan. Tergantung dari jenis plastiknya. Padahal sering kali botol susu bayi mengalami proses pemanasan, misalnya dengan tujuan sterilisasi dengan microwave, direbus atau dituang air panas. Jika ternyata selama ini botol susu yang digunakan dibuat dari bahan plastik yang tidak tahan panas dan rentan reaksi kimia, tentunya akan sangat berdampak pada bayi kita. Padahal maksud kita memberikan susu adalah sebagai nutrisi, namun malah jadi racun mematikan.

Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan plastik. Terutama untuk yang berkode angka 1,3,6, dan 7 (PC), sebab semuanya sangat rentan akan reaksi kimia dan suhu. Gunakan cukup sekali saja. Dan jangan lupa untuk merusaknya sebelum membuangnya. Dengan begitu anda akan menyelamatkan nyawa orang lain.

Nah, kalau kamu sering berinteraksi dengan plastik yang mana nih?


Dimuat di Harian Analisa Senin, 7 Desember 2015

You Might Also Like

24 comments:

  1. TFS Mak, artikel yang sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mak...smoga indonesia lebihbsehat:)

      Delete
  2. Eh iya.. daku udah baca ini pas dimuat di Harian Analisa nya. Tapi memang bener yah, musti lebih aware lagi dengan bahan2 plastik yang ada di pasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Molly...apa lagi klu yg suka beli gorengan panas2 trus dibawa pulang...plastiknya itu lo...

      Delete
  3. Suka ngeri kalau di warung. Kadang nyeduh tehnya pake teko plastik yang seadanya. Hiyyyy ....

    TFS Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak...atau yg suka beli bakso "di bungkus ya mas"...waduuuhhh

      Delete
  4. Sebagian besar botol bayi bpa free sih mak setauku.
    Anyway,thanks for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, skrg sudah byk produk bayi yg aman digunakan. Tinggal ibu nya aja yg pintar2 milih...kadang suka jadi korban bayinya karena ibunya cari yg paling ekonomis:(

      Delete
  5. widih dimuat di analisa, salut :)
    jadi tau deh mana mantan yang bisa didaur ulang mana yang enggak, eh plastik maksudnya

    dulu sering sekali masih SD botol minumnya pake angka 1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciee...yg mau daur ulang mantan:)

      Let me guess...botol Aqu* atau Las*gar:)



      Delete
  6. Alhamdulillah, aku sudah tau ini sejak lama. Bahkan, udah nggak mau makan atau beli makanan yang pake styrofoam. Apalagi itu tuh, mie rebus dalam kemasan styrofoam. Sudahlah kena air, panas, isinya mie instan pula. Serem :(

    Informasinya bermanfaat Kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sehat banget sepertinya hidup mbak Funy ni ya...lanjutkan :)

      Delete
  7. Makasi banyak infonya, Mba. Selama ini udah tau info ini jg, tapi ga gitu peduli. Skrg dipaparkan dg lebih sederhana dan detail lagi.

    Terima kasih, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak...semoga kita bisa lebih peduli lagi dgn yg kita konsumsi :)

      Delete
  8. saya sebetulnya jarang beli minuman botol plastik mba, sekali beli mending yang dari kaleng aja, apa yang berbahan kaleng juga lama didaur ulangnya?
    ada kode dibawah botol plastik?nah ini perhatian untuk kita untuk lebih teliti melihat kode tersebut ya mbak :)
    salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stau saya kalau kaleng berbeda perlakuan daur ulangnya. N juga kita juga mungkin mengkonsumsi kaleng atau seng dari minuman kaleng tanpa sadar, misal jika kalengnya rusak atau ada penyok krn terbentur dll. Jadi perlu diperhatikan juga kemasannya:)

      Salam blogger juga:)

      Delete
  9. Saya sebenernya juga udah tau hal inu sejak lama, tapi ya itu, kadang kelupaan meriksa :(
    Makasih ya, Mbak, udah diingatkan kembali :)

    ReplyDelete
  10. Terimakasih kembali mbak. Smoga kedepannya kita lebih bisa praktekkanny ya :)

    ReplyDelete
  11. informasi yang bermanfaat untuk di bagikan kak! iyah tau tapi belum pernah membagikan soal ini... -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mrmbagikan kalau gitu Iyyaahhhh....:)

      Delete
  12. artikel yang menarik mak saya juga suka merhatiin tuh kode kodenya biar tahu gimana proses daur ulangnya

    ReplyDelete

Thank you for visiting. Feel free to leave your response. 🙏😁😄